Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh

Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh
Ini Benar-benar Gilla!!


__ADS_3

BRAKK...


Dobrakan keras pada pintu mengalihkan perhatian Rey yang sedang sibuk dengan dokumen-dokumennya.


Dengan tak berminat, Laki-laki itu mengangkat wajahnya dan menatap datar pria yang berjalan menghampirinya.


Dan tentu saja Rey bisa menebak apa maksud dan tujuan pria itu datang menemuinya.


"Jika kau datang ingin membuat perhitungan denganku, sebaiknya kau kembali beberapa jam lagi. Sekarang Aku masih sibuk, jadi keluarlah dan tinggalkan ruangan ini!!" pinta Rey tanpa menatap lawan bicaranya.


Bukannya pergi, pria itu yang tak lain dan tak bukan adalah Delon malah menghampiri Rey. Di tangannya menggenggam sebuah senjatta api, yang langsung ia todongkan padanya.


"Aku tidak akan pergi sebelum berhasil menghabisimu!!" jawab Delon.


Rey mengangkat wajahnya dan menatap Delon dengan dingin dan tajam. Lalu pandangannya bergulir pada senjata api yang berada tepat di depan matanya. "Jadi kau datang untuk membunuhku?! Sebaiknya urungkan niatmu itu, jika tidak ingin menyesal seumur hidup!!"


"Jangan banyak bicara kau!! Apa yang telah kau lakukan pada, Mama? Sampai-sampai wajahnya menjadi seperti nenek-nenek!!"


Rey mengangkat bahunya. "Aku tidak melakukan apapun padanya. Karena memang itulah wajah asli ibumu. Dia adalah wanita berusia lima puluh tahun, yang sengaja bersekutu dengan iblis hanya untuk menjadi muda kembali, agar keinginannya menikahi pria kaya menjadi kenyataan." jelas Rey menuturkan.


"Omong kosong apa yang kau katakan, REY NERO!! Dan kau pikir ini zaman batu, dimana para manusia masih bersekutu dengan kaum iblis!! Sebaiknya beritahu aku cara untuk mengembalikan kecantikan, Mama!! Atau kau akan menyesal!!" ancam Delon untuk kesekian kalinya.


Dengan tenang, Rey menyingkirkan senjata api itu. Kemudian ia bangkit dari kursinya lalu berjalan ke arah jendela. Kemudian dia berbalik, posisinya dan Delon saling berhadapan dari jarak dua meter.


"Jadi kau tidak percaya dengan apa yang baru saja aku katakan?! Iblis Itu Nyata, Dewa-Dewi Itu Nyata, dan kita hidup berdampingan dengan tiga alam lainnya." ucap Rey menuturkan.


Bukannya mempercayai apa yang Rey katakan. Delon malah tertawa terbahak-bahak, dia benar-benar tidak mempercayai apa yang mereka katakan. Delon menganggap jika Rey hanya mengatakan omong kosong saja.


"Dasar gila!! Kau pikir aku akan percaya dengan apa yang kau katakan?! Berhenti mengatakan omong kosong, lebih baik beritahu aku bagaimana caranya mengembalikan kecantikan ibuku. Atau kau akan menyesal!!" Delon tetap bersikeras.


Rey menghampiri Delon lalu menepuk bahu pria itu. Rey menarik turun benda hitam yang menutup mata kanannya, dan Delon sangat terkejut saat melihat warna mata yang selama beberapa bulan terakhir ini selalu dia sembunyikan di balik benda hitam bertali.


"Mata ini adalah bukti nyata jika iblis itu ada. Dan aku akan membawamu, menuju alam lain yang tidak ada di dunia ini!!"


Rey menyentuh bahu Delon. Delon terkejut bukan main saat sebuah lubang hitam muncul di depan matanya. Sontak ia menoleh pada Rey yang sudah berubah wujud. Dia terlihat seperti pangeran Iblis yang sering dia lihat di drama-drama China.


"Ka..Kau ini sebenarnya siapa?!" tanya Delon terbata-bata. Namun tak ada jawaban. Rey tak memberikan jawaban apa-apa, dan hanya diam membalas tatapan Delon. "Jangan diam saja, jawab aku!!"


"Kau akan segera mengetahuinya!!" ucap Rey menimpali.


Rey baru saja membuka portal menuju dimensi lain. Dimensi yang tidak ada di bumi ini. Mata Delon membulat sempurna. "Aaahhhh!!" Delon berteriak kencang ketika Rey mendorongnya masuk ke dalam lubang hitam tersebut.


Dan dalam sekejap mata, Delon sudah berada di dimensi Lain. Tempat yang tidak pernah ia datangi sebelumnya, bahkan dalam mimpi sekalipun.


Ya, saat ini mereka berada di istana kegelapan. Istananya para iblis, dan mereka yang memiliki jiwa gelap.


