
Daiyan berlari kembali menuju ruangan Batysua saat ini,dengan tergesa-gesa ia membuka pintu dan lagi-lagi membuat penghuni didalamnya terkejut.
"ish,kenapa kau lari-lari Yan?" ketus Batsyua menatap bosnya tergesa-gesa berjalan kearahnya.
"ayo kita keatas!" ajaknya membuat Batsyua bingung.
"eh,aku masih belum mau mati Yan, ngapain kau ajak-ajak aku??" tanya Batsyua terkejut.
"ish,bukan ngajak mati. Tapi kita pergi keruang mama saat ini sekarang!" kesalnya menatap Yua. Bisa-bisanya wanita itu mikir sampai kesana.
"nyo-nya kenapa?"
"mama sakit,kau bisa manggil mama aja. Nggak usah manggil nyonya kayak gitu." serunya mengambil kursi roda disamping kasur Yua. Tanpa izin,Daiyan menggedong Yua ala bride style ke kursi roda. Bahkan membuat Yua sampai tidak berkata-kata melihat tindakannya yang barusan.
Daiyan langsung mendorong kursi roda itu mendekati lift,tujuannya memang keruang mamanya. Sambil menunggu lift terbuka,ia mengetik sesuatu diponselnya lalu memasukkan kembali kedalam saku saat melihat pintu lift terbuka. Buru-buru ia masuk kedalam dan memencet angka lift tempat mamanya saat ini dirawat.
"nyo—hmm maksudku mama sakit apa?" tanya Batsyua penasaran. Baru kali ini ia melihat Daiyan terlihat begitu khawatir. Yua menghela napasnya lalu menggenggam tangan Daiyan. "tenanglah,kau tidak perlu terburu-buru. Aku yakin mama baik-baik saja." ucapnya menenangkan Daiyan.
"apa aku terlihat gelisah?" tanya Daiyan mengerut,Batsyua mengangguk pelan. "keringat kau bercucuran Yan."
"cih,baru kali kau ngomong santai denganku."
"ya udah aku bahas formal lagi. Saya akan menuruti perintah anda tu—" Mata Batsyua melotot saat pria itu tanpa izinnya mencium bibirnya cepat.
"Daiyan!!" pekiknya menatap tajam kearah Daiyan. Daiyan tersenyum miring, "kalau kau berani bahasa formal denganku, siap-siap kau mendapatkan ciumanku!" ancamnya membuat Batsyua mengepalkan tangannya keudara.
"sialan." umpatnya pelan sambil menghembuskan nafas kasar sambil memalingkan wajahnya dari Daiyan. Percayalah saat ini bisa dipastikan wajah Yua seperti kepiting rebus. Jantungnya saat ini berdegup kencang tidak karuan,mengingat ciuman tadi.
Sedangkan Daiyan tersenyum samar melihta raut salah tingkah Batsyua dari bayangan cermin didepannya. Entah wanita itu menyadari atau tidak,yang jelas saat ini ia menangkap basah ekspresi Batsyua.
***
Hazel tersenyum lebar sambil memakqn potongan mangga yang sudah dikupas oleh anaknya sendiri. Yap,Arshal harus banting stir mendadak jadi tukang kupas mangga untuk mamanya,padahal ia saat ini sangat merindukan keluarah kecilnya dirumah.
"maa,aku udah siap potong buahnya,boleh aku pergi?"
tanya Arshal pelan. Hazel menatap kesal kearah Arshal, "cih, mentang-mentang udah punya keluarga,kamu lupakan mama!" udahlah sana pergi!" usir Hazel cemberut. Jelas kalau sudah kayak gini,ia tidak bisa nekat keluar,ia hanya bisa mengirim pesan pada istrinya itu.
"hmm bagaimana dengan menantuku?" tanya Hazel menatap Arshal yang terus-menerus membuang napas. Arshal menoleh kearah mamanya, "baik kok,tapi aku boleh pulang nggak maa?"
"kan udah mama bilang silahkan,sekalian kamu dicoret dari keluarga!"
Oh ya ampun,Daiyan cepatlah kembali!!!
Tak lama setelah itu,Daiyan muncul membuat senyum Arshal merekah seketika. "yes,kau akhirnya datang juga. Tolong jaga mama yaa,aku mau pulang!" seru Arshal buru -buru menyalami mamanya dan berlari keluar tanpa menghiraukan panggilan mamanya.
