Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh

Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh
Pertemuan Kedua!!


__ADS_3

Matahari mulai kembali keperaduannya, meninggalkan singgasananya. Sedikit demi sedikit warga Seoul meninggalkan rutinitasnya, dan memilih kembali berkumpul bersama hangat keluarga mereka masing-masing. Namun ada pula sebagain warga yang memilih untuk tetap melanjutkan aktifitasnya di luar rumah.


Seorang gadis terlihat berjalan menyusuri jalanan setapak kota seorang diri. Banyak warga yang berlalu lalang dan berpapasan dengannya, namun tak ada satupun dari mereka yang ia kenal. Mereka semua adalah orang asing dan tak ia kenal sama sekali.


Terpaan angin malam yang membelai kulit susunya ia biarkan, padahal kain yang melekat di tubuhnya sangat kontras dengan udara malam ini yang dingin tak bersahabat.


Gadis itu yang tak lain dan tak bukan adalah Helena, tiba-tiba menghentikan langkahnya. Kemudian gadis itu mendongak, menatap langit malam bertabur bintang. Entah apa alasannya, Helena begitu suka melihat bintang, apalagi ketika langit sedang cerah. Karena dia bisa melihat bintang dengan sepuasnya.


"Nona, bisakah kau sedikit menyingkir, kau menghalangi jalan!!" tegur seorang laki-laki dari belakang. Sontak Helena menoleh, membuat matanya dengan laki-laki itu saling bersirobok.


Laki-laki itu terlihat membulatkan matanya. Dengan keras dia berseru, menyebut satu nama 'Nuwa' Helena memicingkan matanya dan menatap laki-laki di depannya itu dengan bingung, dan laki-laki itu tak lain dan tak bukan adalah Delon.


Entah kenapa Helena merasa, jika nama itu begitu familiar dan Tak asing di telinganya. Dia seperti pernah mendengarnya, tapi itu kapan dan dimana, Helena tak mengingatnya.


"Nuwa, kau masih hidup?! Apakah ini sungguh-sungguh dirimu, setelah bertahun-tahun kita tidak bertemu, bahkan kau masih terlihat semuda dulu. Nuwa, aku merindukan, sangat-sangat merindukanmu!!"


Kemudian Delon membawa Helena ke pelukannya, dan dia terus saja mengatakan kalimat yang tak Helena pahami salam sama sekali. Dan dia juga berkali-kali memanggil nama 'Nuwa' memangnya siapa dia? Apakah dia kekasih atau mungkin istri pria di depannya ini, apalagi tatapannya menyiratkan kerinduan yang sangat dalam.


Helena melepaskan pelukan pria itu dengan paksa, dan mendorongnya. Dia memberitahu Delon, jika dirinya bukanlah Nuwa, melainkan Helena. "Tuan, tolong lepaskan aku!! Kau sudah salah orang, aku bukan Nuwa, tetapi Namaku Helena!!"


Delon pun terkejut mendengarnya, kemudian dia memperhatikan Gadis itu dari ujung rambut sampai ujung kaki. Delon menggelengkan kepala, dan menatap gadis itu tak percaya.


Rasanya sulit sekali dia mempercayai apa yang Helena katakan, tidak mungkin dia salah mengenali orang. Dan Delon sangat yakin, jika yang ada di hadapannya ini adalah Nuwa, bukan Helena.

__ADS_1


"Tidak, tidak, tidak...!! Nuwa, aku tahu ini kau. Bisa membohongi semua orang, termasuk Rey. Tetapi kau tidak bisa membohongi diriku, aku tahu ini dirimu!!"


Helena menyentak tangan Delon yang menyentuh pipinya dengan kasar. Kemudian menatapnya tajam. "Tuan, sebenarnya kau itu tuli atau apa sih? Atau mungkin kau tidak mengerti bahasa manusia, sampai-sampai tidak paham dengan apa yang aku katakan. Aku bukan Nuwa, dan namaku, Helena!!" sekali lagi dia menegaskan jika namanya bukanlah Nuwa, melainkan Helena.


"Nuwa, kau~!"


"Minggir, kau menghalangi jalanku!!" ucapnya dan pergi begitu saja.


Sepanjang jalan, helena terus aja menggerutu tidak jelas. Dia tidak tahu mimpi buruk apa yang dialaminya semalam, sampai-sampai harus bertemu dengan orang yang tidak jelas seperti itu. Dia sudah memberitahunya, jika namanya adalah Helena, tapi tetap saja pria itu memanggilnya dengan nama Nuwa.


