ISHIHARA (Buta Warna- Kisah Nyata)

ISHIHARA (Buta Warna- Kisah Nyata)
Cerita Setulus Hujan 3


__ADS_3

Aku tahu bahwa gedungbimbingan belajar tempatku sekarang dahulunya adalah sebuah rumah. Aku tahu


demikian karena ruang- ruang belajar berupa kamar yang disekat. Desaininteriornya bagus sehingga suara antara kelas tidak menganggu kelas lainnya,


tertutup dilengkapi AC dan kipas angin.


Aku belajar di lantaiatas, berbeda dengan Adi. Selain itu Adi mendapatkan kelas siang. Sedangkan aku


mendapatkan kelas sore. Hari ini minggu, jadwal bimbingan belajar hari iniadalah pemberian motivasi, semangat dan nasihat- nasihat dengan pendekatan


Agama Islam. Mentor memberikan motivasi dengan menceritakan eksperiman tentang


monyet.


Dalam suatu penelitian yang dilakukan


*oleh para profesor di Amerika, ada 2 ekor monyet yang dimasukkan ke dalam satu*ruangan kosong secara bersama-sama. Kita sebut saja monyet tersebut Monyet A dan B.


Di dalam ruangan tersebut terdapat sebuah tiang, dan diatas tiang tersebut .nampak beberapa pisang yang sudah matang. Apa yang akan dilakukan oleh dua monyettersebut menurut anda ?


Setelah membiasakan diri dengan keadaan lingkungan di dalam ruangan tersebut, mereka mulai mencoba meraih pisang-pisang tersebut. Monyet A yang mula-mula mencoba mendaki tiang. Begitu


monyet A berada di tengah tiang, sang profesor menyemprotkan air kepadanya, sehingga terpleset dan jatuh. Monyet A mencoba lagi, dan disemprot, jatuh lagi, demikian berkali-kali sampai akhirnya monyet A menyerah. Giliran berikutnya


monyet B yang mencoba, mengalami kejadian serupa, dan akhirnya menyerah pula.


Berikutnya ke dalam ruangan dimasukkan monyet C. Yang menarik adalah, para profesor tidak akan lagi


menyemprot para monyet jika mereka naik. Begitu si monyet C mulai menyentuh tiang, dia langsung ditarik oleh monyet A dan B. Mereka berusaha mencegah, agar monyet C tidak mengalami `kesialan’ seperti mereka. Karena dicegah terus dan


diberi nasehat tentang bahayanya bila mencoba memanjat keatas, monyet C akhirnya takut juga dan tidak pernah memanjatlagi.


Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh para profesor adalah mengeluarkan monyet A dan B, serta memasukkan monyet D dan E. Sama seperti monyet-monyet sebelumnya, monyet D dan E juga tertarik dengan pisang diatas tiang dan mencoba memanjatnya. Monyet C secara spontan


langsung mencegah keduanya agar tidak naik. “Hai, mengapa kami tidak boleh naik ?” protes keduanya” dalam bahasa monyet tentunya. Ada teman-teman yang memberitahu saya, bahwa naik ke atas itu berbahaya. Saya juga tidak tahu,ada apa di atas, tapi lebih baik cari aman saja, jangan keatas deh” jelas monyet C.


Monyet D percaya dan tidak berani naik, tapi tidak demikian dengan monyet E yang memang bandel. “Saya ingin tahu, bahaya seperti apa sih, yang ada di atas … Dan kalau ada bahaya, masak iya saya tidak bisa menghindarinya ?” tegas monyet E. Walaupun sudah dicegah oleh monyet C dan D, monyet E nekad naik.


Dan karena memang sudah tidak disemprot lagi, monyet E bisa meraih pisang yang diinginkannya.

__ADS_1


“          Adik- adik, Manakah diantara karakter


diatas yang menggambarkan tingkah laku kamu saat ini ? Karakter A dan B adalah orang yang pernah melakukan sesuatu, dan gagal. Karena itu mereka kapok, tidak akan mengulanginya lagi, dan berusaha mengajarkan ke orang lain tentang kegagalan tersebut. Mereka tidak ingin orang lain juga gagal seperti mereka. Karakter C dan D, adalah orang yang menerima petunjuk dari orang lain, hal-hal


apa yang tidak boleh dilakukan, dan mereka mematuhinya tanpa berani mencobanya


sendiri. Karakter E adalah tipe orang yang tidak mudah percaya dengan sesuatu, sebelum mereka mencobanya sendiri. Mereka juga berani menentang arus dan menanggung resiko asalkan bisa mencapai keinginan mereka.”