"dasar anak durhaka,padahal mama mau nitip beli barang-barang di mini market." lirih Hazel pelan,ia sangat ingat barang-barang dirumah sudah mulai habis bahkan ada yang mau kadaluarsa.
Batsyua menelan saliva pelan,melibat wanita paruh baya yang tengah duduk sambil menatapnya dengan senyuman hangat membuatnya sedikit berani mendekati Hazel.
__ADS_1
"assalammualaikum maa."
"wa'alaikumsalam,silahkan duduk disini!" seru Hazel menyuruh Daiyan berjalan kearahnya. "mama butuh apa? menantu kan? tuh dah ada!" seru Daiyan menunjuk kearah Batsyua. "gimana maa keren kan aku??" serunya membanggakan dirinya.
"biasa aja." ucap Batsyua spontan membuat semuanya menoleh kearahnya.
"Bu-bukan maksud kalian kok,hanya aja spontan terbilang tadi."
"terserah kau saja. Kita akan menunggu orang lagi!" serunya membuat wanita itu kebingungan. Siapa yang dia tunggu? wanita? atau jangan-jangan pacar Daiyan??" gumamnya pelan. Daiyan yang mendengar hal itu langsung menyentil kening Batsyua.
"aw,sakit Daiyan!" kesalnya,ia bahkan lupa jika orang tua Daiyan berada disini melihat interaksi mereka.
Tok...tok.
"permisi!" seru bapak tua yang berada diambang pintu menatap semuanya dengan keheranan. "saya nggak salah masuk kamar kan pak?"
"nggak,memang benar disini. Ayo pak silahkan duduk!" seru Daiyan membawa pria paruh baya itu mendekat dengan mama. Sedangkan Muaz menatap heran kearah pria itu, "siapa yang mau nikah?" tanya Muaz saat menyadari pakaian pria paru baya itu.
"aku dan Yua!" seru Daiyan tegas membuat Hazel yang tengah makan langsung tersedak. Begitu juga Batsyua yang melotot kearah Daiyan.
"hah! yang benar ajalah!" gerutunya tidak terima. Ini pernikahan bukan permainan. Ia berprinsip untuk satu kali menikah dalam hidupnya.
"iyaa aku serius!" ucap Daiyan menyakinkan Batsyua. Batsyua menghela napas,baru kali ini ia melihat orang yang dilamar mendadak menikah dihari itu juga.
Hazel tersenyum gembira,ia tidak menyangka jika putra bungsunya cepat mengambil tindakan yang bagus. "mama salut sama kamu!" serunya mengacungkan jempol kearah Daiyan.
"tunggu...tunggu,tapi aku tida—"
"apa,bagaimana mungkin?!"
***
Siapa cepat dia duluan. Entah Batsyua terlalu semangat atau suaminya yang terlalu lambat. Ia pun tidak tau. "cepatlah kasih tau,ntar susah lagi orang bakalan ramai disana." kesalnya pelan memandangi lautan manusia didepannya. Yap,dihari itu,hari yang mengejutkan untuk Batsyua sampai kapanpun menyandang menjadi istri dari Daiyan.
Daiyan menggandeng tangan istrinya melewati kerumunan yang menyeruak mendatangi pernikahan Almero dan Ara. Mereka tidak menyangka jika pasangan itu akhirnya bersatu dalam ikatan suci setelah melewati beberapa rintangan yang menyambar perjalanan mereka.
Jangan tanya lagi soal Almero bagaimana pria itu bisa menaklukkan hati seorang Ara yang begitu tomboi. Apalagi setelah mendapatkan restu dari sang nenek tiri yang otomatis menjadi ibu mertuanya saat ini.
"selamat atas pernikahan kalian!!" Seru Adara tersenyum lebar pada kedua pasangan tersebut. Hubungan Adara dengan keluarga besar Arshal semakin dekat dan membuat mereka saling mengenal satu sama lain. Ara menyambut dengan suka cita Adara,apalagi ia begitu gemas melihat ketampanan Raid yang persis seperti Arshal.
"duplikat Arshal banget nih." ucap Ara membuat Adara terkekeh pelan, "hehehehe,mau gimana lagi kan dia bapaknya,kalau nggak mirip nah baru itu dipertanyakan anak siapa." selorohnya.
"hahaha iya juga,doain aku nyusul juga yaa." bisiknya pelan,ia tidak ingin suaminya itu mendengar ucapannya barusan. Bisa-bisa pria itu langsung tersenyum seringai meledeknya.
"apa yang kalian bisikkan?" tanya Almo menatap mereka berdua. Adara menggeleng pelan, "urusan wanita. Kau jaga baik-baik yaa Ara."
