ISHIHARA (Buta Warna- Kisah Nyata)

ISHIHARA (Buta Warna- Kisah Nyata)
Doa 30 Malam 2


__ADS_3

3 Juli 2008


Setiap Bulan Agustus di


Teluk Kuantan ada sebuah festival budaya yang telah dijadikan event pariwisata


nasional. Festifal budaya tersebut bernama pacu jalur. Pacu Jalur dimulai


setiap tanggal 22 Agustus bersamaan dengan hari kelahiran Ratu Wilhelmina dari


Kerajaan Belanda. Festival Budaya yang telah berlangsung sejak 1903 saat


Indonesia masih dibawah jajahan Belanda. Festifal itu sangat ramai. Bayangkan,


semua orang dari seluruh desa- desa di pelosok Kabupaten Kuantan berkumpul di


pusat kota. Mereka menyaksikan Jalur yang berpacu, perahu panjang yang dikayuh


secepat mungkin melewati pancang demi pancang. Penonton yang menyaksikan di


tepian sungai sangatlah ramai. Hiruk pikuk bersorak- sorak. Memberikan semangat


kepada para jalur jagoan yang akan menjadi pemenang.


Sementara di tepian jalan raya para pejalan kaki yang melintasi pun harus menunggu lama untuk menyebrang. Lama sekali karena sedemikian ramainya orang- orang yang berlalu lalang di jalan raya menuju lokasi pacu jalur.


Keramaian Teluk Kuantan ketika Musim Pacu Jalur sama dengan keramaian SNMPTN 2008. Aku melihat


keramaian ini dari gerbang kampus Universitas Swasta tempat kami ujian. Aku telah selesai ujian. Aku menunggu Adi berusaha melihat sosoknya pada jalanan yang sangat ramai.

__ADS_1


Ramai karena peserta ujian keluar serempak, berbeda dengan tadi pagi yang datang tidak bersamaan. Sedangkan tadi pagi saja jalanan telah macet apalagi sekarang yang pulang


secara bersamaan. Belum lagi para promotor yang berteriak- teriak di beberapa lokasi strategis, dekat pintu, dekat gerbang kampus, atau dibawah pohon. Mereka mempromosikan lembaga kursus dengan segala kelebihannya, tamat langsung kerja.


Ada juga lembaga bimbingan belajar yang mempromosikan keunggulannya, untuk apa?


Bukankah SNMPTN telah selesai ? atau bagi yang tidak lulus nanti dan ingin mencoba ikut SNMPTN lagi tahun depan. Atau mungkin promosi kepada adik- adik di kampung yang ingin bimbingan belajar di tahun depan, barangkali. Ini menarik


rasa penasaranku.


Aku mendekati Uda yang melambaikan kertas, ditangannya masih ada setumpuk kertas lagi. “Apa itu Uda?” Tanyaku penasaran.


“Pembahasan SNMPTN hari kemarin” kata Uda itu.


“Oh ya ?’


“Boleh lihat ?”Pintaku.


“Berapa?” Tanyaku.


“Gratis …” Jawab Uda itu.


“Gratis …?” Aku justru terkejut. Bila kemarin saat pendaftaran SNMPTN dengan Jamil harga- harga justru


naik berlipat. Sekarang selesai SNMPTN jadi gratis.


“Iya” Jawab Uda yang mempromosikan pembahasan SNMPTN dari bimbingan belajarnya.


“Sebarkan pada adik- adik ya” Pesan Uda itu. Maksudnya agar kami menyebarkan pembahasan SNMPTN versi bimbingan belajar tersebut pada adik- adik kelas nanti, strategi promosi yang

__ADS_1


baik.


“Oh tentu. Terima kasih Da” Balasku. Kemudian aku berjalan sembari membaca pembahasan  SNMPTN. Aku menunggu Adi di tepi jalan utama saja. Nanti juga bisa ditelepon. Aku mengecek


pembahasan Matematika Dasar.


“Liel !” Teriak Adi.


“Ya !” Balasku.


“Lihat ini “ Aku menunjukkan pembahasan SNMPTN.


“Aku betul semua dalam Matematika Dasar dan Kimia” Kataku kepada Adi.


“Wahh Keren. Ini juga ada” Tunjuk Adi. Ia membawa koran yang dibelinya.


“Hah… ada juga disini?”


Aku terkejut.


“Iya . Aku sudah melihatnya. Makanya sedikit lama tadi” Jelas Adi. Rupanya soal SNMPTN telah dibahas di berbagai media. Begitu fenomenal rupanya SNMPTN di negara ini. SNMPTN pertama kali sebagai ganti nama dari SPMB, Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru berganti menjadi Seleksi Nasional Masuk perguruan Tinggi Negeri. Seleksi untuk masuk menjadi Mahasiswa di Universitas dibawah naungan Pemerintah Indonesia.


“Tapi Koran ini dibayar ?” Tanyaku.


“Iya. Kalau itu ?”


“Gratis…” Kataku lirih


pada Adi.

__ADS_1


***



__ADS_2