Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh

Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh
Ingin Memastikan


__ADS_3

Rey menghentikan mobilnya diarea sungai Han. Kemudian ia turun diikuti oleh Helena yang kemudian berdiri disampingnya, mereka berdua berdiri bersebelahan melihat air sungai yang mengalir dengan tenang.


Rey menoleh, menatap gadis yang berdiri di sampingnya. Wajah cantiknya tak menunjukkan ekspresi apapun, datar. Dia mencoba membaca apa yang telah dipikirkan oleh gadis itu, tetapi tidak bisa. Rey tidak bisa membaca pikirannya, ataupun melihat isi hatinya. Namun satu hal yang pasti, gadis itu terlihat sedih.


Bohong jika mengatakan helena tidak patah hati, apalagi terluka oleh penghianatan kekasih dan sahabatnya. Memangnya perempuan mana yang tak sakit hati, ketika dikhianati oleh dua orang yang dia percayai. Dan itulah yang dirasakan oleh Helena saat ini.


"Kau ingin menangis?" suara dingin yang berkaur di dalam telinganya, sedikit menyita perhatiannya. Helena menoleh ke sisi kanannya, tempat Rey berada. "Jika ingin menangis, menangislah. Tidak perlu ditahan, tidak ada orang lain di sini, hanya ada kita berdua. Jadi jika ingin menangis, menangislah!!"


Helena menggelengkan kepala. "Aku memang kecewa, marah, kesal dan sakit hati. Tapi bukan berarti aku menjelma menjadi gadis yang lemah, jika aku menangisi penghianatan mereka, itu hanya akan membuat mereka berdua tertawa di atas rasa sakit yang aku rasakan. Jadi aku tidak ingin menangis!!"


Rey tak memberikan respon apapun, setelah mendengar apa yang dikatakan oleh gadis itu. Helena sedang berbohong padanya, dia mengatakan tak ingin menangis, tetapi kedua matanya tampak berkaca-kaca.


Mungkin Helena tak ingin terlihat lemah di depan orang lain, terutama seorang pria.


"Aku adalah gadis yang kuat, jadi untuk apa menangis hanya karena putus cinta. Ya, Meskipun rasanya sangat sakit, tapi aku harus bisa menerimanya!! Bukankah merelakan lebih baik, daripada harus terus-terusan sakit?! Dan inilah yang dinamakan menjaga jodoh orang, bukankah sangat lucu?!" ujar Helena sambil tersenyum hambar.


Helena mengepalkan tangannya, sesakit apapun hatinya saat ini, tetapi dia bersumpah tak akan pernah meneteskan air matanya untuk b*jingan seperti Bram. Dan dia pasti akan membalas, perbuatan mantan tunangannya itu dua kali lipat, dengan cara yang lebih menyakitkan.


"Lalu apa rencanamu sekarang? Jangan bilang jika kau akan membiarkan mereka bersenang-senang di atas rasa sakit yang kau rasakan?"


Helena menggalang. "Tentu saja tidak, bagaimana mungkin aku membiarkan mereka bahagia setelah apa yang diperbuat padaku. Aku akan membalas penghianatan mereka dua kali lipat lebih menyakitkan, dari apa yang mereka lakukan!! Aku akan menghancurkan mereka berdua secara bersamaan!!" balas Helena.


Rey menyeringai. "Aku mendukungnya, karena orang seperti mereka memang perlu diberi pelajaran. Dan jika kau membutuhkan bantuan, jangan pernah segan-segan untuk datang padaku, karena dengan senang hati aku pasti akan membantumu!!"


Helena tersenyum seraya menganggukkan kepala. "Ya, itu pasti." mereka berdua sama-sama tersenyum. Kembali mereka berdua menatap Sungai Han, yang mengalir dengan tenang. Dan setelah obrolan itu, tak ada lagi perbincangan di antara mereka berdua, mereka berdua sama-sama diam dalam keheningan.


.


.

__ADS_1


Kabar tentang kontesnya hubungan Helena dan Bram telah sampai ke telinga Tuan Valentino. Mendengar hal itu, Tuan Valentino sangat terkejut sekaligus senang, karena sejak awal dia memang ingin helena putus dari Bram.


Tuhan Valentino tidak pernah merestui hubungan mereka berdua, karena dia tahu jika Bram bukanlah pria baik-baik. Tetapi dia juga tidak bisa memisahkan mereka secara paksa, karena Tuhan Valentino tahu jika Helena sangat mencintai laki-laki itu. Dia tidak ingin membuat cucunya sedih.


Dan hari ini doa-doanya akhirnya terkabul, mereka berpisah dan Helena mengetahui tentang kebusukan kekasihnya. Dan Tuan Valentino akan melanjutkan rencananya, yakni menjodohkan Helena dengan Tuan Muda dari keluarga kaya raya.


Tuan Valentino tidak peduli meskipun dia seorang duda, yang terpenting orang itu bisa memberikan masa depan yang cerah untuk cucunya.


