Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh

Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh
Dasar Pembohong!!


__ADS_3

Seorang Wanita bersayap malaikat, terlihat berdiri di atap sebuah gedung pencaker langit sambil memperhatikan setiap gerak-gerik Nuwa dari atas sana. Kemudian ia melemparkan sebuah cahaya ke arah Sang Dewi agar Gadis itu melihat keberadaannya


Sontak gadis itu pun menoleh. Kedua matanya membulat sempurna. "Kakak!!" serunya seraya bangkit dari kursinya. Kebetulan Rey sedang pergi untuk menerima telefon. Saat ini mereka berdua sedang berada di restoran untuk makan malam.


Kemudian memperhatikan sekitarnya, guna untuk memastikan keadaannya benar-benar aman, kemudian tampan sepasang sayap cantik muncul dari balik punggungnya. Tanpa ba-bi-bu ia pun segera terbang menghampiri Wanita itu


"Kakak, apa yang kau lakukan disini" tanya Nuwa kebingungan.


"Hey Gadis Nakal, kenapa jika aku datang kemari?! Aku datang untuk melihatmu, dan ternyata kau masih belum menemukan pemilik tanda itu," ucap Wanita itu sambil tersenyum lembut.


"Ah, pasti karena kau sangat merindukanku juga kan?!" goda Nuwa sambil tersenyum jahil.


"Ya, aku ditugaskan untuk mengawasi dirimu dan memastikan jika kau tidak akan melakukan hal aneh-aneh apa lagi sampai berakibat fatal!! Dan ketahuilah, pernikahanmu adalah sebuah kesalahan besar."


"Jadi kalian sudah tau tentang pernikahanku?!" wanita itu mengangguk. "Dan pernikahanku juga terjadi bulan atas keinginanku sendiri. Tapi kalian tenang saja, aku tidak akan melakukan kesalahan apakah kok. Aku akan selalu mengingat untuk tidak jatuh cinta pada kaum manusia. Ya sudah, aku pergi dulu," pamit Nuwa, dan dalam sekejap ia menghilang dari hadapan Wanita itu.


Wanita itu menatap kepergian Nuwa dengan gamang. "Semoga kau tidak jatuh cinta padanya!! Aku tidak ingin jika kau sampai menghilang!!"


.


.


Rey yang abru saja kembali kebingungan melihat Nuwa yang tiba-tiba tidak ada. Dia tidak tau kemana gadis itu menghilang, baru juga dia tinggal sebentar. Tapi orangnya sudah menghilang entah kemana.


Dan baru saja Rey hendak pergi untuk mencarinya. Tiba-tiba Nuwa muncul dihadapannya. "Kau dari mana saja?! Kenapa kau tiba-tiba menghilang?!" tanya Rey meminta penjelasan.


"Apa kau ingat yang aku katakan tadi?! Kakakku datang dan ingin bertemu denganku, jadi aku pergi untuk menemuinya!! Apa kau mencariku?!" tanya Gadis itu memastikan.


Rey membuang muka ke arah lain. "Tidak!! Untuk apa aku mencarimu?!" ucap pria itu menimpali.


Nuwa memicingkan matanya. Entah kenapa dia tak percaya mendengar ucapan Rey. Dia tau jika Rey sedang berbohong padanya, jelas-jelas dia mencarinya, tapi malah mengatakan tidak. Benar-benar lucu, pikir Nuwa.

__ADS_1


"Kalau memang iya, mengaku saja!! Tidak perlu berbohong dan mengatakan tidak padaku!! Jelas-jelas kau itu mencariku, dasar pembohong!! Oya, aku sangat lapar. Ayo, sebaiknya kita makan sekarang!!"


Terlihat Rey menghela napas untuk yang kesekian kalinya. Rasanya dia ingin sekali menjitak kepala Nuwa. Gadis itu benar-benar membuatnya gemas sendiri.


Selanjutnya kebersamaan mereka hanya diisi keheningan. Tak sepatah kata pun keluar dari bibir Rey maupun Nuwa. Keduanya menyantap makan malamnya dengan tenang.


.


.


Tetes hujan membasahi dedaunan di sekitar Mansion mewah itu. Semerbak wangi bunga mawar menambah suasana segar di Mansion itu. Hari itu hujan turun dengan deras menjelang tengah malam. Seorang lelaki berwajah tampan namun minim ekspresi sedang duduk di ruang tamu Mansion mewah itu sendirian.


