Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh

Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh
Batalkan Saja Pertunangannya!!


__ADS_3

Reinkarnasi, atau kelahiran kembali. Adalah suatu proses dimana, batin/jiwa yang telah lama meninggalkan jasmani yang sudah lapuk dan mencari jasmani baru.


Namun tak semua orang mempercayai akan adanya reinkarnasi.


Biasanya, mereka yang bereinkarnasi akan mewarisi ingatan masa lalunya, tetapi ada pula yang tidak. Dan tak semua orang yang bereinkarnasi akan mengingat semua tentang masa lalunya.


Lalu bagaimana dengan Rey dan Nuwa?! Apakah mereka berdua akan percaya jika sebenarnya keduanya adalah reinkarnasi?! Maka jawabannya masih teka-teki, karena mereka berdua belum tau tentang siapa mereka dimasa lalu, dan alasan mereka terlahir kembali.


Derap langkah kaki seseorang yang datang mengalihkan perhatiannya. Nuwa menoleh dan mendapati Delon berjalan menghampirinya. Pria itu membawa sebuah buket bunga mawar merah dan putih yang dirangkai dengan sangat cantik dan indah.


"Viona, ini aku bawakan bunga yang sangat cantik untukmu. Dan ini sangat special," ucap Delon kemudian menyerahkan bunga itu pada Nuwa.


Bukan Nuwa yang menerima bunga tersebut, melainkan Rey. Rey mengambil bunga itu dari tangan Delon, lalu membuangnya ke tempat sampah.


"Tidak perlu repot-repot memberikan bunga untuk istriku, karena aku bisa membelikan sendiri untuknya!! Jadi ambil kembali bungamu ini!!" Rey mengembalikan buket bunga tersebut pada Delon.


Dan tindakan Ray tentu saja membuatnya marah. "Viona, saja tidak keberatan!! Jadi kenapa harus kau yang sewot?! Memangnya apa hakmu melarangku memberikan bunga untuknya?!" Delon menatap Rey dengan pandangan menantang.


"Karena aku suaminya, jadi berhenti mengganggunya atau aku tidak akan segan-segan padamu?!"


"Kau~!!"


Rey menahan pergelangan tangan Delon ketika pria itu hendak memukulnya. Tatapan Rey yang tajam dan penuh intimidasi membuatnya ketakutan setengah mati. Rey terlihat sangat berbahaya.


"Ja..Jangan menatapku seperti itu!! Kau pikir dengan memberikan tatapan seperti itu maka aku akan takut padamu?! Ka..Kau itu sudah meremehkan diriku!!" ucap Delon dengan suara terbata-bata. Jelas sekali jika dia sedang ketakutan setengah mati.


Rey menyeringai tajam dan menatap Delon dengan sinis. "Benarkah kau tidak takut padaku, apa kau bisa membuktikan ucapanmu?!" ucap Rey dengan seringai yang sama.


"A..Aku~"


Delon menggantung ucapannya. Bagaimana dia mau membuktikan jika ia tidak takut pada Rey, sedangkan dengan melihat matanya saja Delon sudah ketakutan setengah mati.


Orang yang selama ini selalu dia remehkan, ternyata lebih mengerikan dari seekor singa jantan yang kelaparan.

__ADS_1


"Sudah cukup kalian berdua." Nuwa menghentikan perdebatan kedua pria itu, lalu menatap keduanya bergantian. "Untuk apa kalian ribut untuk sesuatu yang tidak penting?! Delon, aku sudah menikah, dan kau sudah bertunangan. Jadi sebaiknya jangan pernah menggangguku lagi!! Dan kau, Rey. Seharusnya kau tidak perlu buang-buang tenaga hanya untuk berdebat dengan orang seperti dia!!"


"Viona, aku~!!"


"Delon!!"


Perhatian mereka bertiga teralihkan oleh seruan dari arah belakang, terlihat Selena menghampiri mereka bertiga. tatapan tak bersahabat dia tunjukkan pada Nuwa.


"Pasti kau menggodanya lagi kan?! Berapa kali lagi aku harus memperingatkanmu, jangan dekati dia atau menggodanya lagi. Delon, Itu milikku!!"


Nuwa mendengus berat. Lalu mengangkat tangan kanannya dan menyentak jari telunjuk Selena yang ada di depan wajahnya. "Jika kau masih menyayangi tanganmu, dan ingin jari-jarimu masih utuh, sebaiknya jaga sikapmu!!"


"Kau mengancamku?!"


Nuwa menggeleng. "Bukan, aku hanya memperingatkanmu!!" ucapnya menimpali.