"Cucuku sedang patah hati, lalu aku harus bersikap bagaimana? menghiburnya, atau justru membuat perayaan untuk menyambut lembaran baru dalam hidupnya?!" ucap Tuan Valentino kebingungan.


Laki-laki yang telah beruban itu menggelengkan kepala. "Tidak-tidak, sebaiknya aku menunggu dia pulang saja. Jika Helena bersedih, aku akan langsung menghiburnya. Tetapi jika dia bisa berlapang dada, aku akan memberikan perayaan untuk menyambut lembaran baru dalam hidupnya." ujar Tuan Valentino.


Entah pada siapa dia berbicara. Yang jelas, Tuan Valentino bicara sendirian. Karena memang tidak ada siapapun di ruangan itu selain dirinya.


Ketukan pada pintu mengalihkan perhatiannya, Tuan Valentino menoleh dan mendapati seorang laki-laki yang usianya jauh lebih mudah darinya lihat memasuki ruangan. Kemudian laki-laki itu membungkuk di depan Tuan Valentino.


"Apakah cucuku sudah pulang?" tanya Tuan Valentino.


"Apa kau bilang, apa aku tidak salah dengar?! Memangnya kau mendapatkan informasi itu darimana? Siapa yang memberitahumu?" tanya Tuan Valentino begitu antusias.


Jika benar yang bersama dengan Helena adalah Rey, maka itu artinya Tuan Valentino tidak perlu memperkenalkan mereka lagi, karena ternyata mereka berdua sudah saling mengenal. Ini adalah berita yang sangat bagus, dan semoga saja informasi tersebut tidak salah. informasi


"Kalau begitu antarkan aku ke sana, aku ingin memastikan sendiri itu benar Tuan Muda Nero atau bukan," ucap Tuan Valentino.


Dia akan terus-terusan dihantui rasa penasaran jika tidak memastikannya sendiri. Dan dalam hatinya Tuan Valentino terus berdoa, semoga benar itu dia.


.


.

__ADS_1


Keheningan menyelimuti kebersamaan Rey dan Helena, tak sepatah kata pun keluar dari bibir mereka berdua, mereka sama-sama diam dalam keheningan.


Helena yang sibuk melihat pertunjukan air mancur yang dihiasi lampu warna-warni di jembatan Banpo.


Suguhan utamanya adalah Moonlight Rainbow Fountain. Ini adalah pertunjukan air mancur jembatan paling panjang yang pernah ada, dan keindahan itu hanya bisa di nikmati ketika mentari mulai terbenam, sedikitnya ada 200 lampu aneka warna yang menyinari air mancur yang terjun langsung ke Sungai Han di bawah jembatan tersebut.


Air mancur ini mengalir dari sisi kiri dan kanan jembatan, yang panjangnya 1.140 m. Debit air yang dikeluarkan sekitar 190 ton per menit. Air mancur tersebut jatuh di jarak 43 meter dari jembatan. Diiringi alunan musik, air mancur pelangi ini seakan menari.


Sayangnya pemandangan indah itu selalu ada. Untuk melihat langsung pertunjukan Moonlight Rainbow Fountain, para wisatawan bisa mengunjungi Seoul pada bulan April-Oktober. Dan Moonlight Rainbow Fountain hanya berdurasi tak lebih dari 15 menit.


"Dulu aku sering sekali datang kemari," sebuah kalimat yang keluar dari bibir gadis itu, mengalihkan perhatian Rey.


Laki-laki itu kemudian menoleh dan membalas tatapan Helena. "Dengan mantan tunanganmu itu?" ucap Rey memastikan.


Helena menganggukkan kepala. "Ya. Aku dan Bram, dulu kami sering sekali menghabiskan waktu di tempat ini. Sebenarnya bukan hanya kami berdua saja, tetapi Cindy juga. Dan bodohnya aku tidak menyadari dengan hubungan terlarang mereka. Aku pikir kedekatan mereka karena dia dan Cindy benar-benar bersaudara, tetapi ternyata mereka saudara ketemu besar, bukankah itu sangat tak masuk akal?!" ujar Helena panjang lebar.


Bukan maksud Helena ingin mengenang kebersamaannya dengan Bram, ataupun mengenang semua kenangan indah mereka berdua, hanya saja dia belum bisa melupakannya. Bukan karena Helena masih belum bisa merelakan Bram, tetapi karena kenangan mereka sangat banyak.


"Tutup matamu," pinta Rey dan membuat Helena kebingungan.


Gadis itu menyipitkan matanya dan menatap Rey penuh tanya. "Untuk apa?"


"Sudah jangan banyak tanya, lakukan saja!!" pinta Rey sekali lagi.


Kemudian Helena menutup matanya seperti yang Rey minta. Rey mengangkat tangan kanannya dan meletakkan di depan mata Helena, dia berniat untuk menghapus semua kenangan gadis itu dengan mantan tunangannya. Akan lebih baik bagi Helena jika melupakan semua kenangan masa lalunya bersama Bram.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2