I'M Behind You,Arshal

I'M Behind You,Arshal
Bab 35


__ADS_3

Hazel tersenyum puas saat mendengar hal itu dari putranya, "akhirnya kau membuka rahasiamu anak muda." seru Hazel menepuk pundak Arshal. Arshal menyerngit menatap heran kearah Hazel.


"tunggu,apa jangan-jangan mama ta—"


"iyaap benar sekali. Astaga kamu gila banget ya Shal,nyembunyiin hal sebesar itu dari mama. Ayok Kita ajak istri kamu itu." seru Hazel langsung membuka pintu tanpa menunggu Arshal dan Muaz.


"maa." panggil Arshal terkejut dengan tindakan Mamanya,sedangkan Muaz menepuk pelan pundak putranya, "ck,kayak kamu nggak tau aja mama mu kayak mana." desisnya langsung menyusul istrinya yang mengejar menantu dadakannya itu. Ia juga tidak habis pikir putranya begitu nekat menyembunyikan semua ini dari mereka semua.


Arshal menghela napas sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Tetapi,dirinya begitu bersyukur dan lega orang tuanya menerima kehadiran Adara begitu juga Raid. Arshal tersentak saat banyak orang mengklason panjang dan mengumpat kearahnya, Arshal pun sekilas meminta maaf dan segera memakirkan mobilnya.


Setelah memakirkan mobilnya,Arshal menyusul kearah orang tuannya yang tengah bersama Adara dan Raid. Tetapi,ia menyerngit bingung melihat interaksi mereka tampak tidak baik-baik saja membuat Arshal seketika cemas berlari menghampiri mereka.


"Arshal!" panggil Hazel saat melihat Arshal sudah menghampiri mereka. Arshal menelan saliva saat melihat raut wajah Hazel.


"kenapa maa?" lalu ia melirik kearah Adara yang menatap mereka kebingungan. Ia tampak ketakutan dan memeluk Raid erat.


"Oh,Adara jangan takut. Ini kedua orang tuaku." ucapnya pelan menghampiri istrinya,ia pun menggenggam tangan Adara. Adara menoleh kearahnya pelan.


"ada apa dengannya Arshal?" tanya Muaz.


"dia amnesia paa,Karna kecelakaan satu tahun yang lalu."


"kenapa kamu nggak bilang mama sayang?" ucap Hazel cemas,ia pun menghampiri menantunya. "maafkan mama buat kamu bingung nak,mama tidak tau kalau kalian mengalami kejadian ini."


Adara menoleh kearah Hazel, tersenyum tipis. "tidak apa-apa Tante,saya mengerti. Saya minta maaf karena tidak mengetahui apa-apa." sesal Adara pelan. Ia sama sekali tidak mengingat apapun yang berkaitan dengan Arshal. Hatinya begitu sesak karena belum menemukan jawaban apapun tentang semua ini.


"panggil saja mama sayang,kamu tidak perlu takut sayang. Kita akan bantu kamu ingat pelan-pelan." ucap Hazel mengelus kepala Adara. Adara begitu terharu dengan perlakuan Hazel spontan langsung memeluk Hazel. Arshal langsung mengambil Raid dari pelukan Adara. Dan membiarkan kedua wanita yang ia sayangi itu berpelukan. Adara menangis dalam pelukan Hazel.


Muaz sekilas mengusap air matanya yang ikut larut dalam perasaan itu,ia pun melirik kearah Arshal lebih tepatnya kearah Raid, cucu nya. Muaz tersenyum tipis memandang bocah kecil yang menggemaskan itu.


"heh tak kusangka kau sudah punya anak saja Arshal." kekeh Muaz membuat Arshal menoleh kearahnya.


"oh iya dong. Papa mau gendong dia nggak?" tawar Arshal langsung menyerahkan Raid pada Muaz. Muaz menggerutu kesal karena anaknya seenaknya memberikan Raid padanya,padahal dirinya belum siap menggedong anak kecil,putranya justru memberikan Raid padanya.

__ADS_1


"nah tuh bisa paa." ucap Arshal terkekeh pelan melihat papanya kewalahan memegang Raid.


***


Perkumpulan keluarga yang mendadak itu tampak terlihat harmonis. Apalagi Hazel dan Muaz tampak senang bermain dengan cucunya. Mereka tidak menghiraukan Arshal berbicara dan sibuk bermain dengan Raid.


"huft,ya ampun mereka." gerutunya menatap kedua orang tuanya itu. Namun dalam hatinya bersyukur,semuanya baik-baik Saja. Kalau tahu reaksi kedua orangtuanya akan seperti ini, mungkin satu tahun yang lalu ia membeberkan statusnya dan istrinya tidak akan mengalami kecelakaan saat itu.


