I'M Behind You,Arshal

I'M Behind You,Arshal
Bab 23


__ADS_3

Adara diam memandang kosong langit kamarnya. Semua foto dalam file itu seakan tidak membuat dirinya percaya apa yang sudah ia lihat tadi. Berulang kali ia membuang napas terdiam ditempat tanpa memperdulikan beberapa panggilan yang masuk diponselnya.


Sementara Arshal memyerngit bingung menatap ponselnya yang tidak kunjung diangkat oleh Adara. "kenapa dia tidak mengangkat teleponku?" gumamnya menatap layar ponselnya.


"ba-baa!!" seru bocah cilik yang merangkak menuju papanya. Pandangan Arshal langsung mengarah kearah bocah itu dan menggedongnya.


"hmm? kau semakin aktif sekarang yaa?" gumam Arshal sembari memberikan kecupan pada wajah bayi itu.


"ba-baa!!"


"haiiss aku bukan baba lah,panggil Papa!" ucap Arshal lagi. Ia harus berulang kali membenarkan ucapan anaknya. Arshal harus ekstra sabar menghadapi putra kecil kesayangannya itu. Arshal tidak menyangka jika putranya itu sangat mirip dengannya,hanya saja kadang-kadang terlintas mirip dengan istrinya. Memang perpaduan yang sempurna.


"tenang sayang,tidak lama lagi mama akan kembali." bisik Arshal ditelinga Raid. Entah bocah itu paham atau tidak maksud Arshal,dirinya hanya tergelak senang menatap papanya.


Senyum Arshal kembali terbit seperti dulu,hanya saja ia harus lebih berhati-hati kedepannya. Arshal tidak ingin kejadian itu terulang kembali,ia harus memberikan pelajaran yang pantas untuk oknum yang membuat istrinya celaka.


Braak.


"sayaang!!!" seru Leta mengibas rambutnya,dengan lenggak-lenggok berjalan kearah Arshal.


Arshal mengumpat dalam hatinya melihat Leta dengan santainya memakai pakaian yang mengundang syahwat para lelaki. Untungnya ia tidak tertarik dengan Leta. Leta melirik kearah bocah kecil yang dalam gendongan Arshal. Matanya memandang tidak suka dengan Raid,tetapi tersenyum manja pada Arshal.


"hei sayang." ucapnya manja mulai mendekati Arshal.


"menjauh!" ucap Arshal dingin.


"ish kau ini,kita kan sebentar lagi mau menikah. Jadi kita harus saling pendekatan dong." ucapnya lagi.


"kau ngapain kesini?" tanya Arshal to do point. Ia ingin mengusir cepat wanita itu dari ruangannya.


"aku mau liat kamu sayang."


"nah." ucap Arshal sembari memberikan kartu legendnya. Arshal sudah tau niat dari wanita licik ini kalau bukan uang apalagi?

__ADS_1


"ya ampun sayang,kamu pengertian banget deh. Kan nggak sabar jadi istri kamu." ucapnya mengecup pipi kanan Arshal dan melenggang pergi membawa kartu legend itu.


Arshal langsung meletakkan Raid kedalam box bayi. Dengan cepat ia membasuh tujuh kali dengan air dan sabun. Kalau perlu ia membasuh wajahnya dengan air zamzam biar kembali suci.


"damn! kalau dia nggak tau tentang pernikahanku ini rahasia,udah aku tenggelamkan dia dari dulu!!!" geram Arshal menumbuk cermin hingga pecah.


Darah segar mulai bercucuran disekitar pergelangan tangannya. Namun,rasa sakit itu tidak terasa oleh pria itu lantaran menahan amarahnya saat ini. Ia harus memikirkan cara agar Adara ingat kembali dan memberitahukan pernikahannya dengan orang tuanya. Dan juga membatalkan perjodohan sialan dengan Leta.


"tuan Arshal!" panggil Batsyua diluar,membuat Arshal tersentak dan dengan cepat Arshal membersihkan lukanya dan membuang cepat serpihan kaca kedalam tong sampah. Arshal membalut lukanya asal dan segera keluar.


"maaf tuan,ini laporannya." ucap Batsyua menyerahkan laporannya pada Arshal. Arshal mengangguk pelan, "dimana Adara?" tanya Arshal menatap kearah Bastyua.


Tunggu? kenapa bos menanyai Adara? ya ampun tuh anak buat masalah kah? Oh Adara nyawamh tidak aman sekarang,kenapa pula kau tidak datang hari ini sih??. gerutu Batsyua dalam hati.


