I'M Behind You,Arshal

I'M Behind You,Arshal
Bab 47


__ADS_3

Melihat Adara sudah terlelap tidur tidak membuat Arshal lelah melihat bidadarinya. Ia melirik ke samping dan sedikit terkejut dengan pemandangan yang tidak terduga. Dimana Daiyan tertidur menemani Batysua sambil menggenggam tangan wanita itu.


Pikiran iblisnya pun muncul,sambil tersenyum seringai ia mengabadikan moment itu diponselnya. Siapa tau hasil gambar yang ia ambil akan berguna kedepannya untuk membuat saudara kembarnya itu bertekuk lutut padanya. Ia sangat tahu jika Daiyan sangat gengsi dengan namanya perempuan.


"ck,aku nggak nyangka Yua bakalan jadi adik iparku kalau mereka sampai nikah." ucapnya pelan memandang kedua manusia itu. Tetapi,jauh dari lubuk hatinya ia setuju jika Daiyan menikah dengan Batsyua. Wanita itu sangat baik untuk adiknya.


Arshal langsung menoleh kearah Adara yang terlihat menggeliat, "kenapa sayang? kau ingin sesuatu?"


"haus." ucapnya pelan,dengan sigap Arshal langsung mengambil air putih lalu ia letakkan sedotan didalamnya agar mempermudah istrinya untuk minum.


"ada lagi sayang kau butuhkan?" tanya Arshal saat melihat Adara selesai minum. Adara menggeleng pelan,ia tersenyum tipis menatap suaminya yang begitu perhatian dengannya. "maaf ya Shal,aku masih belum mengingat tentang kita." lirihnya pelan.


"kau tidak perlu minta maaf Ra,ini cobaan untuk kita berdua,aku yakin suatu saat kau akan mengingat kisah kita." ucap Arshal tersenyum sambil mengelus kepala istrinya. "jalani saja hidup ini,aku sangat bersyukur akhirnya bisa bertemu denganmu lagi. Jika tidak,mungkin saja aku masih terpuruk."


"jangan katakan itu Shal,meski aku nggak ada kau harus tetap semangat hidup. Aku tidak ingin kau menderita."


"jangan katakan kalimat itu,kau seperti ingin meninggalkanku saja." ucapnya resah,ia pun langsung ikut baring disamping istrinya dan memeluk erat seolah-olah tidak ingin kehilangan lagi cintanya.


Arshal dan Adara sama-sama diam menatap langit ruangannya. Sebenarnya pria itu terus berharap agar ingatan istrinya kembali,namun ia harus lebih bersabar lagi menunggu saat itu. Ia kembali teringat saat pertemuannya dengan Adara,pertemuan yang tidak terduga sampai ia terikat dalam pernikahan ini.


#Flashback On


Suasana kampus pagi itu sedikit mendung,banyak mahasiswa lalu lalang berkeliaran dekat kampusnya itu. Tidak terkecuali seorang pria tampan yang tampak dingin dan enggan didekati oleh siapapun. Pria itu sangat tertutup membuat semua orang segan padanya. Arshal memandang malas suasana sekitaran kampus yang terlihat sama dari tahun ke tahun,tidak ada perubahan yang membuat pria itu terlihat bosan memandangnya.

__ADS_1


Melihat banyak teman sebayanya yang melakukan aktivitas seperti mengikuti organisasi dan kegiatan lain, dirinya malah selalu langganan masuk ke perpustakaan. Bukan karena rajin ia pergi kesana melainkan untuk bersemedi ditempat ber-AC itu.


Ia selalu memakai earphonenya kemana-mana,tidak ingin mendengar kebisingan dari siapapun. Ia ingin hidupnya tentram,aman,damai.


Braaak.


Arshal mengumpat kesal saat ada yang menabrak dirinya hingga jatuh. Tidak bisakah gadis itu mengendarai sepeda dengan benar? kenapa harus menabraknya?.


Gadis berkuncir satu itu panik dan langsung menghampiri Arshal tanpa memperdulikan darah yang mengalir dilututnya. Ia langsung membantu Arshal berdiri,namun langsung ditepis oleh pria itu. "lepas."


Adara memberengut kesal tetapi berusaha untuk tetap sabar. "maaf,saya tidak sengaja." sesalnya pelan,jika saja ia tidak mengejar waktu masuk pelajaran mungkin dirinya tidak akan laju-laju mengendarai sepedanya.


"makanya kaya pakai sepeda tuh yang benar,kalau nggak bisa,nggak usah pakai." ketusnya sebelum berlalu meninggalkan gadis yang terbengong mendengar ucapannya.


"apa sih pria itu,dasar manusia aneh." gerutunya lalu melanjutkan mengendarai sepeda menuju ke kelasnya. Sesampai dikelasnya,ia pun mengendap-endap masuk saat dosen dikelasnya mengajar didepan. Keberuntungan berpihak padanya. "syukurlah." gumamya bernapas lega. Tanpa ia sadari jika ia duduk disamping pria yang ia tabrak tadi.