Pisang dalam cerita diatas menggambarkan impian kita. Setiap orang dalam hidup ini


mempunyai impian yang tinggi tentang masa depannya. Namun sayangnya, banyak


sekali hal hal yang terjadi di sekitar kita, yang menyebabkan impian kita terkubur.


Orang-orang dengan karakter ABCD akan mengatakan kepada kita hal-hal seperti


ini,”Sudahlah, jangan melakukan pekerjaan yang sia-sia seperti itu. Percuma. Saya dulu sudah pernah melakukannya berkali-kali dan gagal. Sebagai seorang teman yang baik, saya tidak mau kamu gagal seperti saya.” Atau mungkin kalimat,


“Kamu mau gagal kayak si X,  lebih baik


lakukan sesuatu yang pasti-pasti saja deh”.


Dan kegagalan orang lain dapat dipelajari dan dijadikan batu loncatan untuk melangkah lebih baik, bukannya dijadikan suatu ketakutan.


“Nah, saya akan memberikan satu ilustrasi lagi. Saya akan membawa anda ke tahun 70-an. Apa yang akan anda lakukan, bila suatu hari ada seorang mahasiswa


bercelana jeans, kacamata tebal, bertampang culun, bajunya lusuh, datang menemui anda dan berkata :“Saya punya suatu produk yang bagus, tapi saya tidak punya modal. Mau tidak pinjamin saya modal 100 dollar ? Kalau produk ini sukses, kita berdua bakal jadi orang paling kaya di dunia lho”. Hampir semua akan menghina dan mentertawakan mahasiswa tersebut, bahkan mungkin menganggapnya gila.”


“Berapa orang yang akan menjawab: “Wow, bagus sekali, coba jelaskan apa rencana anda, agar kita bisa sama-sama kaya ?”. Mungkin satu orang diantara sejuta, mungkin juga tidak ada. Bagaimana kalau saya katakan bahwa mahasiswa tersebut adalah Bill Gates, anda kenal bill gates?


Bukankah itu dulu yang dilakukan Bill Gates pada awal karirnya . Dikelilingi orang tipe ABCD, ditolak, dilecehkan, dan berbagai macam hinaan lainnya.


Untungnya, Bill Gates termasuk orang dengan karakter E. Dan dengan pengorbanan dan kerja keras, dia berhasil meraih impiannya.


Teman, saya yakin anda adalah orang tipe E. Setidaknya karena anda mau membaca tulisan ini untuk belajar bersama, berbagi bersama, dan maju serta sukses bersama. Jangan biarkan orang lain membunuh impian anda. Maju terus, hadapi


semua rintangan dan raih impian anda.”


Begitu motivasi dari mentor secara panjang lebar.

__ADS_1


          “Monyet..” Bisikku di dalam hati. Aku menengok ke kanan dan ke kiri. Kawan- kawan selama bimbingan belajar ini berasal dari berbagai daerah


di Sumatra Bagian Tengah. Ada Bayu dari Bengkulu, Jamil dan Ikhsan dari Payakumbuh, ada Imam dan rombongannya dari sebuah pesantren di Padang


Sidimpuan. Disampingku ada anak hitam manis berkacamata. Ia mengikuti bimbingan belajar ini bersama dua teman satu SMA-nya. Namanya Rizqi. Sekarang kebetulan ia duduk disampingku. Mereka mengikuti bimbingan belajar bukan hanya di satu


tempat. Tapi dua lembaga bimbingan belajar.


            Ada bimbingan belajar yang lebih mahal dan elit dari tempatku. Rizqi juga belajar disana. Selama belajar Rizqi lebih banyak diam dan berbicara hanya dengan teman SMA-nya.


            “Rizqi, Nanti SPMB di mengambil apa?” Aku mengajaknya berbicara.


            “Kedokteran …”


“Dimana Qi?” Tanyaku kembali.


“Lihat dulu hasil Try Out” Jawabnya.


Aku pindah ke dekat Ikhsan. Aku lebih akrab dengan Ikhsan setelah melihat hasil belajar kami beberapa kali. Hasil belajarku lebih baik. Ikhsan beberapa kali belajar kepadaku. Sama seperti Mastur dahulu, ia aku ajarkan konsep- konsep dasar Matematika, Kimia dan Fisika. Balasannya, Ikhsan mengantarkan aku pulang ke kos dengan motornya.


“Ikhsan mengambil apa ?”


“Kesehatan Liel” Jawabannya lebih umum.


“Dimana ?”


“Sekitar Sumbar saja. Kalau terlalu jauh, takutnya susah akses pulang kampung.” Jawabnya.


“Kalau Liel” Tanyanya.


“Ayah menginginkan kedokteran. Tapi lihat dulu hasil try out”


“Dimana ?”


“Di Universitas negeri, Di manapun …” Jawabku.


   ***


__ADS_1


__ADS_2