Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh

Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh
Ancaman Rey


__ADS_3

"MAMA!!"


Sontak Nuwa menoleh, setelah mendengar satu kata yang keluar dari bibir suaminya. Apa dia tidak salah dengar, Rey memanggilnya dengan sebutan 'Mama' bukankah Ibunya sudah lama meninggal?! Lalu kenapa dia memanggilnya dengan sebutan itu.


Keterkejutan tak hanya ditunjukkan oleh Nuwa, tetapi wanita itu juga. Kemudian dia memperhatikan pria muda itu dengan seksama, gambaran seorang anak kecil seketika melintas di hadapannya.


"Re..Rey," ucapnya terbata-bata.


Lagi-lagi Nuwa dibuat terkejut. Ternyata wanita itu mengenali Rey. Dan itu artinya, wanita yang tengah ia lawan itu adalah ibu Rey yang selama ini dikira telah meninggal.


Wanita itu berjalan menghampiri Rey. Dengan tangan gemetar, dia menyentuh pipi Rey dan menatapnya dengan seksama. Mata merahnya tampak berkaca-kaca, melihat sosok di depannya ini.


"Rey, putraku. Benarkah ini dirimu, Mama sangat merindukanmu." ucap wanita itu. Tetapi Rey tidak bereaksi sama sekali, dia hanya diam sambil menatap wanita di depannya ini dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


Kemudian wanita itu membawa Rey ke dalam pelukannya, dan memeluknya dengan erat. Mama, bahagia, karena bisa bertemu kembali denganmu. "Putraku, kau telah tumbuh menjadi laki-laki yang sangat tampan," ucapnya. Namun Rey hanya diam dan tak bergeming sama sekali.


Wanita itu lalu melepaskan pelukannya, dan menatap Rey sekali lagi. Kemudian dia menggulirkan pandangannya pada Nuwa, tatapannya berubah dingin dan datar. Lalu wanita itu menyerahkan pedangnya pada Rey.


"Putraku, wakilkan Mama untuk memb*nuhnya!! Habisi perempuan itu sekarang juga. Dia berusaha untuk menghabisi Mama, dan sebagai Putraku kau harus membalaskan sakit hati ibumu!! Ambil pedang ini, dan Habisi dia sekarang juga!!" pintanya sambil menunjuk Nuwa.


Sontak Rey menoleh dan menatap Nuwa yang juga menatap padanya. Gadis itu tak bereaksi, Nuwa terus menatap Rey dengan tatapan yang sama. Terlihat laki-laki itu menutup matanya, dan menghembuskan nafas berat.


Rey mengambil pedang itu dari tangan ibunya, lalu mengarahkan pada leher wanita itu. Membuat dia terkejut bukan main. "Rey, apa yang kau lakukan?! Kenapa kau malah menodongkan senjata ini padaku? Aku memintamu untuk menghabisinya, bukan menghabisiku!!"


Rey menyeringai lebar. "Sayangnya aku tidak bisa mengabulkan keinginanmu itu!! Kau sudah mati, dan iblis sepertimu tak bisa memerintahkanku!!" ucap Rey lalu mengayunkan pedang ditangannya pada wanita itu.


Wanita itu pun menghindar dengan cepat, dengan kemampuan meringankan tubuh, dia bergerak mundur. Hampir saja pedang itu membunuh jiwanya.

__ADS_1


Kemudian dia menatap putranya dengan marah. "REY!! APA-APAAN KAU INI?! APA KAU BERNIAT MEMBUNUH IBUMU SENDIRI?! AKU IBUMU, ORANG YANG TELAH MELAHIRKANMU!!" dia pikir bisa mengendalikan putranya untuk berdiri di pihaknya, tapi sepertinya itu salah. Karena ternyata Rey bukanlah tipe orang yang mudah untuk dikendalikan.


Rey kembali mengacungkan pedang ditangannya pada wanita itu. "Aku paling benci dikendalikan, tidak ada yang bisa mengendalikan ataupun memanfaatkanku, bahkan itu dirimu. Kau masih hidup ataupun sudah mati, sekarang bagiku sama-sama tidak ada artinya!!"


"Rey, kau~!!"


"Jika kau mencoba untuk menyakitinya, maka aku tidak akan segan-segan untuk memusnahkan dirimu!!" ancam Rey bersungguh-sungguh.


Sebenarnya sejak awal Rey sudah merasa ada yang mengganjal dengan kematian ibunya. Dia selalu meyakini jika ibunya tidak mati, meskipun semua orang mengatakan jika ibunya telah meninggal bersama dengan Kakaknya.


