
Kedatangan Rey di kediaman Valentino disambut dengan baik oleh kakek satu cucu tersebut. Tuan Valentino sungguh tidak menyangka dengan kedatangan Rey di kediamannya, apalagi ini pertama kalinya dia datang bertamu. Rasanya seperti mimpi melihat Rey datang bertamu.
"Ada angin segar apa sampai-sampai, Tuan Muda Nero, datang berkunjung." ucap Tuan Valentino sedikit berbasa-basi.
Rey memberi kode pada Frans. Laki-laki itu mengangguk. Kemudian dia melenggang pergi, namun selang beberapa saat Frans kembali dengan membawa beberapa kotak berwarna merah yang kemudian dia letakkan di depan Rey dan membukanya satu persatu.
Beberapa set perhiasan berjajar di atas meja, dan semua perhiasan-perhiasan itu Rey dorong ke arah Tuan Valentino. "Aku datang untuk melamar cucumu, aku ingin menikahi, Helena!!" ucap Rey tanpa banyak berbasa-basi. Dan tentu saja itu mengejutkan Tuhan Valentino.
"Ma.. Maksudnya bagaimana?" dia menatap Rey dengan bingung.
"Apa masih belum jelas yang aku katakan? Aku ingin melamar putrimu, dan mempersuntingnya menjadi istriku!! Seperti yang kau harapkan," ucap Rey memberi penjelasan.
"Ja..Jadi maksudnya Tuan Muda ingin melamar Helena dan mempersuntingnya menjadi istri Anda?" tanya Tuan Valentino memastikan. Rey mengangguk, membenarkan apa yang pria itu ucapkan. "Tapi saya tidak berani memberi keputusan, semua keputusan ada di tangan, Helena. Biar dia sendiri yang menentukannya, karena yang menjalaninya bukan saya tetapi dia."
"Aku menerimanya, Kakek," sahut seseorang dari belakang.
Sontak mereka bertiga menoleh dan mendapati Helena berjalan menghampiri Rey dan Tuan Valentino. Pandangan Helena bergulir pada kakeknya. "Terima saja lamarannya, Kakek." pinta Helena dengan penuh keyakinan.
"Apa kau yakin?" tanya Tuan Valentino memastikan, dia tidak ingin Helena sampai menyesal karena mengambil keputusan secara terburu-buru. "Apa tidak ingin kau pikirkan sekali lagi secara baik-baik?"
Helena menggelengkan kepala. "Aku sudah mantap dengan keputusanku, Kakek!! Dan aku sangat yakin untuk menikah dengannya!!" balas Helena dengan penuh keyakinan. Dan jawaban Helena membuat sudut bibir Rey tertarik ke atas.
"Baiklah kalau begitu. Karena kau sudah yakin, Kakek juga tidak bisa melarang. Sebagai walimu, Kakek hanya bisa mendoakan untuk kebahagiaanmu. Karena kebahagiaanmu, adalah yang terpenting bagi Kakek, Helena." Ujar tuan Valentino sambil tersenyum simpul.
Meskipun ia dan Rey belum lama saling mengenal. Tapi entah kenapa Helena tidak bisa menolak lamarannya, hati kecilnya berbisik supaya dia menerima pinangan laki-laki itu. Helena meyakini jika hati kecilnya tak pernah salah.
Dan keputusan pun telah diambil, Helena telah menerima pinangan Rey, yang artinya sekarang mereka berdua telah resmi bertunangan.
__ADS_1
Acara lamaran Rey berlangsung dengan lancar dan tanpa halangan. Apalagi drama penolakan yang ujung-ujungnya pasti di terima juga.
"Karena Helena sudah setuju dan Anda juga telah merestui, maka aku akan membawanya untuk tinggal bersamaku. Karena mulai hari ini Helena adalah Nyonya besar di kediaman Nero,"
"Jika aku ikut denganmu. Lalu bagaimana dengan, Kakek? Tidak mungkin Jika aku meninggalkannya sendirian, Kakek sudah tua dan sering sakit-sakitan. Jika tidak ada aku yang menjaganya, lalu siapa yang akan menjaga dia?!" ucap Helena dengan penuh kecemasan.
"Masalah itu kau tidak perlu cemas. Kau bisa mengunjunginya setiap saat, dan aku akan mengirim seseorang untuk menemaninya." Jawab Rey menimpali.
