
"Aaahhhhh..."
Jerit kesakitan terdengar jelas dari sebuah bangunan kuno yang terletak di tengah hutan belantara. Tubuh laki-laki itu jatuh lemas setelah energi kehidupannya di hisap habis oleh perempuan yang baru saja dia bangkitkan. Seketika tubuhnya menghitam dalam wujud tullang belulang.
Wanita itu tersenyum, lebih tepatnya menyeringai. Dia merasa lebih baik dari sebelumnya setelah menghisap energi kehidupan dari orang yang telah membangkitkannya tersebut. Air susu dibalas dengan air tuba, itulah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan keadaan saat ini. Setelah dibangkitkan, dia malah membunuh orang yang telah membangkitkannya.
"Nuwa, Xiao Yan!! Aku kembali untuk menghabisi kalian berdua, tunggu pembalasanku yang lebih menyakitkan!!"
Wanita itu mengepalkan tangannya. Mata merahnya memancarkan kemarahan, dendam dan Aura mematikan. Dan kali ini dia tidak akan membiarkan Rey maupun Nuwa hidup dengan bahagia. Dia akan membalas semua orang yang telah menghabisi dirinya.
.
.
Rey membuka mata kirinya yang sebelumnya tertutup rapat. Kilatan cahaya menghiasi langit malam. Petir yang menyambar secara tidak wajar bukanlah sebuah pertanda yang baik. Dan Rey tahu pertanda buruk apa itu.
Mata kirinya yang sebelumnya berwarna hitam, kini berubah menjadi merah seperti warna mata kanannya. Benda hitam yang selalu Rey pakai untuk menyembunyikan mata merahnya ia lepaskan begitu saja, benda bertali itu tergolek tak berdaya di lantai.
Sebuah kabut merah muncul setelah dia menyapukan tangan kanannya di udara. Kemudian Rey menghilang di balik kabut itu.
Dan hanya dalam hitungan detik saja dia muncul di hadapan iblis wanita tersebut dan membuatnya terkejut bukan main.
"Kau~!!"
"Kenapa, apa kau terkejut melihatku, Victoria?!" Rey menyeringai dingin di depan wanita itu.
Victoria mengepalkan tangannya dan menatap Rey dengan marah. Meskipun saat ini dia sudah berada di tubuh orang lain dan paras berbeda, tetapi dia tetaplah Victoria. Dan Rey tetap bisa mengenalinya dengan mudah.
Dan untuk saat ini, Victoria tidak bisa menghadapi Rey karena kekuatannya belum sepenuhnya pulih. Apalagi dengan kekuatan Rey yang berada jauh diatasnya. Victoria membutuhkan lebih banyak energi untuk membangkitkan kekuatannya dan membuatnya semakin kuat. Dan dia masih membutuhkan waktu untuk mengembalikan kekuatannya tersebut.
"Kali ini kau beruntung, karena aku tidak akan menghabisimu!! Tapi tunggu saja, aku pasti akan kembali sebagai neraka kalian berdua ingat itu!!" ucap Victoria dan kemudian menghilang di balik kabut hitam.
__ADS_1
Rey tak berusaha untuk mengejarnya ataupun menghentikannya. Karena itu tidak ada gunanya. Victoria pergi ke sebuah dimensi yang tidak bisa ditembus oleh kekuatannya.
Tetapi bukan berarti Rey melepaskannya begitu saja, dia akan tetap mengawasinya. Rey tak akan membiarkan perempuan itu berbuat seenaknya lagi apalagi sampai membahayakan nyawa Helena.
.
.
Malam sudah semakin larut. Akan tetapi Helena masih tetap terjaga dan masih enggan untuk menutup matanya. Padahal dia sudah mengantuk, tapi entah kenapa dia begitu sulit untuk tidur. Mungkin karena Helena belum terbiasa di tempat barunya.
Helena menyibak selimut dari tubuhnya kemudian beranjak dan berjalan ke arah balkon. Wajahnya mendongak, menatap langit malam bertabur bintang. Jutaan manik-manik langit terlihat indah di atas sana, dasar penguasaan malam berpendar di singgasananya.
Gadis itu menatap langit malam dengan takjub. Keagungan Tuhan memang tidak bisa diragukan, dan tak ada keindahan yang melebihi ciptaannya.