"aku bertanya padamu Batsyua." ucap Arshal dingin membuat Batsyua bergidik ngeri.


"maaf tuan,Adara hari ini tidak datang ke kantor."


"dia tidak ada memberikan kabar apapun." ucap Batsyua sambil tertunduk pelan.


"ya sudah,kau boleh pergi." ucap Arshal langsung mengambil ponsel dan kunci mobilnya. "Eh kau,tolong jaga Raid sebentar." ucap Arshal berlalu meninggalkan Batsyua yang belum menjawab sepatah katapun.


"ya ampun,tuan Arshal arogan itu." gerutu Batsyua lagi lalu memandang bocah yang sedang bermain didalam box bayi. Tetapi,netra matanya tertuju pada tetesan darah yang berserakan dilantai. Ia pun mengikuti arah darah itu berasal dan terkejut mendapati kamar mandi tuannya banyak belumuran darah di wastafel dan cermin sudah tidak berbentuk lagi.


"astaga,tuan Arshal sangat menyeramkan." merindingnya menatap hal itu,ia pun kembali menemui Raid.


"Arshaal!!!" teriak seseorang membuat Batysua terkejut bukan main,ia pun menoleh cepat melihat pria yang mirip dengan tuannya itu datang dan berjalan menuju kearahnya.


"eh? dimana Arshal?" tanya Daiyan celingak-celinguk mencari keberadaan Arshal.


"tuan sedang pergi." ucap Batsyua sopan,lalu ia kembali bermain dengan Raid.


Daiyan mendekat kearah Batsyua,Batsyua salah tingkah sedikit menggeser tubuhnya untuk tidak terlalu dekat dengan Daiyan. Aroma pria itu sangat menenangkan bagi Batsyua,namun kesadarannya membuat dirinya langsung sadar jika tindakannya salah.

__ADS_1


Sial,bagaimana bisa-bisa aku menghirup aroma pria ini. sesal Batsyua.


"Emangnya dia kemana?" tanya Daiyan.


"saya tidak tau tuan,tetapi saya disuruh menjaga Raid sampai tuan kembali." jelas Batsyua lagi.


"ooo."


"tuan ingin minum?" tanya Batsyua menawarkan kembaran bosnya untuk minum.


"buatkan aku latte tetapi gulanya dikit dan aku mau kau sendiri yang membuatnya." ucap Daiyan tersenyum miring kearah Batsyua.


Batsyua menghela napas pelan, "lalu siapa yang menjaga Raid tuan?"


"ada aku." ucap Daiyan bangga.


Batysua mau tak mau harus menuruti kemauan Daiyan. Saat Batsyua hilang dari pandangan Daiyan,ia pun tersenyum tipis lalu memandang Raid.


"Raid,kamu mau nggak om dekat sama Tante tadi?" tanya Daiyan meminta persetujuan si bocah.


Sedangkan Raid tidak merespon ucapannya membuatnya menghela napas pelan. "hei apa yang harus kita lakukan sekarang??" gumamnya dengan bocah kecil itu. Perlahan-lahan Daiyan mulai dekat dengan keponakan mendadaknya itu.


"keponakan mendadakku,kau mau eskrim nggak? biar ikut sama uncle tampan." seru Daiyan menggedong Raid dan berjalan keluar tanpa memperdulikan seseorang yang sibuk membuat latte miliknya.


Batsyua yang selesai membuat latte milik Daiyan,ia pun berjalan kearah ruangan Arshal. Dan terkejut tidak mendapati seorangpun didalam ruangan.


"sial,mereka kemana?? habislah aku tadi disuruh jagain Raid. Cih,nanti aku pula yang disemprot tuan Arshal karena nggak becus jaga Raid." gerutu Batsyua. Ia pun bergegas menghubungi saudara kembar bosnya itu.


"damn! bisa-bisanya dia tidak mengangkat teleponku. Daiyan sialan kau membuatku dalam masalah besar!! kemana kau membawa tuan muda?!" umpat Batsyua kesal menendang sofa. Tetapi bukannya meredahkan amarahnya malah bertambah karena kakinya kesakitan setelah menendang sofa itu.


"aduh sakit!!" gerutunya memegang bagian tulang keringnya.


Batsyua begitu kesal dengan Daiyan. Memang sejak pertemuan pertama dengan Daiyan,selalu membuat emosi Batsyua mendidih. Beruntung Batsyua masih mengingat batasnya sebagai karyawan bukan lebih membuat dirinya selalu sabar. Jika tidak,sudah ia cincang bulat-bulat pria itu.

__ADS_1


__ADS_2