ISHIHARA (Buta Warna- Kisah Nyata)

ISHIHARA (Buta Warna- Kisah Nyata)
Makhluk yang Sempurna 3


__ADS_3

1.    Mr. X 1said:


Dalam konteks sample yang diberikan, rekan dan alat


bantu memang bisa membantu. Tapi akhirnya akan timbul sebuah ketergantungan sehingga kemampuan membedakan warna itu penting.


2.     Author said:


Ketergantungan, bisa dibilang begitu, tapi menurutku jadi tergantung atau tidak itu kembali ke orangnya


sendiri. Mungkin aku terlalu terinspirasi oleh cerita-cerita orang yang punya keterbatasan fisik, tapi tetap bisa menjalani aktifitas seperti orang normal.


Menurutku selama buta warna tidak terlalu parah dan tidak mengganggu, ya kenapa tidak?



Mr. X 2 said:



Hmmm… Gue juga BW (Buta Warna) partial. Gue punya pengalaman menyedihkan nih. Satu tahun


yang lalu gue dapet kesempatan untuk test perkerjaan di perusahaan ternama  bagian IT, semua test gue udah lulus (senengnya) tapi ada satu yang belum medical cek, and gue nggak lulus test warna yang akhirnya gue nggak jadi diterima diperusahaan itu


(Hik..hik..) dengan alasan IT nggak boleh buta warna.Apa emang IT harus tidak


boleh buta warna, padahal semua test praktek maupun tulis udah lulus semua. Terkadang perusahaan menganggap bahwa orang buta warna parsial itu hanya bisa melihat warna HITAM dan PUTIH.


        Author said:


        Seharusnya untuk IT tidak masalah, mungkin


        perusahaan itu masih kaku paradigmanya. Sudahlah, semua yang terjadi adalah


        yang terbaik.


Pikiranku mulai cemas oleh komentar- komentar yang telah aku baca. Kesemuanya berisi tentang penolakan terhadap buta warna. Aku tidak berhenti, aku terus membaca. Aku ingin tahu pengalaman-


pengalaman penderita buta warna parsial di dunia maya.


4.    Mr. X 4 said:


Gue divonis buta warna parsial, rasanya hancur Bro. Cuman gue sabar,

__ADS_1


ternyata di balik kekurangan gue. Gue telah membuktikan bisa ngelakuin apa yang perusahaan gue bilang tapi ternyata hasilnya sama aja. Gue tetap di Droup Out. 


5.    Mr. X 5 said:


Aku baru saja menerima pengumuman


dari situs resmi perusahaan pemerintah yang menyatakan aku gagal test kesehatan


dan divonis BW “parsial”. Aku merasa sangat kecewa plus bertanya-tanya kenapa hanya karena aku seorang “parsial” lalu tanpa ada pertimbangan sedikitpun langsung di-out-kan. Padahal aku tahu beberapa angka yang ada di test warna yg


diberikan, bagiku dunia bukan hitam dan putih.


6.    Mr. X 6 said:


Gue penderita parsial nih. Gue pernah apply perusahaan yang bergerak dibidang pengangkutan tambang. Begitu dia tau gue BW, eh langsung dibilang : masalahnya tidak buta warna itu


wajib di perusahaan yang berkaitan dengan tambang. Apa bener yaaa…??? Padahalkan, Gue apply untuk posisi HRD.


7.    Mr. X 7 said:


Gue sedih banget. Gue sudah kontrak 7


bulan di Bank. Pas ada  tes untuk pegawai


bekerja. Padahal selama ini gue nggak ada masalah dengan warna, gue pernah jadi CS, pernah jadi Teller  sampai administrasi kredit. Sakit banget rasanya. Seperti masa depan gue hilang.


8.    Mr. X 7 said:


Sebenernya enggak bisa dibilang buta warna, kalo diartikan menjadi tidak bisa melihat warna,


padahal orang BW masih bisa liat warna, cuma enggak bisa membedain warna tertentu. Istilah yang tepat adalah deficiency warna. Analogi dengan buta


huruf, yang artinya tidak bisa membaca, apa ada buta huruf parsial?begitu juga buta warna, enggak ada istilah buta warna parsial, yang ada adalah


deficiency warna, so aku enggak setuju istilah buta warna, kesannya melecehkan banget. Kalau tidak bisa melihat warna  (artinya hanya ada hitam, putih dan abu- abu ) itu baru bisa disebut buta warna.


