
"Ahmad ingin menebus semua kesalahan itu, yah. Ahmad ingin meminta langsung pada ayah untuk menjadikan Arini istri" Ahmad menarik nafas panjang mengurai rasa gugupnya.
"Ahmad berjanji akan membahagiakan Arini semampu Ahmad" ucapnya lagi. Terlihat bulir keringat membuncah di dahinya walau suasana ruang tengah itu berAC.
Ayah Arini menatap Papa Ahmad dan istrinya. Kedua orang tua Ahmadpun masih diam menunggu hal apa yang terjadi selanjutnya. Hening...
"Ahmad minta maaf, Yah. Selepas dari Amerika Ahmad terus berusaha mencari Arini sejak dua bulan yang lalu. Tapi Ahmad tidak mendapatkan petunjuk sedikitpun, sampai akhirnya pertemuan tak sengaja itu terjadi." Ahmad menarik nafas demi mengumpulkan kekuatan di tengah keheningan keluarga yang berkumpul.
"Ahmad anggap ini jalan yang disiapkan Allah untuk kami. Karena itu dengan tulus dan rendah hati Ahmad melamar Arini untuk yang kedua kalinya untuk menjadi istri Ahmad. Ahmad tidak bisa berjanji berlebihan tetapi satu yang bisa Ahmad pastikan. Arini tidak akan kekurangan apapun dalam hidupnya, InsyaAllah"
"Ayah dan Mama menyerahkan semua kepada Arinai. Masalah yang sudah lewat biarlah menjadi pelajaran. Takdir yang diterima dengan ikhlas ibsyaAllah membuahkan bahagia yang baik setelahnya. Ayah menerima lamaranmu. Ayah minta secepatnya pernikahan dilaksanakan walau dengan cara sederhana" panjang kalimat Ayah Arini melegakan hati Ahmad dan kedua irang tuanya.
Bunda Irene tersenyum lebar. Nampak raut bahagia terpancar di wajahnya.
"Bunda bahagia dalam situasi ini, Rin" bunda Irene mengelus kepala Arini yang tepat duduk di sebelahnya.
"Aku minta maaf, Liana. Semua ini bukanlah kehendak kami" bunda Irene bangun dan memeluk Liana ibu dari Arini yang merupakan sahabatnya sejak SMP.
Mama Arini tersenyum haru.
__ADS_1
"Sudahlah. Aku turut berduka atas kepergian putramu dalam tragedi itu. Bagaimana kabar cucumu?" mama Arini mengalihkan tema pembicaraan agar tak ada kesedihan antara mereka.
" Mereka masih di Amerika. Dan akan terus disana. Mereka baik-baik saja. Nanti mereka akan menyusul ke Indonesia ketika Ahmad menikah"
"Sebaiknya kita segera menentukan hari pernikahan" ucap suara berat milik mr. Ainsley Al Akhtar yang berhadapan dengan ayah Arini.
"Aku ingin secepatnya dilaksanakan. Karena aku tidak bisa berlama-lama di rumah" kata ayah Arini yang langsung mendapat tatapan persetujuan dari keluarga yang hadir.
"Aku rasa kita perlu menanyakan pada mereka berdua" kata Papa Ahmad menatap putranya dan Arini yang sejak tadi diam menjadi pendengar.
"Bagaimana, Rin, Ahmad?" tanya mama Arini kepada anak-anaknya.
Arini menatap Ahmad dengan pasrah.
Perbincangan malam itu berjalan lancar walau sesekali ada rasa canggung Ahmad karena kesalahan masa lalunya. Akhirnya disepakati minggu depan pernikahan akan dilaksanakan secara sederhana di Jakarta, karena keluarga mereka hampir semua berada di ibu kota.
Malam itu berlalu dengan tenang antara dua keluarga inti. Ahmad menarik napas lega. Satu permasalahan besarnya telah usai. Keluarga Arini siap kembali ke Jakarta untuk melangsungkan akad nikah disana. Jadi diputuskan lusa mereka semua akan kembali ke Jakarta, sementara Ayah Arini masih harus kembali ke kantornya di kota Provinsi sebagai perwira TNI AD tidaklah mudah untuk meninggalkan tugas dinas.
Sedangkan Papa Ahmad dulunya adalah salah seorang pejabat di kedutaan Amerika yang berada di Indonesia, tetapi sekarang sudah mengundurkan diri karena mengurus perusahaan property yang dibangunnya sejak menikah dengan bunda Irene.
__ADS_1
tringgg...
Sebuah pesan masuk di ponsel Arini membuat pemiliknya menoleh dari buku yang dibacanya.
"Kamu bahagiakan? pesan dari Ahmad yang disertai emoticon jantung merah.
"Bahagia. Aku baru yakin bahwa kamu memang serius memperjuangkan aku untuk menjadi istrimu" tulis Arini dengan tersenyum bahagia.
"Berarti selama ini kamu meragukan ketulusanku!" πͺπͺπͺ Ahmad mengerutkan alisnya dan cemberut.
"Kurang lebih begitu" π€ͺπ€ͺ Arini menanggapi.
"Kamu dimana?"π€π€π€ Ahmad merasa tertantang dan agak tersinggung.
"Kamar. Kenapa?"π€π€balas Arini sambil menyeringai.
"Buka pintu kamarmu. Aku akan membuatmu semakin yakin akan ketulusanku"π‘π‘π‘π‘
Arini tertawa membaca balasan dari Ahmad.
__ADS_1
"Go to hell" balasnya lalu mematikan koneksi internetnya. Arini tertawa bahagia tanpa suara. Akhirnya selangkah lagi menikah muda realisasi dalam hidupnya.
Ahhhh...sungguh tak terbayangkan akan menjadi Ny. Ahmad Ainshley Al Akhtar. Malam itu Arini membaringkan tubuhnya dengan sejuta kebahagiaan.