Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh

Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh
Kalian Penghianat!!


__ADS_3

Tubuh Bram dan Cindy membatu melihat kedatangan Helena, Gadis itu menyeringai sinis melihat reaksi mereka berdua saat melihat kedatangannya. Pasti Cindy dan Bram tak menduga jika dia akan memergoki perselingk*han mereka berdua.


"Ada apa dengan reaksi kalian berdua? Apa kalian terkejut melihat kedatanganku?! Atau mungkin kalian tidak mengira jika aku akan datang dan memergoki kalian?!" Helena menyeringai sinis.


Sungguh sangat lucu melihat dua orang di hadapannya ini, mereka yang mengaku sebagai saudar*, ternyata memiliki hubungan spesial di belakangnya. Awalnya Helena pikir jika Bram dan Cindy benar-benar saudar* sepup*, karena mereka tinggal bersama.


Bram pernah bercerita, jika keluarga Cindy berada di luar negeri. Dan karena keluarganya tidak ingin Cindy hidup sendirian, akhirnya mereka memintanya untuk tinggal bersama Bram.


Meskipun Helena dan Cindy bersahabat baik, tetapi belum sekalipun dia bertemu dengan keluarga wanita itu. Satu-satunya keluarg* Cindy yang Helena tahu adalah Bram. Tetapi akhirnya takbir pun terbuka, ternyata mereka berdua adalah saudar* ketemu besar.


"Kalian benar-benar saudar* yang sangat dekat, ya!! Aku sungguh heran, bagaimana bisa seorang kakakk-beradikk malah saling mencumb*. Dan lebih gilanya lagi, kalian melakukannya di tempat yang terbuka. Aku benar-benar terkejut," ujar Helena sambil menatap mereka berdua dengan pandangan meremehkan.


Bram menggeleng. Dia berdiri dari kursinya dan menghampiri Helena. "Hel, dengarkan penjelasanku dulu, ini tidak seperti yang kau pikirkan. Aku dan Cindy tidak memiliki hubungan apapun, kami memang saudar* sepupuu. Dan apa yang aku dan dia lakukan hanyalah acting, aku sedang membantu Cindy, dia hendak mengikuti casting." Bram mencoba menjelaskan pada Helena.


Helena tertawa mendengar penjelasan Bram, menurutnya dia sangat lucu. "Bram, kau lucu sekali, ya. Apa kau pikir aku anak kecil yang mudah untuk kau bohongi?! Benar sekali yang kau katakan itu, akting dan drama, bukankah itu yang selama ini kalian berdua perankan di depanku? Kemudian kalian berdua bermain gila di belakangku. Dan betapa Bodohnya Aku, karena bisa tertipu oleh kebbusukan kalian berdua!!"


"Helena, dengarkan aku dulu!!"


"LEPASKAN!! APA LAGI YANG HARUS DIDENGARKAN?!" teriak Helena Seraya menyentak tangan Bram dari lengannya.


Dan seketika mereka menjadi pusat perhatian. Helena memperhatikan sekelilingnya, tetapi dia tidak peduli. Lalu pandangannya kembali pada Bram. "Apa yang perlu di dengarkan, memangnya penjelasan apa yang bisa kau berikan padaku?! Kalian berdua benar-benar s*mpah!! S*mpah pantasnya memang dengan s*mpah!! Kalian berdua Penghianat!!"


Helena kemudian melepas cincin


pertunangan yang melingkari jari manisnya lalu melemparkannya pada Bram.

__ADS_1


"Pertunangan kita, sebaiknya kita batalkan saja!! Aku tidak Sudi jika harus memiliki calon suami penghianat sepertimu!!" Ucap Helena dan pergi begitu saja.


Helena menghentikan langkahnya setibanya dia di luar cafe. Gadis itu menyeka air matanya dengan kasar, dia menangis bukan karena sakit hati atas penghianatan Bram dan Cindy. Tetapi dia menangis karena kesal, bisa-bisanya dia begitu b*doh dan mempercayai mereka berdua.


"Kau terlihat jelek, sebaiknya hapus air matamu!!" seseorang mengulurkan sebuah sapu tangan pada Helena. Sontak Gadis itu menoleh dan mendapati Rey berdiri di belakangnya.


Buru-buru Helena menyeka sisa air matanya yang masih menempel di pipinya. "Kau benar-benar, Tuan Muda Nero? Pemilik Nero Empire?" ucap Helena memastikan.


Rey mengangguk. "Ya,"


"Aku benar-benar terkejut, aku pikir kau adalah pria setengah baya yang sudah bau tanah. Tapi ternyata kau masih sangat muda, karena yang aku dengar kau itu seorang duda." Ujar Helena.