9.        Mr. X 9 said:


Nambahin lagi, semoga forum ini bisa meyakinkan para pengambil keputusan kalau color dificiency (istilah BW / buta warna tu menyesatkan) itu ternyata ada tarafnya bukan hanya ada jenisnya.


Jadi para penderita yg tarafnya kecil atau sedikit di bawah batas normal sebenarnya bisa menekuni profesi anti BW tertentu (mis: Engineer). Bahkan di


Amerika, saya baca di internet, penderita Color Deficiency bisa jadi Pilot pesawat penumpang. kecuali profesi TNI, Dokter mata, Pilot Tempur, itu

__ADS_1


baru ga bisa.


10.    Mr. X 10  said:


Assalamualaikum


Pada siang hari di bulan Januari


2010 yang diiringi hujan lebat akhirnya saya sampai juga di Wisma Fakultas Sebuah Universitas Ternama untuk mengkuti tes wawancara dari perusahaan


internasional tentang pengadaan pegawai untuk posisi Supervisor Sales Teritory.  Saya langsung menuju lantai 5 ruang diskusi tempat tes akan dilakukan. Sempat menunggu sampai akhirnya tiba saatnya saya diwawancara. Saya masuk ruangan dengan Pede-nya karena memang merasa sudah


siap. Saya duduk dan memberikan file saya kepada orang yang akan mewawancarai saya, bak seorang eksekutif akan dapat kontrak puluhan


milliar. Wawancara memang tidak sulit, diawali memperkenalkan diri dengan bahasa Inggris, karena


memang sudah terbiasa maka saya tidak terlalu risau, sampai kemudian saya melihat buku tes Ishihara terlihat yang terselip di antara dokumen sang pewawancara, haduh!!!  ternyata


apa yang saya takutkan terjadi juga, ada tes butawarna untuk posisi ini. Karena


memang butawarna parsial, maka saya kesulitan melalui tes ini. Orang yang dulunya pede bak seorang Arjuna ingin melamar kekasihnya dengan mobil mewah berkilat terpakir diluar berubah jadi orang biasa yang dengan pakaian seadanya dan


sepeda motor tahun 70-an terparkir diluar yang berniat melamar seorang putri cantik anak tunggal direktur BUMN perminyakan. Fyuhhhh, Saya mulai


kehilangan konsentrasi tetap berusaha menyelesaikan tes interview tersebut. Dan


memang kemudian di akhir sesi Si Pewawancara mengatakan “kemungkinan besar anda


saya panggil” sedikit membuat lega, tapi akhirnya saya tidak dipanggil tes berikutnya.Hmmmmm ,Ini


memang mengingatkan saya pada penolakan-penolakan perusahaan terhadap seorang


butawarna yang saya alami sebelumnya. Saya berpikir apakah memang posisi yang saya lamar ini mutlak membutuhkan seseorang yang tidak buta warna, karena terus terang seorang buta warna sudah cukup kecewa ketika sebelumnya dia berangan-angan jadi seorang dokter, ahli kima, desainer, tentara, polisi atau posisi lain yang memang mutlak membutuhkan individu yang tidak buta warna dan harus mengubur impiannya tersebut. Seorang sales supervisor teritory pada benak saya adalah memastikan target penjualan produk dari wilayah yang menjadi tanggung jawabnya tidak meleset, kalaupun target meleset , melesetnya


harus keatas, tidak boleh kebawah. Sebelumnya saya pernah lolos perekrutan pegawai untuk posisi Bussines Representatif  namun kemudian pihak HRD menghubungi saya dan menyatakan saya tidak lolos tes akhir yaitu tes kesehatan karena saya seorang


*butawarna, haduuuuhhhhh ….     *


Aku terus membaca dan membaca


kalimat- kalimat kekecewaan dari para komentator.


__ADS_1


__ADS_2