Dan seketika re teringat oleh kata-kata ibunya. Dimana wanita itu mengatakan jika dirinya kekal dan Abadi. Dan wanita itu juga berkata, suatu saat nanti akan menjadi Ratu dan Rey akan menjadi pangeran yang sangat dihormati.


Rey juga tahu jika wanita itu memiliki sebuah tanda seperti yang ia miliki. Tanda itu sangat rumit, dan saat dirinya masih kecil Rey mengira jika itu adalah tato. Tetapi sekarang dia menemukan jawabannya, jika itu bukanlah tato, melainkan identitas dari Ibunya.


Wanita yang telah melahirkannya, bukanlah manusia biasa. Melainkan seseorang yang berasal dari negeri kegelapan, itulah jawaban yang Rey temukan hari ini.


Rey menoleh, dan mendapati Nuwa yang sedang berbincang dengan seorang gadis kecil. Kemudian Rey mendekati mereka berdua. "Siapa gadis kecil ini sebenarnya, kenapa dia tidak terpengaruh seperti yang lain?" tanya Rey penasaran.


Nuwa mengangkat kepalanya. "Dia adalah orang yang selama ini aku cari, pemilik tanda itu. Dan orang yang harus aku lindungi. Wanita itu mengincarnya, karena dia memiliki inti kekuatan abadi." Jelas Nuwa.


Rey mengembalikan waktu yang sempat berhenti. Dan seketika semua kembali, begitu pun dengan Ibu Viona. Wanita itu berseru dan menghampiri putrinya. "Viona," serunya.


"Mama!!" Viona pun menghampiri ibunya dan langsung memeluknya. Gadis kecil itu menangis tersedu-sedu, dipelukan sang ibu. "Hiks, akhirnya Mama kembali."


Wanita itu menautkan alisnya. Dan menata putrinya ini dengan bingung. Dia kembali, memangnya iya pergi ke mana?! Seingatnya Dia tidak pergi kemana-mana.


"Apa yang kau katakan, Sayang? Memangnya Mama pergi ke mana? Mama tidak kemana-mana dan selalu bersamamu. Jadi jangan menangis lagi, sebaiknya kita pulang sekarang." ucap wanita itu lalu membawa putri kecilnya meninggalkan taman.

__ADS_1


Viona menoleh pada Nuwa. Gadis kecil itu menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan. Viona merasa tidak enak karena belum mengucapkan terima kasih pada Nuwa, karena telah melindunginya. Bisa saja Viona menghampiri Nuwa dan berterimakasih padanya sekarang juga. Tapi itu pasti akan membuat ibunya kebingungan. Jadi dia memutuskan untuk diam.


Rey merangkul bahu Viona. "Ayo pulang, Nenek pasti sangat mencemaskan dirimu." ucapnya dan dibalas angkutan oleh Sang Dewi. Keduanya kemudian berjalan beriringan meninggalkan taman dengan keheningan, karena mereka berdua tak saling berbincang.


.


.


"Apa, Sarah masih hidup?!"


Nenek Nero tak bisa menahan keterkejutannya setelah mendengar apa yang Rey katakan. Rey mengatakan pada neneknya jika dia baru saja bertemu dengan ibunya, yang ternyata adalah orang dari klan Iblis. Raganya memang sudah mati, tetapi jiwanya masih hidup.


"Hari ini aku bertemu dengannya. Dia menjadi sosok yang berbeda, mengertilah dan penuh keangkuhan. Selama ini kita telah dibohongi olehnya. Dan yang mengherankan, bagaimana mungkin Nenek tidak tau jika sebenarnya dia adalah wanita dari bangsa Iblis?"


Nenek Nero menggeleng. "Nenek, sendiri juga tidak tau. Karena hal ini terlalu membingungkan. Selama bertahun-tahun menjadi menantu keluarga Nero, Nenek tak bisa merasakan aura Iblis pada dirinya." ujar Nenek Nero menjelaskan.


Memang sangat tidak biasa dan ini cukup mengganggunya. Karena seingatnya, hanya Dewi terpilihlah yang bisa menyembunyikan auranya dari mahluk mana pun, Dewi yang lahir dari kuntum bunga kristal.


Kedua mata Nenek Nero membulat sempurna ketika dia memikirkan satu hal.


"Ya Tuhan, jangan-jangan dia adalah Dewi kegelapan yang terlahir dari kuntum bunga kristal?!" ujar Nenek Nero membatin.


Nenek Nero tak akan membiarkan terjadi malapetaka pada keluarganya. Dan yang bisa dilakukan sekarang adalah mencegah agar wanita itu tidak sampai menemukan cara untuk membangkitkan raganya. Karena jika itu sampai terjadi, maka akan sulit untuk mengalahkannya. Kecuali Dewi pilihan yang terlahir dari kuntum bunga kristal.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2