
Kedua pemuda itu duduk di sofa, di tangannya memegang remote tv. Matanya terus memandang benda itu, terasa asing karena ini pertama kalinya mereka melihat benda semacam itu.
Salah satu dari kedua pemuda itu membolak-balikkan remote, mencari tau bagaimana cara menggunakannya. Namun sayang Ia tetap tidak menemukannya begitu pula dengan pemuda disebelahnya, Mereka sama-sama tidak tau bagaimana cara menggunakannya.
Lalu mereka melihat ke sekelilingnya, namun hanya ada beberapa pelayan yang sibuk mondar-mandir kesana-kemari.
Kedua pemuda itu pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dengan ragu dan tak yakin. Ia menekan tombol merah dan..
"Huaaa.. benda itu ada sihirnya!!"
Dengan reflek, Felix melemparkan remote tersebut ke lantai hingga hancur menjadi beberapa bagian. Tak hanya Felix saja yang terkejut, tapi Chen juga. Membuat beberapa pasang mata sontak menatap keduanya dengan penuh keheranan.
Kedua pemuda itu kemudian menenggelamkan wajahnya pada sofa, samar-samar Ia mendengar percakapan beberapa orang namun semakin lama, suaranya semakin tidak terhitung jumlahnya.
Kemudian Felix dan Chen mengangkat wajahnya lalu menatap layar televisi, kedua mata mereka berdua membulat sempurna saat melihat banyak sekali orang memberi hormat pada seorang wanita yang dipanggil Dewi Ratu. Seketika itulah juga, mereka berdua turun dari sofa dan mengikuti gerakan yang Ia saksikan di televisi tersebut.
"Memberi hormat pada, Dewi Ratu."
__ADS_1
"Memberi hormat pada, Dewi Ratu."
"Memberi hormat pada, Dewi Ratu."
Seketika para pelayan pun menatap mereka berdua dengan aneh, sampai-sampai para pelayan itu mengira jika mereka berdua sedikit kurang waras. Meskipun pada kenyataannya tidak. Tak sedikit dari mereka yang saling berbisik-bisik, membicarakan kedua pemuda itu.
Pintu utama terbuka. Terlihat Rey dan Nuwa memasuki ruang keluarga, dimana Felix dan Chen berada. Keduanya saling bertukar pandang. Mereka sama-sama bingung dan heran melihat para pelayan sedang berkumpul di satu titik.
Namun sesampainya di ruang keluarga. Mereka berdua di kejutkan dengan apa yang di lakukan oleh Felix dan Chen. Mereka berdua mengikuti gerakan yang ada di televisi, dan berfikir jika mereka memang harus melakukannya.
Kemudian Nuwa mendekati mereka berdua sambil berseru. "Apa yang sedang kalian lakukan?!" tanya gadis itu.
"Dewi Ratu?" Nuwa memicingkan matanya, dari Chen dan Felix, lalu pandangan Nuwa beralih pada layar televisi. Gadis itu menepuk dahinya dan mendengus kasar "Jangan bertingkah konyol, bangunlah. Yang kau lihat itu hanyalah Drama." Ujarnya dengan nada sedikit gemas.
"Drama!! Apa maksudmu? Jelas-jelas itu adalah penghormatan pada, Dewi Ratu. Jika kita tidak melakukannya, Dewi Ratu pasti akan marah. Dan dia akan menghukum kita." Ujar Felix.
Nuwa mendengus sekali lagi. "Kalian berdua sudah pikun ya? Saat ini kalian itu berada di jaman modern, bukan jaman batu. Jadi mana mungkin ada Dewi Ratu, dasar konyol." Desis Nuwa kesal.
__ADS_1
"Dewi, kau ini bicara apa?! Jika disini tidak ada Dewi Ratu, lalu kenapa orang-orang itu memberi hormat? Dan kita juga harus melakukannya!!"
"Bagaimana aku harus menjelaskan pada kalian berdua sih!! Memang benar kita diwajibkan untuk melakukannya. Tetapi Itu saat kalian berdua berada di Lianera, tapi saat ini kalian berada di Kota Seoul." Tukas Nuwa panjang lebar.
Selena dan Renata tiba-tiba muncul. ibu dan anak itu menyeringai dan menatap Nuwa dengan pandangan meremehkan. Selena mendekati Nuwa.
"Aku sangat kasihan padamu. Aku tidak tahu masalah keluarga seperti apa yang kau hadapi, sampai-sampai kau memiliki hidup yang begitu menyedihkan. Numpang hidup pada orang lain, lalu memiliki dua adik yang rada gila. Pasti semua itu karma dari Tuhan!!"
Nuwa menyeringai tipis. "Aku sangat Tersanjung, karena kau memikirkan diriku. Makasih untuk kecemasan, tapi sayangnya aku tidak butuh, daripada kau sibuk mengurusi hidup orang lain. Sebaiknya urus saja dirimu sendiri!!"
Kemudian Nuwa mendekati Selena lalu berbisik di telinganya. "Apa kau tidak sadar jika telah mempermalukan dirimu sendiri, aku tidak tahu ini tren atau bukan, tetapi kau memakai dua heels yang berbeda!!"
Kedua mata Selena sontak membelalak. Lalu pandangannya bergulir pada kakinya yang terbalut oleh dua sepatu berbeda. Seketika wajahnya memerah karena malu.
"Kau sangat menyebalkan!!"
.
__ADS_1
.
Bersambung.