Mendengar ucapan Rey membuat Helena merasa sedikit lega. Dan Helena bisa merasa tenang, karena sudah ada orang yang bisa menjaga dan menemani Kakeknya. Dan Helena pun bersedia untuk ikut Rey pulang ke kediaman milik Rey.
.
.
Frans mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, dia tidak berani mengebut seperti biasanya karena takut membuat Helena ketakutan. Jika Rey sudah terbiasa. Bahkan ketika berkendara, Rey selalu mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tak jarang dia membuat Frans sampai muntah-muntah karena cara mengemudi dia yang sedikit ugal-ugalan.
Rey turun lebih dulu dan diikuti oleh Helena. Kemudian gadis itu berdiri disamping Rey. Helena begitu takjub melihat bangunan super megah di hadapannya. Rumah milik Rey jauh lebih besar dari kediaman Valentino. Padahal menurutnya kediaman Valentino sudah sangat besar, tetapi masih ada yang jauh lebih besar lagi.
Bagi mereka yang sudah lama bekerja di kediaman Nero, pasti tidak asing dengan wajah Helena, karena wajah itu mengingatkan mereka pada Nyonya sebelumnya yang telah meninggal puluhan tahun yang lalu.
Membuat mereka percaya dengan adanya reinkarnasi.
"Dia adalah, Helena, calon istriku!! Dan mulai hari ini, dia akan tinggal di sini. Perlakukan dia dengan baik, dan jangan coba-coba untuk mempersulitnya apalagi melakukan hal-hal yang membuatnya bingung!! Terutama ucapan yang tidak masuk akal!!" ucap Rey. Dia memperkenalkan Helena kepada para pelayan yang bekerja di kediaman Nero.
Dan kata-kata Rey adalah sebuah isyarat, agar mereka tidak membuka tentang masa lalu, apalagi membahas tentang Nuwa. Bukan maksud Rey ingin membohongi Helena, hanya saja dia tidak ingin membebani pikiran gadis itu jika ada yang mengungkit tentang masa lalu apalagi tentang kemiripan wajahnya dengan Nuwa.
"Baik Tuan Muda, kami mengerti."
__ADS_1
"Ayo, akan ku tunjukkan kamarmu." Ucap Rey, Helena menganggukkan kepala.
Meskipun ia dan Helena telah resmi bertunangan, tetapi Rey mengambil kesempatan dalam kesempitan dengan mengajaknya untuk tidur satu kamar.
Rey sangat yakin pasti Helena merasa tidak nyaman jika mereka sampai tidur di satu kamar yang sama.
.
.
Kegelapan dan Cahaya, adalah dua hal yang berjalan secara beriringan. Seperti siang dan malam, matahari dan bulan, terik dan dingin, adalah beberapa hal yang tak mungkin bisa satu jalan.
Di dunia ini, pastinya kita hidup dan berdampingan dengan mahluk yang berbeda alam, salah satunya adalah iblis. Salah satu ras yang selalu muncul di dalam cerita dan drama fantasi. Mereka berjalan beriringan dengan kita para manusia, membaur menjadi satu. Dan iblis dibagi menjadi dua golongan, iblis hitam dan putih.
Meskipun ada Iblis putih, bukan berarti jumlah mereka sama banyaknya dengan iblis hitam. Karena kebanyakan iblis yang hidup di dunia ini adalah Iblis berhati gelap.
Di malam hari yang dingin dan kelam. Seseorang telah berhasil membangkitkan kembali majikannya yang telah lama tiada. Berkat bantuan dari mutiara kehidupan miliknya, akhirnya orang itu berhasil membangkitkannya. Dalam wadah dan wajah yang berbeda, namun dengan ingatan yang sama.
"Nyonya!!"
Laki-laki itu pun segera berlutut ketika melihat junjungannya telah hidup kembali, bahkan sudah bisa berdiri dengan tegak.
Wanita itu lalu menghampirinya dan memintanya untuk segera berdiri.
"Tubuhku masih lemah, dan aku membutuhkan darahmu untuk mengembalikan semua energiku yang hilang. Untuk itu, biarkan aku menghisap darahmu!!"
.
__ADS_1
.
Bersambung.