Delon Berkeringat dingin, ketakutan terlihat jelas di kedua matanya. Rey menoleh, dan menatap laki-laki itu dengan seringai tipis. "Bagaimana, apa kau masih tidak mempercayai ucapanku?"


"Ba..Bawa aku keluar dari tempat ini, aku mau keluar dari sini!!" Delon memegangi kepalanya, dia benar-benar ketakutan setengah mati. "Aku mempercayaimu, sekarang aku percaya dengan apa yang kau katakan. Jadi Cepat bawa aku keluar dari sini!!"


"Tutup matamu!!" pinta Rey, kemudian Delon menutup matanya.

__ADS_1


Rey mengibaskan tangannya di depan Delon, dan ketika dia membuka matanya kembali. Mereka sudah berada di kantor milik Rey. Dan Rey sudah kembali dalam wujudnya yang semula.


Delon menjatuhkan tubuhnya begitu saja pada lantai yang dingin dan keras. Lagi-lagi dia memegangi kepalanya, delon masih belum percaya dengan apa yang baru saja dilihat oleh matanya.


Dan apa yang selama ini dia anggap sebagai ilusi, ternyata benar-benar nyata. Dimensi Lain di luar dunia ini, ternyata benar-benar ada dan itu nyata.


"Ini gila!! Ini benar-benar gila!! Aku pasti sudah gila," dengan linglung dia meninggalkan ruangan Rey. Sambil terus mengoceh tidak jelas.


Rey kembali ke meja kerjanya. Dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda. Dan baru saja dia membuka laptopnya, tiba-tiba seorang gadis muncul dari bawah kolong meja. "DOR!!" dan nyaris saja membuat Rey terkena serangan jantung dadakan.


"Nuwa,"


Gadis itu terkekeh melihat ekspresi Rey saat terkejut. Kemudian Nuwa keluar dari tempat persembunyiannya dengan bantuan Rey yang menariknya keluar dengan menggenggam jari-jari lentiknya.


Nuwa menatap Rey penasaran. "Kau dari mana saja? Dan ada apa dengan, Delon? Jangan bilang jika kau membawanya ke Dimensi Lain?!" tebak Nuwa 100% benar. Rey mengangguk. Kemudian laki-laki itu narik lengan Nuwa dan menuntun Gadis itu untuk duduk di pangkuan.


"Tetap di sini dan temani aku bekerja. Aku akan menyelesaikan pekerjaanku dengan segera, setelah ini kita makan siang sama-sama." ucapnya dan dibalas anggukan oleh Nuwa.


"Baiklah,"


.


.


Wanita itu menoleh saat mendengar suara derap langkah seseorang yang datang. kemudian seorang pria berlutut di depannya. Wajahnya tak menunjukkan ekspresi apapun, datar.


"Nyonya, pelayan Anda yang paling setia sudah tidak ada. lalu apa yang akan Anda lakukan sekarang?" tanya pria itu.


"Lalu bagaimana dengan pemilik tanda itu, Nyonya?! Apa yang akan Anda lakukan padanya, bukankah dia adalah orang yang sudah Anda cari selama ribuan tahun?!"


Wanita itu menyeringai. "Cepat atau lambat aku pasti akan mendapatkan inti kekuatan dari pemilik keabadian, dengan begitu tak akan ada lagi yang bisa mengalahkanku. Aku akan menjadi yang terkuat di alam semesta ini!!"


"Lalu dengan Dewi terpilih? Jangan bilang jika akan membiarkannya tetap hidup, karena jika kekuatan inti padanya telah bangkit, hal itu bisa menjadi masalah besar untuk Anda!!"


"Masalah dia kau tidak perlu cemas. Aku sudah memiliki cara untuk mengatasinya. Sebaiknya segera pergi dari sini, jangan sampai ada orang yang melihatmu disini!!" ucap wanita itu.


Pria itu mengangguk. "Baik, Nyonya!!"


Selepas kepergian bawahannya. Hanya mengisahkan wanita itu sendirian. Seringai tercetak di bibirnya. Membentuk lengkungan menyeramkan di wajahnya.


Dia kemudian meninggalkan ruangan tempatnya berada saat ini dan melenggang pergi. Tak lupa dia kembali ke wujud samarannya. Karena jika dia pergi dengan wujud aslinya. Orang-orang akan tau siapa dirinya yang sebarnya, dan rencana yang sudah dia rancang akan gagal total.


.


.


"Nenek, kami pulang!!"


Kepulangan Rey dan Nuwa di sambut senyum hangat oleh Nenek Nero. Wanita tua tersenyum lebar. "Kalian berdua pulang tepat waktu, kebetulan Nenek baru selesai menyiapkan makan malam."