Adara celingak-celinguk mencari suara itu sampai matanya melirik kearah seseorang disampingnya. "eh? kau?" ucapnya terkejut. Sial sekali hidupnya hari ini bertemu dengan pria menyebalkan itu.


Arshal mengedik bahu,namun matanya sempat melirik kearah lutut Adara yang terlihat memerah dan banyak berceceran darah. Entah gadis itu sadar atau tidak,ia pun tidak peduli. Toh,yang luka dia kenapa dia pula yang harus repot.


Perkataan tidak sesuai pikirannya,ia berdecak pelan lalu merogoh tasnya untuk mengambil tisu,lalu ia lempar kearah Adara. "bersihkan lukamu itu bodoh."


Adara terlihat kesal,namun ia menyergit heran saat pria disampingnya ini menyebutkan luka,sontak ia langsung melihat lututnya dan baru terasa nyeri dibagian luka itu. "aw sakit."

__ADS_1


"cih,lama sekali respon otakmu bekerja,cepat bersihkan sebelum berceceran kemana-mana." ketusnya lagi.


"terimakasih." ucap Adara tulus,ia pun langsung membersihkan luka dilututnya. Semua kegiatan itu tak luput dari pandangan Arshal,entah mengapa gadis itu berhasil menarik perhatiannya.


Usai pelajaran selesai,ia pun langsung bergegas membereskan bukunya dan bersiap-siap untuk bekerja. Adara begitu semangat walaupun kakinya masih terasa ngilu akibat jatuh tadi. Sebelum dirinya bekerja,ia pun langsung bergegas pulang ke rumahnya. Untuk kerumahnya ia harus melewati gang yang sempit sambil mendorong sepedanya.


"wah ada gadis cantik nih." gumam seseorang membuat kuduk bulu Adara merinding. Tak hanya satu orang melainkan tiga orang ikut bersiul kearah Adara. Ia yakin saat ini situasinya sangat berbahaya da harus segera pergi dari sana.


Adara ketakutan,namun ia terus berpikir untul keluar dari situasi yang berbahaya. Terlihat ada celah,ia pun langsung menjatuhkan sepedanya dan berlari kencang kabur dari para preman itu. Melihat Adara sudah kabur membuat para preman itu langsung mengejar Adara. Adara terus berlari tak tentu arah,dirinya berharap agar tidak ketahuan oleh para preman itu.


Napasnya tersengal-sengal dan ia terus celingak-celinguk mencari tempat persembunyian sampai ia akhirnya melihat sebuah kos yang sederhana namun terlihat nyaman. Tanpa berpikir panjang,ia pun langsung berlari menuju seseorang yang sedang melamun didekat pagar rumahnya.


"hei,tolong bolehkan aku sembunyi disini?" pinta Adara memohon pada Arshal. Siapa sangka jika dirinya kembali bertemu lagi dengan pria menyebalkan itu.


"tidak boleh,untuk apa kau masuk kedalam kosku??" ketusnya tidak suka. Adara berdecak pelan sementara para preman itu terus berlari mencarinya.


"ah sialan,cepat bolehkan aku masuk." tanpa menunggu izin dari sang pemilik, Adara langsung menarik tangan Arshal masuk kedalam kosnya. Biarlah dengan tindakan Adara yang terlihat tidak sopan asalkan dirinya selamat dari cengkraman preman itu.


Arshal berdecak kesal saat gadis itu seenaknya masuk kedalam kosnya. Sungguh ia risih hanya berdua saja didalam kos itu. Ia pun langsung mengusir gadis itu dari kosnya.


"keluar sana!" sentaknya namun tidak membuat Adara beranjak dari tempatnya. "nggak mau,nanti,mereka menangkapku." cercanya. Namun ditengah perdebatan tersebut,keberuntungan tidak berpihak pada mereka. Tatapan ketua RT seketika berubah saat melihat Adara dan Arshal yang tidak muhrim berada dalam satu tempat.


"apa yang kalian lakukan?!" bentak ketua RT itu,tidak habis pikir ada juga mahasiswa yang melakukan hal itu. Setelah diserbu dan siram rohani oleh ketua RT akhirnya merekapun langsung dipaksa menikah dihari itu juga. Dengan mahar kalung liotin emas milik mamanya Arshal membuat mereka langsung terikat janji suci.

__ADS_1


Arshal tidak percaya jika dirinya sudah menikah,ia pun menggerutu kesal menatap gadis yang kini sudah resmi menjadi istrinya yang merupakan dalang dari semua ini. "kau harus bertanggung jawab Adara." ucapnya dingin meninggalkan Adara sendirian dikamar.


"huft."


__ADS_2