Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh

Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh
Dewi Kegelapan Tak Berguna!!


__ADS_3

Menunggu....


Adalah hal paling menjengkelkan dan paling mengesalkan. Dan menunggu adalah salah satu hal yang paling banyak dibenci oleh orang-orang di dunia.


Dan itu pula yang dirasakan oleh Frans Palsu. Sudah lebih dari lima jam dia menunggu di tepi jalan. Tetapi tak ada satupun kendaraan yang melintas, sementara matahari mulai terbenam, dan hari semakin petang. Membuat suasana disana kian terasa mencekam.


Berkali-kali Frans palsu mencoba menghubungi Rey, tetapi tak ada jawaban. Jangankan di angkat telfon darinya. Pesannya saja pun tak ada satupun yang dibalas. Rey tidak mengangkat panggilan darinya ataupun membaca pesannya, dan hal itu membuatnya frustasi.


"Sial!! Baru kali ini ada Dewi Kegelapan diabaikan seperti ini!" teriak Frans palsu itu frustasi.


Kemudian dia membuka penyamarannya, dan kembali ke dalam wujud dia yang sebenarnya. Wanita cantik dalam balutan pakaian serba hitam, dengan make up ala gothik yang fenomenal.


"Dasar mobil tidak berguna!! Bukannya membantu malam merepotkan!! Apa sebaiknya kau aku lempar ke jurang baru tahu rasa!!"


Entah apa yang dia pikirkan sebenarnya. Bukankah dia seorang Dewi Kegelapan, dengan kekuatan yang tidak main-main. Tetapi mengatasi suatu masalah kecil saja tidak bisa, dan tentu saja hal itu membuatnya terlihat sangat menggelikan. Seperti halnya Rey, yang bisa menggunakan kekuatannya dengan mudah. Dia pun seharusnya sama, tetapi yang ada malah sebaliknya.


"Dasar Dewi bodoh, tidak berguna. Masa iya mengatasi satu masalah kecil saja tidak bisa, lalu apa gunanya kau mendapatkan gelar sebagai Dewi Kegelapan?! Mengatasi kesusahannya sendiri saja tidak mampu."


"Benar-benar-benar. Dasar Dewi lemah, begitu mau mengalahkan Pangeran kegelapan. Mimpi saja sana!!"


Obrolan dua burung kecil yang hinggap di atas pohon benar-benar mengganggunya. Bagaimana bisa mereka berdua meledek dirinya, mengatakan ini dan itu tentangnya. Apa mereka berdua mencari mati?!


Apalagi yang mereka berdua bicarakan adalah seorang Dewi Penguasa Kegelapan, masih calon lebih tepatnya.


"Hihihi!! Jika Aku Jadi dia, lebih baik menghilang saja. Sangat memalukan Jika seorang Dewi Kegelapan malah memiliki nasib yang sangat malang, hihihi!!"


"Lebih baik menghilang dan lenyap saja, karena tidak berguna. Dimana-mana seorang Dewi kegelapan itu pasti sangat kuat dan hebat. Atau dia hanya mengaku-ngaku saja?!


Sontak wanita itu mengangkat wajahnya dan menatap kedua burung itu dengan kesal."Yakk!! Burung sialan, apa kalian tidak bisa diam?! Sekali lagi kalian mengatakan ini dan itu tentang diriku. Aku Habisi kalian berdua!!" ancam wanita itu.

__ADS_1


"Dewi Kegelapan mengamuk, kaburrrr..."


"Aaarrkkhhh!! Sial!! Semua ini karena pangeran Iblis menyebalkan itu!!.Tunggu dan lihat saja bagaimana aku akan membalasmu!!"


.


.


Keadaan Frans berangsur pulih dan membaik, semua itu berkat Rey dan Nuwa. Dan dia juga sudah bisa berkomunikasi dengan baik, berbeda dari sebelumnya. Meskipun tubuhnya masih terlihat lemas.


Saat ini mereka bertiga sedang berada disebuah rumah bertingkat dua yang terletak di kota Busan.


Untuk sementara waktu, Rey meminta Frans untuk tinggal di sana. Sampai keadaan benar-benar membaik, dan dia bisa mengatasi wanita iblis itu.


"Rey, aku mengantuk."