Menatap langit malam yang dihiasi bintang adalah salah satu kegiatan wajib yang harus dia lakukan ketika malam tiba, dan itu pula yang membuat Helena selalu merasa kesal jika langit malam sampai tertutup awan hitam.
"Kenapa belum tidur?" suara itu mengalihkan perhatiannya. Gadis itu lantas menoleh dan mendapati Rey berjalan menghampirinya.
Kemudian helena memperhatikan penampilan laki-laki itu dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dia memakai celana panjang hitam, singlet putih dan kemeja warna kelabu yang kancingnya tak terkancing sempurna. Lalu pandangannya kembali pada langit malam.
"Aku tidak bisa tidur," sebuah Jawaban terlontar dari bibir merah mudanya. Tatapannya tetap tak teralihkan dari sang malam.
Rey kemudian berdiri disamping gadis itu. Menatap sisi wajahnya dengan penuh tanya. "Kenapa?" pria bertanya dengan penasaran.
Helena menggelengkan kepala. "Aku sendiri tidak tahu, mungkin karena aku masih belum terbiasa berada di sini. Selain itu aku juga kepikiran, Kakek. Pasti saat ini dia sangat kesepian karena aku tak ada bersamanya." Jawab gadis itu.
Kau ingin bertemu dengannya? Besok aku akan membawamu menemuinya, dan bukankah aku sudah pernah bilang jika kau bebas untuk menemuinya kapanpun kau mau." Ucap Rey
"Tidak perlu, aku bisa pergi sendiri. Bukankah kau harus ke kantor? Aku tahu kau orang yang sibuk. Jadi tidak perlu memaksakan diri hanya untuk menemaniku pergi," ucap Helena menimpali.
"Kau yakin?" tanya Rey memastikan.
__ADS_1
Helena mengangguk. "Ya, aku yakin. Lagi pula aku bukanlah anak kecil yang masih perlu dijaga dan temani kemanapun. Jika kau tidak keberatan, kau bisa menjemputku ketika pulang bekerja."
Rey tersenyum, lalu menganggukkan kepala. Dia menepuk kepala Helena dengan lembut sambil mengusap rambut panjangnya yang halus. "Baiklah kalau begitu, sudah malam sebaiknya kau segera tidur. Good Night," kemudian Rey mencium kening Helena sebelum pergi meninggalkannya begitu saja.
Helena menangkupkan kedua tangannya dan meletakkan yang di depan dada. Senyum lembut terukir di sudut bibirnya, hatinya merasa hangat dan tenang. Tidak pernah dia merasakan kebahagiaan seperti ini sebelumnya, bahkan ketika dia masih bersama dengan mantan kekasihnya.
.
.
"Pangeran Xiao Yan!!"
Baru saja Rey hendak menutup matanya dan pergi tidur. Sebuah suara yang berkaur di telinganya membuat mata Rey kembali terbuka. Terlihat Diao Chan berdiri dua meter di depannya. Entah apa yang membuat Dewi Lianera itu tiba-tiba turun ke bumi dan menemui Rey.
Dan Xiao Yan sendiri adalah nama Rey yang sebenarnya, sebelum dia mengakhiri hidupnya dan bereinkarnasi. Dan nama Rey dia peroleh setelah dilahirkan kembali di dunia manusia.
"Ada masalah apa kau tiba-tiba datang menemuiku?" tanya Rey tanpa basa-basi.
"Negeri Lianera sedang tidak baik-baik saja. Seorang wanita menyusup masuk ke sana dan membuat keributan. Dia memiliki kekuatan Dewi Victoria. Wanita itu mengacau dan membunuh beberapa Dewa-Dewi untuk diambil energi kehidupannya. Dan hanya dalam hitungan menit saja, kekuatannya melesat pesat." Jelas Diao Chan.
Dan Rey tau siapa wanita yang dimaksud oleh Diao Chan. Dia adalah Victoria yang kini telah hidup dalam tubuh orang lain.
Sungguh di luar dugaan Rey, jika Victoria akan bergerak lebih cepat dari dugaannya. Dan tentu saja wanita itu harus segera dihentikan sebelum terjadi masalah yang lebih besar.
"Baiklah, ayo kita pergi ke Lianera!!"
.
.
Bersambung.
__ADS_1