"Kau~!!"


"Aww. Rey, sakit. Lepaskan!!" jerit perempuan itu menuntut.


Alih-alih melepaskan cengkramannya pada pergelangan tangan Selena. Rey justru menatapnya semakin tajam.


"Ini adalah peringatan terakhirku, berhenti mengganggu, Viona atau aku tidak akan segan-segan padamu!! Dan hal ini berlaku untuk kalian berdua!! Viona, ayo pergi dari sini!!" Rey meraih pergelangan tangan Nuwa dan membawanya pergi dari sana.


Delon hendak beranjak pergi, namun segera dihentikan oleh Selena. Wanita itu merentangkan kedua tangannya di depan Delon. Membuat pria itu mau tidak mau harus menghentikan langkahnya.


"Selena, apa-apaan kau ini. Menyingkir sekarang juga dan jangan halangi jalanku!!"


Selena menggelengkan kepala. "Tidak!! Aku tidak akan menyingkir, sebelum kau memberikan penjelasan padaku. Sebenarnya yang tunanganmu itu siapa, aku atau wanita itu?! Kenapa selalu dia yang kau perhatikan dan kau kejar?!" bentak Selena emosi.


Delon mengusap wajahnya dengan kasar. Dia benar-benar muak dengan wanita di depannya ini, bukan dia yang menginginkan pertunangan itu terjadi, tetapi Selena sendiri. Dia yang memutuskan tanpa persetujuan darinya.


"Apa, dibatalkan?! Delon, apa kau sudah gila?! Undangan sudah disebar dan persiapan sudah mencapai 80%. Dan sekarang kau malah ingin membatalkan pertunangan kita begitu saja?! Sebenarnya kau punya hati atau tidak?!" bentak Selena dengan emosi.

__ADS_1


Namun sayangnya teriakan Selena tak dihiraukan oleh Delon. Lelaki itu tak menoleh sama sekali, apalagi menghentikan langkahnya. Dia benar-benar mengabaikan Selena. Karena orang yang ingin Delon nikahi bukanlah Selana, melainkan Nuwa.


.


.


Di tatapan begitu dalam oleh Rey membuat Nuwa merasa tidak nyaman. Entah apa yang terjadi pada pria itu, kenapa tiba-tiba sikapnya berubah 180°. Bukan hanya sikapnya, tetapi juga cara dia menatapnya, benar-benar tak seperti biasa.


Nuwa memalingkan wajahnya dari Rey, dan menghindari kontak mata dengannya."Jangan menatapku seperti itu, kau membuatku tidak nyaman," ucap Nuwa tanpa menatap lawan bicaranya.


Jantung Nuwa berdegup kencang ketika Rey mendekatinya. Rey mengangkat tangan kanannya dan mengarahkan pada wajah Nuwa. Membuat jantungnya semakin berdebar tak karuan.


"Aku pasti akan menjaga dan melindungimu, tak akan kubiarkan siapapun melukai apalagi menyakitimu."


Mendengar Rey berbicara dengan penuh kelembutan membuat Nuwa merinding sendiri. Karena tidak biasanya dia berbicara dengan nada selembut itu.


"Apa yang kau katakan? Aku tidak perlu untuk dilindungi. Lagipula aku bukanlah gadis lemah yang masih membutuhkan orang lain untuk melindungiku, jadi jangan katakan hal-hal menggelikan seperti itu lagi. Itu membuatku merinding." Ucap Nuwa tanpa menatap lawan bicaranya.


Rey menarik tengkuk Nuwa lalu menempelkan keningnya dengan kening gadis itu.


"Omong kosong apa yang kau katakan?! Aku tahu jika kau membutuhkan seseorang untuk melindungimu. Dan sebagai seorang suami, melindungimu sudah menjadi tugasku," ucap Rey setengah berbisik. Mata kirinya terkunci pada mata Nuwa.


Gadis itu tak mengatakan apa-apa, Nuwa hanya diam sambil terus membalas tatapan Rey. Mungkinkah Dia mengetahui sesuatu, atau mungkin Rey sudah mendapatkan kembali ingatan masa lalunya? Jika iya, lalu kenapa Rey tak mengatakan apapun padanya.


Nuwa mendorong Rey lalu beranjak dari hadapannya. "Tiba-tiba aku kebelet pipis, aku ke kamar mandi dulu." ucapnya dan pergi begitu saja. Rey mendengus geli melihat tingkah istrinya itu.


"Kau memang tidak pernah berubah, kali ini aku pasti akan melindungimu!!"


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2