"Dasar pria gila, sudah diberitahu malah ngeyel. Sebenarnya yang punya nama itu aku atau dia?! Ngomong-ngomong semirip apa aku dengan perempuan bernama Nuwa tersebut, ya? Aku jadi penasaran." Ucap gadis itu dengan penasaran. Dia bicara sendiri, bagus tidak ada orang yang memperhatikannya.


Helena pun menjadi sangat penasaran dengan perempuan bernama Nuwa tersebut. Memangnya semirip apa ia dengan perempuan itu?! Apakah benar-benar bak pinang di belah dua. Lalu kemana perginya perempuan itu, sampai-sampai orang lain harus mengira dirinya adalah dia. Dan jika dia masih hidup kenapa tidak muncul, kecuali jika dia sudah mati.


Tubuh Helena terhuyung ke belakang setelah tanpa sengaja menubruk punggung seseorang yang berdiri di depannya. Karena terlalu sibuk dengan pikirannya, sampai-sampai Elena tidak menyadari jika seseorang sedang berhenti di depannya.


Sontak orang itu pun menoleh. Membuat mata mereka berdua saling bersirobok. "Baiklah, nanti aku hubungi lagi!" pria itu pun memutuskan sambungan telponnya begitu saja. "Kau tidak apa-apa?" ucapnya memastikannya.


Helena menganggukkan kepala. "Ya, aku tidak apa-apa. Sebenarnya punggungmu itu terbuat dari apa sih? Kenapa bidang dan keras," gerutu Gadis itu, sambil mengusap keningnya yang baru saja bertubrukan dengan punggung pria asing yang pastinya adalah Rey.


Tak ada respon dari pria itu. Dia tak mengatakan apa-apa untuk menjawab pertanyaan Helena.


"TUAN, NONA, AWAS!! MINGGIRLAH, MOTORKU REMNYA BLONG!!"

__ADS_1


Sontak keduanya pun menoleh, mata Helena membelalak sempurna melihat sebuah motor melaju ke arahnya. Motor itu seperti hilang kendali, bahkan si pemiliknya pun tak bisa mengendalikannya.


Dengan sigap Rey menarik lengan gadis itu dan membuatnya jatuh di dalam pelukannya. Tak ingin terjadi sesuatu yang fatal pada pria itu, Rey pun segera menghentikan laju motornya. Dia menggunakan kekuatannya.


Helena merasakan jantungnya berdetak cepat, saat berhadapan dengan dada bidang yang tersembunyi dibalik kemeja hitam itu. Kemudian dia mengangkat wajahnya, dan membuat pandangannya dengan Rey bertemu.


Buru-buru gadis itu melepaskan diri dari Rey dan mengucapkan terimakasih padanya. Karena jika Rey tidak bertindak dengan cepat, mungkin dia sudah celaka sekarang.


"Tuan, terimakasih telah menyelamatkan saya. Karena Anda, saya bisa lolos dari kecelakaan itu. Oya, perkenalkan nama saya Helena. Di sekitar sini ada cafe, bagaimana jika saya mentraktir Anda sebagai ucapan terima kasih," ucap Helena sembari menatap Rey dengan penuh harap. Dia sangat berharap Rey tidak menolak tawarannya.


Rey melihat jam yang melingkari pergelangan tangannya, lalu menganggukkan kepala. "Aku rasa bukan ide buru. Lagipula ini juga sudah waktu makan malam,"


Helena tersenyum mendengar keputusan Rey. Kemudian keduanya berjalan beriringan menuju cafe tersebut. Helena adalah tipe gadis yang tidak suka berhutang Budi, makanya setiap kali ada yang membantunya, pasti dia akan membalasnya dengan kontan.


Gadis itu tiba-tiba menghentikan langkahnya, saat tanpa sengaja melihat seorang laki-laki yang tak asing baginya, memasuki sebuah cafe bersama seorang wanita cantik berambut sebahu. Mereka berdua terlihat dekat dan akrab, bahkan si laki-laki menggandeng tangan wanita cantik tersebut.


Helena tertawa meremehkan. Dia benar-benar tidak menduga jika akhirnya akan dikadali oleh seorang buaya. Tapi bukan berarti Helena akan diam saja, dia akan memberikan pelajaran pada laki-laki tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah tunangannya.


Jika Bram bisa, lalu kenapa dirinya tidak?!


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2