
Terimakasih Author sampaikan kepada pembaca yang terhormat yang telah meluangkan waktunya untuk membaca novel Ishihara. Ada beberapa hal yang akan penulis sampaikan dan juga pembaca
yang ingin mengetahui seputaran novel Ishihara.
Sebelumnya Ishihara adalah pendidikan Indonesia dalam sudut pandang pelajar berusia 18 tahun pada zamannya di tahun 2008.
Tidak ada maksud untuk merendahkan dan meninggikan suatu profesi atau cita- cita apapun dibandingkan yang lainnya. Setiap profesi yang dijalani dengan ketulusan akan mendatangkan keberkahan pun setiap cita- cita yang di
perjuangkan dengan kesungguhan hati akan menjadi risalah perjuangan seorang hamba.
Ishihara adalah sudut pandang pelajar berusia 18 tahun di pelosok Indonesia tahun 2008. Tentu apabila dilihat dari kacamata tahun 2020 jauh berbeda. Baikpun dari beragam profesi atau orang
lain pun berbeda misalnya :
1. Ngapain ke banda aceh naik bus berhari- hari pula.
Karena pada zaman itu belum ada maskapai dari Pekanbaru ke Banda Aceh
2. SNMPTN itu apa. Kok ribet banget antiannya, berjam- jam pula.
Pada zaman itu belum ada pendaftaran online untuk SNMPTN yang sekarang disebut UTBK. Pada zaman itu pendaftaran online untuk STAN ataupun UTBK di mulai era 2010.
3. Mengapa harus jauh untuk fakultas kedokteran ?
Pada zaman itu provinsi- provinsi yang membuka program studi fakultas kedokteran masih langka.
__ADS_1
Tidak seramai sekarang banyak universitas negeri yang membuka belum lagi universitas swasta yang membuka program studi kedokteran. Pada masa itu Profesi dokter langka dan sangat dihargai.
4. Mengapa harus menjadi dokter. Jadi pengusaha aja yook
Pelajar SMA dari pedesaan ketika itu pandangan sukses di matanya hanya dokter, polisi, tni, pns.
Maksudnya belum ada profesi- profesi lain yang memjadi acuan cita- cita ke desa- desa. Informasi dari internet masih awam ketika itu. Bahkan satu
kabupaten satu warnet.
5. Kok sedih banget. Santai saja dunia masih aman aman saja kok. Kan masih bisa lihat warna …
Adalah wajar ancaman kegagalan di masa depan, dan bayangan- bayangan kegagalan dialami remaja.
sudut pandang usia. Bapak- bapak 40 an misalnya, udah ngapain ngotot jadi dokter, pengusaha saja ok…atau pns saja Alhamdulilllah ujung- ujungnya uang
kan. Dapat mendiri menghasilkan uang.
Tentu anak SMA tahun 2008 belum berpikir ke masa ini. Ada internet pun merambah pelosok negeri belum kepikiran
…
Sekali lagi. Penulis berharap agar yang diambil dalam perjalanan ishihara ini adalah nilai- nilai motivasi belajar yang tinggi dari tokoh utama, semangat belajar, sabar, taat pada orangtua, tekun dan nilai- nilai positive lainnya yang penulis rasa telah jauh dari pelajar- pelajar milenial sekarang.
Kemudian dari pada itu sedikit kisah Ishihara.
__ADS_1
Novel ini adalah versi pengembangan dari semacam cerpen sepanjang 4 halaman yang pernah di muat di
sebuah majalah nasional tahun 2009. Kemudian penulis tertarik untuk mengabadikannnya dalam sebuah novel yang baru sempat di tulis tahun 2015 dan selesai tahun 2017. Lamanya waktu mengingat kesibukan dan tuntutan novel dari penerbit rata- rata novel Indonesia berkisar 200 halaman.
Setelah selesai ishihara diajukan pada penerbit dengan genre yang sama dengan novel lascar pelangi. 6 bulan masa review akhirnya penerbit mengembalikan dengan alasan topic cerita kurang
menarik walaupun terlepas dari pada pemilihan diksi, amanah, dan nilai nilai lainnya di luar penilaian penerbit.
Selanjutnya penerbit lain pun sama. Karena memang zamannya di era digital sekarang. Penerbit kebanyakan menerbitkan cerita- cerita yang sudah viral di media social dan internet. Wajar karena risiko dari modal penerbitan terhadap kegagalan adalah investasi penerbit sendiri. Kemudian untuk memastikan kelayakan novel ishihara di bandingkan novel yang beredar di dunia maya untuk menguji khalayak selama ini. Maka penulis mencoba tampin di novel digital noveltoon anak dari mangatoon.
Hasilnya, pada awalnya ada kemajuan, hasil yang positive. Novel ini di sukai beberapa pembaca. Tapi
seiring beberapa bagian untuk sampai ke bagian klimaks novel ada penurunan karena inti cerita berada di bagian tengah mungkin dalam perjalanan menuju kesana melelahkan pembaca.
Terimakasih noveltoon. Telah menampilkan Ishihara di halamannya.
Pada akhirnya penulis sependapat dengan ceramah Ustad Adi Hidayat, kalau naskah ini tidak bermamfaat maka ia akan hilang bersama zaman. Kalau naskah ini bermamfaat maka ia akan terjaga. Ada yang menjaganya. Mungkin bukan untuk diketahui saat ini tapi nanti di suatu masa mungkin. Seperti kejadian di Provinsi Andalusia di Spanyol, ada mobil yang menabrak dinding rumah tua, ternyata isinya adalah buku- buku yang di selamatkan dan disimpan dari rampasan pihak penguasa ketika itu. Pun ada buku- buku yang di timbun ke dalam sumur sampai bertahun- tahun kemudian. Biarlah masa yang membukanya kalau bermamfaat.
Untuk pembaca Novel Ishihara akan tetap lanjut. Sampai tamat. Ini telah berada di pertengahan novel. Kurang lebih ada 20 episode lagi. Akan update tiap hari tergantung proses review dari penerbit.
Akhir kata. Ishihara berencana akan di bukukan di penerbit minor. Paling tidak untuk kenang- kenangan, juga untuk mendapatkan ISBN yang mana tahu ada berguna untuk kedepannya.
Terimakasih pembaca.
Salam hormat.
__ADS_1