Nuwa meninggalkan Rey dan Frans, dan melanggar menuju lantai dua. Nuwa benar-benar lelah dan ngantuk berat, kedua matanya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Dan dia ingin segera tidur.


Selepas kepergian Sang Dewi. Di Sana hanya menyisakan dua orang saja, yang pastinya adalah Rey dan Frans. "Frans, buka kemeja-mu. Biar ku periksa apakah ada racunnya atau tidak di dalam tubuhmu!!" ucap Rey. Frans tak memberikan jawaban apa-apa, dia kemudian duduk di depan Rey setelah menanggalkan kemeja yang dia pakai dari tubuhnya.


Frans menutup matanya dan bibirnya mengeluarkan sebuah rintihan. Rasanya begitu menyakitkan ketika Rey mengarahkan jari telunjuk dan tengahnya pada beberapa titik di punggungnya.


Selanjutnya yang Frans rasakan adalah rasa hangat yang mengaliri tubuhnya. Dia tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh Tuan Mudanya ini, tetapi dia yakin jika Tuan Mudanya sedang berusaha untuk menyembuhkan dirinya.


Byurrr...


Frans memuntahkan darah yang sangat banyak. Darah yang keluar dari mulutnya bukannya berwarna merah segar, melainkan merah kehitaman dengan aroma yang sangat menyengat. Dan itu adalah racun.


Dan seketika itu juga, Frans tak lagi merasakan sesak pada dadanya seperti tadi. Sekarang dia merasa lebih baik. "Bagaimana, Frans. Apa dadamu masih terasa sesak?" tanya Rey memastikan.

__ADS_1


Frans menggeleng. "Tidak, Tuan Muda. Saya merasa sudah jauh lebih baik." jawabnya.


Rey mengangguk. "Baguslah kalau begitu, sebaiknya sekarang kau pergi istirahat. Agar keadaanmu segera pulih," ucap Rey, Frans mengangguk. Rey bangkit dari kursinya dan pergi begitu saja. Laki-laki itu berjalan menuju kamar utama yang berada di lantai dua.


Rey menghentikan langkahnya di ambang pintu. Mendapati tubuh Nuwa yang perlahan transparan seolah-olah akan menghilang. Dia tak bereaksi apapun dan hanya diam saja.


Laki-laki itu menutup matanya selama beberapa detik, dan ketika Rey membuka kembali matanya. Nuwa sudah kembali normal. Laki-laki itu menghela napas panjang.


Apakah ini pertanda buruk? Dan apakah itu artinya dia harus kehilangannya lagi? Rey sungguh-sungguh tidak rela.


Rey menutup kembali pintu kamarnya dan menghampiri Nuwa. Kemudian Rey duduk di samping gadis itu yang sedang tertidur pulas, diusapnya kepala Nuwa dengan lembut dan penuh kasih sayang. Tatapannya yang selalu dingin dan datar menjadi sendu.


Dan gerakan tangan Rey pada kepalanya mengusik tidur nyenyaknya. Sang Dewi membuka matanya dan mendapati suaminya sedang tersenyum lembut padanya. "Rey, ada apa?" tanya Nuwa kebingungan.


Rey menggelengkan kepala. Tidak apa-apa, tidurlah kembali dan aku akan menemanimu disini." Ucap Rey dengan lembut. Dia kembali mengusap kepala Nuwa dengan penuh sayang dan kelembutan.


Seketika rasa takut menyeruak keluar dan membuat sesak dadanya. Apakah itu tadi adalah sebuah pertanda buruk? Apakah dirinya akan kehilangan Nuwa untuk kedua kalinya?! Rey menggeleng, dia sudah bersumpah dan berjanji tak akan membiarkannya menghilang lagi.


Nuwa terkejut saat tiba-tiba Rey menarik lengannya hingga tubuhnya terhempas ke depan dan menubruk dada bidang laki-laki itu. Kedua tangan Rey memeluknya dengan erat. Membuat Nuwa kebingungan dibuatnya.


"Rey, ada apa?" tanya Nuwa kebingungan.


"Seperti ini, biarkan aku memelukmu. Jangan coba-coba untuk kau lepaskan pelukanku ini." Bisik Rey dipertopangan leher Nuwa. Dengan lirih dia berucap kembali. "Tak akan aku biarkan kau menghilang, apapun yang terjadi!!"


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2