"tanpa kau kasih taupun aku akan tetap melakukannya."
"cih,sombong sekali. Ya sudahlah,aku mau makan dulu. Sepertinya cemilan disana pada enak-enak,dah!"
__ADS_1
"dasar bumil." ledek Almo tetapi tidak dihiraukan oleh Adara. Ibu hamil yang satu itu lebih tertarik dengan kue-kue yang tersedia disana. Bahkan suaminya yang setampan itu tidak diliriknya.
"Adara." panggil seseorang membuat Adara berhenti memakan kue ditangannya,jantungnya berdetak kencang saat mendengar suara itu. Ia pun langsung menoleh kearah orang itu.
Plaaak.
Semua mata terkejut melihat kejadian itu,begitu juga dengan Arshal langsung berlari menghampiri istrinya. Ditatapnya tajam kearah wanita paruh baya itu yang berani menampar istrinya.
"kembalikan anakku!!!" sentaknya hendak menampar pipi Adara lagi,beruntung Arshal langsung menahannya. "tolong jangan buat keributan disini!" ucapnya penuh tekanan.
"kembalikan Leta padaku!!"
"Leta itu anakku!" seru Bu Iva berjalan menghampiri mereka disana. Bu Iva melirik kearah Adara sambil tersenyum tipis. "aku ibu kandung mereka,Adara dan Leta!" ucapnya tegas.
"buahaha anak? anak kandung? ibu macam apa kau yang tidak tau keberadaan anak kau sendiri hah?! aku yang membesarkan mereka bukan kau!!"
"aku memang membuat kesalahan, tetapi aku tidak tinggal diam kalau kau menuduhku tidak-tidak. Silahkan pergi atau aku telpon polisi!" ancamnya tetapi tidak membuat Bibi Elnara menggigil ketakutan.
"panggil saja,lagian aku tidak peduli!" kesalnya dengan cepat Bu Iva menyuruh petugas keamanan membawa Bibi Elnara menjauh dari pesta pernikahan Almero.
"maaf semuanya,karena ada insiden kecil tadi,kami mohon maaf. Silahkan dilanjutkan pestanya." ucap Bu Iva sopan.
Adara masih tertegun melihat senyuman Bu Iva tadi,apalagi mendengar pengakuan jika ia dan Leta memang anaknya.
"ibuu."
"sudahlah jangan nangis nak,maafkan ibu." lirihnya menggenggam tangan Adara. Sungguh keajaiban luar biasa ia dipertemukan kembali dengan anak kandungnya.
Bagi Adara ini adalah hari yang terbaik yang pernah ia rasakan saat ini. Ia bersyukur diberi kesempatan hidup setelah kejadian dulu, mempunyai suami seperti Arshal dan ibu mertua seperti Hazel sungguh membuat dirinya menjadi sempurna. Air mata kebahagiaanpun tidak bisa mengungkapkan apapun perasaannya saat ini.
Lalu Leta,saat ini wanita itu masih mendekam dipenjara. Ia terlihat lebih banyak diam dan tidak melakukan aktivitas apapun sehingga membuat Adara ingin menurunkan masa dihukumnya.
"huft,lelah juga." ucapnya sambil mengelus perutnya yang sedikit buncit,Ia tersenyum tipis setiap ada yang lewat depannya sampai-sampai petugas rumah sakit tergopoh-gopoh pulang. Adara berjalan menghirup udara dalam pepohonan yang indah didepan matanya.
"kau suka?" tanya Arshal memeluk istrinya dari belakang sambil mengelus perut istrinya. Adara berbalik menatap suaminya lekat. "sukalah, terimakasih sayang!" Arshal tersenyum lalu ikut duduk disamping istrinya . Bagi mereka perjalanan rumah tangga mereka bisa dikatakan ini seperti sebuah mimpi.
Tamat
Assalammualaikum,karena udah mau dekat bulan Ramadhan,aku mengucapkan minal Aidin wal fa'izin ,Mohon maaf lahir dan batin semua🙏
Terimakasih sudah setia membaca,tanpa kalian ceritanya ini tidak akan selesai dengan baik. Boleh ngirim saran atau kritik tentang ceritaku yaa tapi tolong menggunakan bahasa yang sopan🤗
Nah,jangan lupa mampir karyaku yang lain,
-Shattered
-I Know Your Secret
-Please Forgive Me
__ADS_1
-I'M Your Wife
thank you!!