"Benarkah? Pantas saja aku mencium aroma makanan yang sangat lezat saat tiba di teras depan. Ternyata masakan Nenek ya, aku jadi tidak sabar untuk segera mencicipinya." Ucap Nuwa begitu bersemangat.

__ADS_1


Nenek Nero tertawa mendengar ucapan Nuwa. Dia menggelengkan kepala melihat tingkah gadis itu. "Sabar, Sayang. Sebaiknya kalian mandi dulu, setelah ini kita makan malam sama-sama."


Nuwa mengangguk. "Oke, Nenek. Aku duluan ya." Ucapnya dan pergi begitu saja. Bahkan Nuwa tidak menghiraukan Rey yang masih belum beranjak dari posisinya.


Lalu pandangan Nenek Nero bergulir pada Rey, dan menatap cucunya itu dengan serius. "Masalah masih belum selesai, karena musuh yang sebenarnya masih belum muncul. Dan setelah nenek menyelidikinya, ternyata ibumu bukanlah Dewi yang terlahir dari bunga Kristal. Dewi kegelapan yang sebenarnya masih belum muncul, jadi kau harus lebih waspada dan hati-hati."


"Pantas saja aku merasakan ada keanehan. Jika dia adalah Dewi kegelapan yang sebenarnya, pasti dia tidak mudah untuk dikalahkan meskipun wujudnya tidak sempurna."


"Dan tugasmu bertambah. Bukan hanya Nuwa yang harus kau lindungi, tetapi pemilik tanda itu juga. Karena dengan kekuatan yang dia miliki saat ini, sangat mustahil bagi Nuwa untuk mengalahkannya. Kecuali jika dia berhasil membangkitkan kekuatan sejatinya!!" Tutur Nenek Nero panjang lebar.


Rey terdiam. Tak hanya itu saja permasalahannya, tetapi waktu hidup Nuwa yang semakin berkurang dari hari ke hari. Berkali-kali Rey melihat dia yang mulai transparan. Dan dia sedang mencari cara agar Nuwa tidak menghilang dari dunia ini.


"Apa yang kau lamunkan, Rey?!" tegur Nenek Nero sambil menyentuh bahu cucunya.


Rey menggeleng. "Tidak ada, ya sudah aku mau ke kamar dulu." ucapnya dan berlalu.


Jujur saja, beban yang Rey pikul di bahunya saat ini sangatlah berat. Dan hanya Nenek Nero satu-satunya orang yang mampu memahami keadaannya saat ini. Dan Rey sangat beruntung memiliki nenek sepertinya, yang memiliki kepedulian sangat tinggi pada dirinya.


.


.


Jlebb...


Nuwa memuntahkan darah saat merasakan sesuatu menembus punggungnya. Sontak dia menoleh, Nuwa melihat sekelebat bayangan seseorang yang tiba-tiba menghilang dalam hitungan detik saja.


Gadis itu mencengkram dadanya yang terasa sesak. Nuwa tidak tahu apa yang telah masuk ke dalam dadanya barusan.


Karena hal itu terjadi dengan begitu cepat dan tiba-tiba. Sehingga Nuwa tak menyadari kedatangan orang itu, apalagi berusaha untuk menghindari serangan tiba-tibanya.


Mata Rey membulat ketika dia baru saja menginjakkan kakinya di lantai kamarnya."Nuwa!!" buru-buru Rey menahan tubuh Nuwa yang nyaris hilang keseimbangan.


Rey melihat darah mengalir dari sudut bibirnya. "Apa yang terjadi padamu?" tanya Rey sambil menatap gadis itu dengan cemas.


Nuwa tiba-tiba hilang keseimbangan. Wajah cantiknya menunjukkan ekspresi kesakitan. Nuwa terus memegangi dada kirinya. "Nuwa, apa sesuatu baru saja terjadi. Katakan padaku, siapa yang membuatmu seperti ini?!"


Nuwa menggeleng. "Aku sendiri tidak tahu. Tiba-tiba ada yang menyerangku, aku merasakan sesuatu masuk ke dalam tubuhku. Dan dadaku rasanya sangat sesak." Jelas Nuwa menuturkan.


Kemudian Rey memeriksa denyut nadi gadis itu. Mata kirinya membulat sempurna, racun dingin, dia merasakan racun mematikan itu bersarang pada tubuh gadisnya ini.


Dan racun itu bisa membahayakan jiwa Nuwa, jika tidak segera di keluarkan dari tubuhnya. Karena racun dingin itu bisa mengancam keselamatannya. Dan tentu saja Rey tak akan membiarkannya.


"Sial!! Ini tidak bisa dibiarkan saja. Nuwa, segera lepaskan semua pakaianmu. Kita harus mengeluarkan racun dingin itu dari tubuhmu!!" ucap Rey dengan panik.


Pupil Nuwa membulat sempurna setelah mendengar apa yang Rey katakan. "Apa, racun dingin?!"


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2