Hujan lagi… Apa langit menangis karena dunia ini begitu menyedihkan?


Lelaki itu bertanya pada dirinya sendiri.


Hening…


Benar-benar suasana yang agak mencekam.


Derap langkah kaki seseorang yang datang menggema, memecah heningnya malam. Lelaki itu lantas menoleh dapat di seorang wanita tua menghampirinya.


"Nenek, apa yang sudah kau lakukan? Dan kenapa kau masih terjaga di waktu selarut ini?!" tanya lelaki itu yang tak lain dan tak bukan adalah Rey.


"Nenek, masih belum bisa tidur. Lalu kau sendiri kenapa masih terjaga?! Sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Nenek Nero pada cucu kesayangannya itu.


Rey menggeleng. "Tidak ada, hanya belum bisa tidur saja." jawabnya kemudian meneguk kembali minumannya.


Dan Nenek Nero tahu jika di cucunya itu sudah berbohong. Rey sedang memikirkan sesuatu, dan Nenek Nero kau itu.


"Baiklah jika kau tidak mau bercerita, aku tidak akan memaksa!!" ucap Nenek Nero. "Ngomong-ngomong, bagaimana malam ini?! Kau dan Viona bersenang-senang bukan?" tanya Nenek memastikan.

__ADS_1


Rey mengangguk. "Ya, dia bersenang-senang!!"


"Syukurlah kalau begitu. Jujur saja Nenek tadi sempat merasa cemas, takut jika Viona akan merasa bosan karena harus pergi dengan kulkas 2 pintu sepertimu!! Tapi Syukurlah jika dia bersenang-senang tadi, Nenek lega jadinya." Nenek Nero tersenyum lebar.


Tiba-tiba Rey menjadi diam 1000 bahasa. Seperti sedang memikirkan sesuatu, kembali ia menatap Nenek Nero dengan pandangan serius.


"Nek, katakan yang sebenarnya padaku. Sebenarnya siapa diriku dan asal usulku?! Aku tau jika kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku!!"


Rey tidak bisa menahan dirinya lebih lama lagi, dia tidak ingin rasa penasaran semakin membuatnya tidak nyaman. Rey ingin mengetahui tentang siapa dirinya yang sebenarnya.


Dan jika dia hanya manusia biasa, tidak mungkin warna matanya bisa berubah dengan sendirinya. Ditambah lagi sebuah anting yang Nenek berikan padanya. Nenek Nero bilang itu adalah sebuah segel, memangnya hal gila apa yang ada di dalam dirinya sampai-sampai harus memakai segel.


"Maaf, Rey. Bukan maksud Nenek tidak mau memberitahumu. Tetapi untuk saat ini Nenek memang tidak bisa mengatakan apapun. Jika Nenek memberitahumu sekarang, kebenaran itu hanya akan menjadi beban bagimu!!"


"Jadi sebaiknya kau bersabar dan menunggu sampai waktunya tiba. Ini sudah larut malam, sebaiknya kau kembali ke kamarmu dan segera istirahat." Pinta Nenek Nero.


Rey menutup matanya dan menghela napas berat. Dengan lantang dia berseru. "Tapi aku tidak bisa menunggu lagi hanya untuk sebuah jawaban!!" seru Rey dan menghentikan langkah Nenek Nero.


Nenek Nero tak terkejut sama sekali ketika melihat Rey yang tiba-tiba bangkit dari kursi rodanya. Karena dia memang sudah tau jika sebenarnya cucunya itu tidaklah lumpuh.


Rey menatap Nenek Nero dengan dingin dan datar.


"Nenek, tak akan mengatakan apapun padamu. Tetapi Nenek hanya akan meminta satu hal padamu. Jaga Viona, lindungi dia dan jangan pernah membiarkan dia untuk menghilang apapun alasannya. Atau kau akan menyesal seumur hidupmu!! Nenek ke kamar dulu, sebaiknya segera tidur. Ini sudah malam!!"


Lagi-lagi Rey tak mendapatkan jawaban. Lalu pada siapa dia harus bertanya, dan bagaimana dia bisa menemukan jawabannya?! Rey benar-benar tidak tahu!!"


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2