Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh

Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh
Pernikahan


__ADS_3

"Selamat untuk Anda berdua, Nyonya, Tuan. Sekarang Anda berdua sudah resmi menjadi suami-istri!!"


Rasanya masih tidak percaya, jika dia dan Rey kini telah resmi sepasang suami istri. Dan laki-laki itu mengabulkan keinginan Helena untuk menikah secara sederhana.


Bukan karena Helena tidak mau pernikahannya diketahui oleh banyak orang, hanya saja menurutnya pernikahan mewah cuma membuang-buang uang saja. Dan Helena lebih menyukai pernikahan secara sederhana.


"Tuan Muda, selamat untuk Anda." ucap Frans. Dia memberikan selamat kepada Rey dan Helena. Dan Frans turut bahagia dengan pernikahan Tuan Mudanya.


Dan sementara itu, Tuan Valentino terlihat menyusut air matanya. Pria tua itu terlihat bahagia dan juga terharu melihat cucu kesayangannya akhirnya menikah. Dan lebih membahagiakan lagi, yang menikahi Helena adalah Tuan Muda dari kalangan keluarga bangsawan.


Tuhan Valentino bangkit dari kursinya lalu menghampiri Helena dan memeluk cucu kesayangannya tersebut. "Sayang, selamat untukmu. Akhirnya kau mendapatkan laki-laki yang jauh lebih baik dari mantan kekasihmu yang tak tau diri itu. Helena, huhuhu... Kakek sangat terharu, sampai-sampai ingin menangis." Ucap Tuan Valentino.


"Mulai melawak, jelas-jelas Kakek sudah menangis. Masih mau bilang ingin menangis lagi," cibir Helena menimpali.


"Hahaha...!! Benar juga, ya? Kan Kakek sudah menangis, kenapa masih bilang mau menangis? Intinya Kakek merasa bahagia dan terharu. Selamat untuk pernikahanmu, Sayang."


Helena menatap kakeknya dengan mata berkaca-kaca. "Kakek," dia memanggil Tuan Valentino dengan suara parau kemudian memeluk kakeknya. "Terima kasih telah membesarkanku dan menjagaku selama ini, aku menyayangi, Kakek." Lirih Helena dengan suara parau.


Tuan Valentino melepas kacamatanya, lalu air matanya. "Kakak, juga sangat menyayangimu. Dan untuk itu Kau harus bahagia. Karena bahagiamu, bahagia Kakek juga." ucap Tuan Valentino.

__ADS_1


Kemudian Rey menghampiri Kakek dan cucu tersebut. Rey menepuk kepala Helena dengan lembut, membuat perhatian perempuan itu teralihkan padanya. Kemudian Helena menyeka air matanya dan menatap sang suami yang sedang tersenyum padanya.


"Jangan menatapku seperti itu, aku bukan gadis yang cengeng!!" ucapnya sambil merenggut kesal.


"Memangnya siapa yang menyebutmu gadis cengeng. Tidak semua perempuan yang menangis itu karena mereka cengeng, namun karena ada sebab dan akibat yang membuat mereka harus menangis. Dan menangis adalah hal yang manusiawi."


Tuan Valentino tersenyum, kemudian dia meraih tangan Rey lalu menggenggamnya dan menatapnya dengan senyum yang sama. "Kakek, titipkan helena padamu. Jaga dan lindungi dia, serta cintai dia dengan sepenuh hati."


Rey menganggukkan kepalanya. "Itu pasti, Kakek. Tanpa kau memintanya sekalipun, aku pasti akan selalu menjaga dan melindunginya. Mencintainya dan memberikan kebahagiaan yang utuh padanya, aku berjanji," ucap Rey sambil tersenyum ke arah Helena.


Tak banyak yang menghadiri pernikahan Rey dan Helena. Orang-orang terdekat mereka saja, salah satunya adalah Delon dan Tuan Jackson. Meskipun hubungan Rey dan mereka berdua memburuk, tetapi dia tetap mengundang mereka untuk hadir di pernikahannya, karena bagaimanapun juga tuan Jackson adalah Ayah kandungnya.


"Ayo, Pa. Kita pulang," ucap Delon Seraya beranjak dari kursinya.


Delon tak menemui kedua mempelai terlebih dahulu sebelum pulang, apalagi mengucapkan selamat pada mereka berdua. Karena hal itu hanya akan membuatnya semakin sakit hati, lebih baik tidak mengucapkannya sama sekali.


.


.

__ADS_1


Acara telah selesai beberapa jam yang lalu. Kini kedua mempelai berada di kediaman Nero, sementara tuan Valentino langsung pulang ke kediamannya. Dia menolak ketika Helena mengajaknya untuk menginap di rumah barunya.


Baru saja Rey hendak merebahkan tubuhnya yang terasa lelah. Tiba-tiba Frans datang dan memberitahunya jika ada seseorang yang mencarinya. Penasaran Siapa yang mencarinya, Rey pun segera keluar dan menemui orang tersebut. Tak lupa dia memberitahu Helena yang sedang berada di kamar mandi.


"Diao Chan," kaget Rey melihat siapa yang datang. "Apa yang sedang kau lakukan di sini?"


"Aku ingin meminta bantuan darimu sekali lagi. Penghuni lianera mengusirku, dan sekarang aku tidak memiliki tempat tinggal. Untuk sementara izinkan aku untuk tinggal di sini, hanya sementara saja."


Rey menganggukkan kepalanya. "Sebaiknya kau masuk dulu, aku akan meminta pelayan menyiapkan kamar untukmu."


"Maaf, sudah merepotkanmu."Ses Diao Chan.


Rey menggeleng. "Bukan perkara yang besar. Santai saja!!"


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2