Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh

Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh
Kau Harus Matti!!


__ADS_3

Hiruk pikuk kota dimalam hari terdengar bising dari kejauhan, menjadi suara latar yang menyertai sunyi mencekam di dalam salah satu sebuah ruangan di gedung perkantoran.


"Bos, maafkan kami karena tidak bisa menemukan dia dimanapun."


Genggaman tangan pada benda tipis itu semakin erat, bersamaan dengan rahangnya yang mengeras. "Kau yakin tidak bisa?" Tuntutnya dalam intonasi datar namun tajam menyiratkan ancaman.


Sunyi. Tak ada jawaban dari seberang sana.


"Jawab." Perintahnya dengan suara rendah namun penuh penekanan.


Setiap suara dan ucapan yang keluar dari mulut laki-laki berkulit putih itu sarat akan intimidasi, sebagaimana seorang pemimpin dari salah satu organisasi dunia bawah tanah, yang orang-orang sebut Mafia.


"Kami akan terus mencarinya." Akhirnya terdengar jawaban tegas dan patuh dari suara sumbang di telepon.


Sorot mata gelapnya dingin dan tanpa emosi memandang jauh ke depan. Emosi yang terpendam justru memancing jiwa keji di dalam dirinya.


"Bunuh pengkhianat itu segera setelah kalian berhasil mendapatkan kembali barang yang dia curi."

__ADS_1


"Membunuhnya?" Tanggap di seberang sana mengulangi ucapan Bos-nya.


"Kau ingin aku mengulangi ucapanku?"


"Ti-tidak. Kami akan melakukan sesuai perintah."


Pria itu meletakkan ponselnya, memutus sambungan sepihak tanpa instruksi lebih lanjut. Sementara ruangan luas begitu hening, seorang pria bertubuh tegap menjadi gamang hanya untuk bernapas tatkala berada dalam satu ruangan dengan pria yang duduk tenang di depan meja kerjanya.


Sementara itu, aura gelap seolah mengurai di udara, memberi peringatan pada insting mereka untuk waspada padanya. Kesunyian yang menyiksa, membuatnya seperti berada di sebuah tempat yang tak terisi oleh udara.


"Tuan Muda, masalah ini sebaiknya serahkan pada saya. Biar saya yang mengurusnya, anda tidak perlu sampai turun tangan langsung untuk menghabisinya!!"


Pria itu pun hanya bisa mengangguk pasrah."Baik, Tuan Muda." Dan dia tidak tau nabis buruk seperti apa yang akan mereka alami jika sampai gagal melakukan tugasnya. Dan ia hanya bisa berdoa semoga mereka bertiga berhasil melakukan tugasnya.


.


.

__ADS_1


Sebilah pedang menempel pada leher Nuwa. Gadis itu menoleh dan mendapati Monica berdiri di belakangnya sambil menggenggam sebilah pedang yang sangat tajam.


Sorot matanya sarat akan kebencian ketika menatap Sang Dewi.


"Apa yang kau lakukan?! Turunkan pedang itu sekarang juga!!" pinta Nuwa.


Monica menggeleng. "Tidak!! Sebelum aku bisa menghabisimu!! Kau adalah bencana, dan orang sepertimu tidak layak dibiarkan tetap hidup di dunia


Alis Nuwa saling bertautan. "Kau ingin membbunuhku? Memangnya atas dasar apa kau ingin aku tiada!! Bukankah kita tidak memiliki masalah?!"


"ADA!!" Monica menyerah cepat. "Tentu saja ada!! Kedatanganmu telah mengacaukan segalanya, seharusnya seluruh harta milik nenek tua itu jatuh ke tanganku dan Delon, tapi karena dirimu yang tiba-tiba datang entah dari mana, semuanya menjadi kacau balau. Untuk itu kau tidak pantas hidup, dan detik ini juga aku akan menghabisimu!!"


Pedang itu terlepas dari genggaman Monica setelah disentak oleh Nuwa. Dengan sigap Nuwa mengambil pedang tersebut dan mengarahkan pada leher Monica.


Nuwa menyeringai tajam. "Kau pikir kau ini siapa ingin Membunuhku?! Jelas-jelas Kau itu bukanlah lawanku!! Aku akan memberimu dua pilihan, tetap hidup atau mati dengan mengenaskan?! Tentukan pilihanmu, dan dengan senang hati aku akan mengabulkannya!!"


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2