Adara terlihat senang dengan apa yang dilihatnya,ia pun melirik kearah Arshal. "hmm tuan." panggilnya pelan. Arshal berdecak pelan lalu ia melirik kearah Adara.


"panggil namaku saja sayang,aku ini suamimu." ucap Arshal pelan.


Adara menggaruk tengkuknya tidak gatal,dirinya saja masih bingung dengan apa yang terjadi. "hmm baiklah tu—Arshal maksudnya." ucap Adara lagi.


Tak berapa lama kemudian Daiyan datang tergesa-gesa menghampiri Arshal,tetapi dirinya begitu terkejut dengan adanya Adara disini.


"eh Adara? kau disini syukurlah!!" ucapnya lega mendapati kakak iparnya ada disini. Ia sudah cemas karena daritadi tidak menemukan kakak iparnya didekat apartemennya.


Hazel menatap Daiyan, "dasar kalian sengkokolan menyembunyikan hal ini dari mama." gerutu sang mama melirik kedua putra kembarnya.


"ya ampun nih anak memanglah!!" gerutu Hazel melempar bantal kecil kearah Arshal.


"awas kau Yan,hadiah yang kujanjikan tidak akan aku kasih." ancam Arshal lagi.


"terserahlah, paling hadiahnya biasa aja." ucap Daiyan acuh tak acuh.


Arshal tersenyum miring, "tapi aku ingin kasih kau hadiah sesuatu loh,malah spesial."


Daiyan tampak tergiur berusaha tidak menampakkan rasa penasarannya.


"yakin nggak mau nih? kalau nggak ya sudah,hadiahnya hangus." seru Arshal menarik perhatian Daiyan.


Tapi,kenapa perasaanku tidak enak yaa?? gumam Daiyan dalam hati.

__ADS_1


Arshal merogoh ponselnya dan menelpon seseorang, "besok,kamu kerja sebagai sekretaris Daiyan." ucapnya pelan lalu menatap Daiyan.


"hadiah? maksudmu hadiah apa yang kau kasih? kenapa kau malah menyuruh orang untuk jadi sekretarisku? siapa yang kau suruh?" tanya Daiyan bingung.


"bukan hadiah sih namanya,tapi kasih sayang spesial dari aku. Dan kau akan berterimakasih padaku besok." ucap Arshal mengulum senyum.


"cih,terserahlah." sahutnya malas menanggapi saudaranya. Sedangkan Arshal hanya diam tersenyum smirk menatap adiknya.


Cih,aku penasaran dengan reaksi kau besok. Selamat menikmati hadiah dariku Daiyan. gumam Arshal dalam hati.


Daiyan berjalan menuju kedua orang tuanya, "maaa paa kalian ngapain kesini? tumben sekali." tanya Daiyan menatap kedua orang tuanya.


"kau nampak nggak senang kami disini." ketus Hazel.


"eh bukan itu maa,tapi tidak biasanya kalian disini itu saja." elak Daiyan lagi.


Hazel dan Muaz tampak saling melirik,sepertinya anak-anaknya belum tau ada sesuatu yang penting.


"kalian udah dengar keadaan Almo belum?" tanya Muaz menatap Daiyan dan Arshal.


Arshal menyergit heran,tumben sekali nama sepupunya disebut. "kenapa memangnya paa?"


"dia kecelakaan." ucap Hazel pelan sontak membuat keduanya terkejut,tetapi tidak dengan Adara yang hanya diam mengamati mereka.


"kok bisa? apa yang terjadi padanya?" tanya Daiyan.


"makanya mama datang kesini nak,mama ingin tau apa yang terjadi sebenarnya. Almo saat ini koma,jadi kita belum bisa bertanya padanya tentang apa yang terjadi." jelas Hazel lagi.


Baik Arshal dan Daiyan mereka terdiam,sepupunya itu kalau bisa dibilang sepupunya itu misterius. Tetapi,walaupun begitu mereka tetap saling menyayangi satu sama lain.


"kecelakaannya disengaja?" tebak Arshal langsung dianggukan oleh Hazel.


"terakhir kata warga yang menemukan ikat rambut wanita didalam mobil Almo. Kemungkinan besar,Almo bersama dengan wanita pas malam itu,tetapi masih belum ada kejelasan tentang kecelakaan itu disebabkan apa." jelas Hazel lagi.

__ADS_1


Bersama wanita? sejak kapan Almo dekat dengan wanita? aku sangat tahu sekali dia itu sangat dingin dengan wanita karena setelah pengkhianatan yang terjadi di masa lalu. Apa yang sebenarnya terjadi?? gumam Arshal dalam hati.


__ADS_2