ISHIHARA (Buta Warna- Kisah Nyata)

ISHIHARA (Buta Warna- Kisah Nyata)
Di Bawah Pelangi Harapan 4


__ADS_3

Tsushima, 26 April 1905.


Selat Tsusima yang temaram, menjadi


lebih kabur di pagi hari di akhir Bulan April tahun 1905. Matahari yang berada


di selatan katulistiwa mulai beranjak ke utara. Namun Sinarnya belum cukup menerangi laut utara sepenuhnya. Laut di antara Jepang dan Rusia itu masih temaram berkabut. Kapal- kapal yang jauh masih belum jelas oleh mata. Hamparan


bayangan kabur masih luas. Titik terdekat bayangan kapal yang tampak di anjungan masih sama. Hal itu semua membuat Laksamana Togo berbesar hati.


Peluang Kaigun, Angkatan Laut Jepang dalam perang melawan Rusia lebih besar.


Jepang telah siap jauh hari. Tentara- tentara pilihan jepang lebih menguasai medan berkabut. Jepang telah mengetahui bahwa tentara yang sulit membedakan warna memiliki penglihatan yang tajam dalam kegelapan. Jangkauan pandangan


tentara yang lemah terhadap warna lebih tajam termasuk daerah berkabut seperti  di Selat Tsushima. Untuk itu Jepang sengaja menempatkan tentara pilihan di Selat Tsushima, tentara yang


lebih mahir bertempur di medan gelap dan di tempat berkabut. Tentara dengan penglihatan yang tidak terhalangi oleh warna cahaya. Sehingga lebih fokus pada tempat yang gelap dan berkabut.


Alam telah mengajarkan kepada bangsa jepang bahwa hewan yang retina matanya kaya akan warna memiliki empat macam sel warna seperti bangsa unggas yang lebih tajam penglihatannya di siang hari,


tetapi rabun di malam hari. Seperti ayam yang rabun ketika hari mulai senja, tapi ketika muncul saja setitik cahaya matahari di timur, ayam lebih dahulu


mengetahuinya, ayam adalah hewan yang pertama kali berkokok dan bangun. Tidak begitu dengan Kucing, Harimau, dan Singa, penglihatannya terhadap warna lebih lemah sehingga tidak aktif di siang hari. Namun pada malam hari penglihatannya

__ADS_1


lebih tajam dan jauh. Sangat berguna bagi predator tersebut berburu di malam hari.


Laksana Togo Heihachiro, tersenyum menerima telegraf dari Kapal Shinano Maru ,”Musuh berada di kotak 203”. Kapal perang  Rusia yang telah dinantunya selama tiga bulan telah datang. Perang sebagai balasan dari serangan jepang


terhadap Rusia di Poth Arthur akhirnya akan berlangsung juga. Perang yang akan menjadi epic dan clash terbesar dalam sejarah perang laut.  Karena Rusia memberangkatkan 38 kapal perang,


yang terdiri dari 8 battleship, 3 kapal perang pesisir, 6 kapal penjelajah, 9 kapal perusak dan 12 kapal perang lainnya, pengiriman pasukan terbesar ke timur dalam sejarah Armada Baltik Rusia. Perjalanan panjang Armada Baltik Rusia melewati perjalanan sepanjang 33 ribu kilometer dari Laut Baltik melewati Selat Bering menuju Jepang  akan menentukan


nasib dua kekaisatran Rusia dan Jepang.


“Pasukaaan !!!”


“Bersiap dalam 5 menit !!!” Togo


mempersiapkan pasukannya dan siap menyambut musuh mereka di laut lepas.


disengaja. Tak jauh armada Rusia itu, kapal penjelajah Jepang Shinano Maru mendeteksi cahaya dari kapal medis Rusia, Oryol. Yang mengherankan, bukannya memberitahukan bahaya menanti di depan armada Rusia, awaknya malah memberitahu


kelasi Jepang bahwa masih ada kapal Rusia lainnya di belakang. Selang beberapa menit, kapal-kapal itu pun muncul.


Alhasil, penyamaran pun terungkap. Kapal Shinano Maru lantas mengirimkan pesan telegraf kepada Admiral Togo. Di bawah kepemimpinannya, Togo menyambut seluruh armada Rusia sekitar pukul 01.40 waktu Jepang bersama 89 kapal perangnya, 4 di antaranya adalah battleship. Togo


membagi armadanya ke dalam dua kolom dan memerintahkan kapal-kapal di belakangnya untuk membentuk U-turn. Formasi yang masih awam di kala itu, karena selama perang Formasi yang paling umum adalah T dan L. Ketika barisan armada Jepang

__ADS_1


berbelok membentuk formasi di kedua lajur kiri dan kanan, kapal perang rusia terus meletuskan meriam secara sporadic menuju kapal Jepang. Namun momentum itu tidak berlangsung lama karena kapal Jepang lebih unggul adalam kecepatan, kapal


Jepang melaju dengan 30 Knot sedangkan kapal Rusia hanya 9 Knot. Setelah 10 menit kapal Jepang telah berhasil membentuk formasi U mengepung kapal- kapal Rusia.


Tembakan meriam dari kedua belah pihak saling bersahutan. Tembakan dan taktik tempur yang dijalankan Jepang sangat sulit dijawab Rusia. Tembakan dari jarak sekitar 6.200 meter mengenai


kapal Knyaz Suvorov, dan membuatnya mengalami kerusakan cukup parah.  Dua kapal perang Borodino dan Alexander III berhasil ditenggelamkan. Hingga jelang malam, kekuatan utama dari armada Rusia


hampir seluruhnya mengalami kerusakan.


Di tengah pekatnya malam, Togo meluncurkan serangan masif berupa 37 kapal torpedo dan 21 kapal perusak. Serangan berantai ini membuat kapal Navarin tengelam dan melumpuhkan kapal


Sisoy Veliki dalam tiga jam. Akhirnya sebuah pecahan meriam menghancurkan


kepala Laksamana Rusia, Rozhestvensky. Hal ini membuat Rusia kehilangan arah. Ketika matahari mulai menampakkan diri Rusia menyerah.


Meski sudah menyatakan menyerah, Togo memutuskan untuk tetap memburu dan menenggelamkan seluruh kapal yang


tersisa. Dari seluruh armada, hanya tiga yang berhasil lolos dan mencapai Vladivostok. Sedangkan pimpinan kapal bersama komandannya ditangkap sebagai tawanan perang.


Kekalahan ini menjadi awal dari memburuknya dukungan rakyat Rusia terhadap Tsar Nicholas II. Dampak kekalahan Rusia, membuat mereka harus menyerahkan Manchuria, China Utara  kepada Jepang. Sebelum kalah dari Jepang, Manchuria utara berada di bawah kepentingan Rusia. Selain itu kemenangan Jepang ini menjadi pukulan telah atas supremasi bangsa- bangsa barat. Kekaisaran Jepang  telah  menjadi satu- satunya  kekuatan utama di asia. Kemenangan Jepang juga membawa efek domina, Jepang mulai ikut menjajah Negara- Negara di Asia.


***

__ADS_1


Hidup adalah sebuah pilihan



__ADS_2