"Lalu apa yang salah jika ternyata aku masih muda?"


Helena menggelengkan kepala. "Tentu saja tidak ada yang salah. Beberapa kali Kakek ingin memperkenalkanku dengan teman bisnisnya. Dia mengatakan jika orang itu adalah seorang Duda, dan dia berasal dari keluarga Nero. Tapi aku selalu menolaknya, setiap kali Kakek mengajakku untuk bertemu dengannya, aku selalu saja beralasan. Karena aku berpikir kau adalah pria botak, jelek dan gendut." Ujar Helena panjang lebar.


"Lalu apa yang ingin kau lakukan sekarang, bukankah aku sekarang sudah ada di hadapanmu?! Masih ingin menganggap diriku jelekk, gendutt dan bottak?" ucap Rey.


Helena menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil tersenyum tiga jari. "Maaf, Tuan Muda Nero. Anda jangan tersinggung. Karena saya sungguh-sungguh tidak tahu tentang Anda sama sekali. Jangankan informasi tentang Anda, bahkan wajah Anda saja saya tidak tahu. Karena saya tak pernah melihat infotainment sama sekali." ucap Helena penuh Sesal.


"Sudah, tidak perlu dibahas lagi. Kau mau kemana sekarang? Aku akan mengantarkanmu!! Anggap saja malam ini kau sedang beruntung," ucap Rey.


Helena tampak berpikir. "Kemana ya, aku sendiri bingung. Mau pulang, tapi di rumah pasti bosan. Pergi jalan-jalan, tapi tidak membawa kendaraan pribadi. Sangat ribet jika harus menggunakan kendaraan umum!!" ujar Helena.


"Kebetulan aku sedang free, bagaimana kalau kita pergi bersama. Kau ingin jalan-jalan kemana, aku akan menemanimu. Karena biasanya orang yang baru saja patah hati, pasti menginginkan pergi ke tempat yang sunyi dan tenang, mungkin kau salah satunya?!"

__ADS_1


Helena menggeleng. "Aku tidak patah hati!! Untuk apa memikirkan orang yang telah mengkhianati kita, jika dia menyimpang dari hubungan yang telah dibina. Maka itu artinya aku dan dia tidak berjodoh. Beres kan, jadi untuk apa terlalu dipikirkan?!"


Rey tersenyum. "Ya, memang benar apa yang kau katakan. Karena tidak baik terlalu lama larut dalam kesedihan, masa depan yang cerah masih panjang. Jadi kita harus tetap melangkah ke depan, untuk meraih masa depan yang cemerlang. Bukankah begitu?"


Helena menganggukkan kepala. "Ya, aku rasa." Ucapnya sambil tersenyum manis.


Helena menoleh, menatap Sisi wajah pria yang berjalan di sampingnya ini. Wajah yang tampan, rahang yang tegas, hidung mancung, bibir tipis, ditunjang dengan kulitnya yang putih. Benar-benar perpaduan yang sempurna. Seingatnya, belum pernah Helena melihat pria setampan itu.


"Tuan Muda Nero, sebenarnya kau ini manusia atau Dewa?! Belum pernah aku melihat pria tampan dirimu!!" ucap Helena tanpa banyak berbasa-basi.


Dengan blak-blakan, Helena mengatakan yang sebenarnya, jika laki-laki yang berjalan bersamanya, memang sangatlah tampan.


Parasnya yang terpahat dengan sempurna, membuatnya berpikir jika Rey tidaklah nyata.


Rey tersenyum tipis. Ternyata dugaannya salah. Rey pikir jika Helena adalah gadis yang pendiam, tetapi ternyata sifatnya sama saja dengan Nuwa. Sedikit bar-bar dan to the poin.


"Tidak perlu seformal itu, kau bisa memanggilku, Rey."


Tiba-tiba Helena menghentikan langkahnya, gadis itu memiringkan kepalanya dan menatap lelaki di sampingnya. "Rey, jadi itu nama aslimu?! Sepertinya aku pernah mendengarnya, namamu terdengar tidak asing, aku merasa sangat familiar dan pernah mendengarnya. Tetapi Sayangnya aku tidak ingat kapan, dan dimana aku mendengar nama itu." tutur Helena.


"Sudah jangan banyak bicara. Ayo, mobilku terparkir disebelah sana," ucap Rey sambil menunjuk ke arah parkiran mobil.


Helena mengikuti arah tunjuk lelaki itu, kemudian menganggukkan kepala. Keduanya kemudian berjalan beriringan menuju parkiran.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2