ISHIHARA (Buta Warna- Kisah Nyata)

ISHIHARA (Buta Warna- Kisah Nyata)
Membaca Aksara Cinta 1


__ADS_3

Minggu, 26 Juli 2009.


Aku pergi ke MAN Model Banda Aceh untuk mengecek bangku, kata orang, posisi menentukan prestasi. Untuk itu sebelum ujian aku datang ke


lokasi ujian. MAN Model Banda Aceh, tempatku akan bertarung menjemput impianku


masuk STAN. Dengan melihat posisi dimana aku duduk, paling tidak aku telah tahu


kenal dengan medan sebelum berperang, bukan ?


Setelah perjuangan belajar keras serata memohon doa-doa semua orang yang menyayangiku. Akhirnya pagi itu tiba jua. Aku diantar Bang Boby ke MAN


Model Banda Aceh.


Sesampianya di MAN Model Banda Aceh Bang Boby berbalik. Namun sebelum itu ia berkata. “ Belum pernah Abang lihat orang yang segigih kamu untuk lulus STAN, SELAMAT BERJUANG.” Katanya.


Aku menelepon           Emak dan Ayah. Kata Emak, Ayahku tak henti mendoakan aku. Ia begitu berharap aku lulus di STAN. Menjadi pegawai negeri di Departemen Keuangan, mengelola keuangan negara dengan jujur.


Dan Waktu itu pun tiba. Aku duduk di bangkuku. Petugas telah membagikan soal tersegel di mejaku.


150 menit 180 soal


AKU BERPACU DENGAN TAKDIRKU


Sunyi detik detik menggema di langit tanah rencong pada pagi minggu 5 tahun setelah bencana tsunami.


Aku berperang, dalam ujian itu aku ingat orangtuaku. Wajah Emak, wajah ayag, wajah ayah  bekerja. Ayahku yang  telah tua, harga karet pun sudah anjlok ke bawah. Kuliah memerlukan uang, pun setelah tamat kuliah banyak orang yang menjadi pengangguran. Mencari pekerjaan sulit zaman sekarang.

__ADS_1


Bayangan Emakku bekerja. Bayangan Ayahku, orang yang paling sabar sedunia ini, yang bila aku  sedih lalu aku melihat wajahnya yang sabar itu


maka leburlah segala kesedihan hatiku. Air mataku jatuh ke dalam ke hidungku, lalu ke tenggorokanku, hingga serak pecah suaraku.


Oh…Tuhan. Detik- detik berlalu.


Aku ingin lulus STAN.


***


Awal libur semester genap bertepatan dengan hari terakhir SNMPTN tahun 2009. Hal ini membuat momen yang tepat untuk pulang, pulang yang akan kembali atau pulang yang tidak akan


kembali lagi ke Banda Aceh. Aku tidak kembali lagi ke Banda Aceh bila aku lulus STAN atau lulus SNMPTN di Universitas Negeri di Pekanbaru, Riau, Bumi Air Tanah Minyak. Atau aku akan


kembali ke Banda Aceh bila aku tidak lulus STAN atau pun SNMPTN.


tamah. Ada banyak cerita tentang konflik dan bencana tsunami. Ada banyak cerita yang akan aku bawa pulang. Ada banyak cerita untuk Kampung Gunung Menangis.


Sebelum pulang aku menyempatkan diri ke warnet di Gerbang Darussalam. Ada email yang masuk. Dari


temanku Mas Hasan. Email balasan dari email yang aku kirimkan tempo hari.


Assalammualaikum Teman.


Salam sukses untuk kita. Bersamaan denganmu yang tengah berjuang menjemput  rizkimu, saya juga akan menjemput rizki saya.


Bedanya kalau rizkimu ada di pengumuman hasil ujian esok hari maka rizki saya

__ADS_1


berada di tempat yang jauh, di utara belahan bumi.


Saya telah lulus kontrak kerja di Jepang. Beberapa pekan lalu saya ikut tes menjadi


tenaga kerja terlatih di sebuah Universitas Negeri di Jakarta. Pekerjaan itu merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang. Kebetulan mendapatkan pekerjaan di Indonesia semakin sulit apalagi untuk tamatan SMA


seperti saya. Maka dengan tekad yang kuat saya ikut. Apalagi gaji teman- teman


TKI di Jepang sampai 11 juta dalam Rupiah. Membawa harapan mimpi untuk hidup


lebih baik daripada di Indonesia. Hanya saja apabila pulang ke Indonesia saya harus memulai dari nol lagi, dengan modal merantau ke Jepang.


Bukankah hidup terus berlanjut. Dan kita mesti kuat.


Besok pagi kalau kamu melihat langit, lalu ada pesawat yang melaju ke utara, maka di


dalamnya ada saya.


Salam sukses. Semoga hari esok lebih baik bagi kita semua.


Aku tersentuh membaca surat dari Mas Hasan. Semangatnya sebagai anak sulung untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya sungguh luar biasa. Dia membiayai


pendidikan untuk adik- adiknya merpakan teladan seseorang yang berjiwa besar.


Hanya kebesaran hati yang membuat seseorang berani menjemput rizki kemanapun.


__ADS_1


__ADS_2