Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh

Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh
Tidak Percaya!!


__ADS_3

Rey menghentikan langkahnya saat melihat Selena yang sedang menaiki tangga menuju lantai dua kediaman Nero.


Laki-laki itu melihat ada yang tidak beres pada perempuan itu, mulai dari ekspresi dan sorot matanya. Ada aura iblis yang begitu kuat pada diri perempuan itu, yang membuat dia meyakini satu hal. Jika Selena telah melakukan perjanjian darah dengan kaum Iblis.


Sudut bibir Selena tertarik ke atas ketika melihat Rey. Dalam hatinya dia berkata."Pembalasan baru saja dimulai. Sebentar lagi aku akan membuatmu bertekuk lutut padaku, kau akan menjadi budakku pria sombong!!"


Selena menghentikan langkahnya, begitupun dengan Rey. Wanita itu menatap leher dengan pandangan yang sama, seringai masih terlihat jelas disudut bibirnya.


"Rey Nero, mulai hari ini dan seterusnya, kau adalah budakku!!" selena mengarahkan jarinya pada kening Rey, muncul sinar merah dari ujung: telunjuknya. "Kau, harus mematuhi semua perintahku!!"


Rey menyeringai sinis. "Sayangnya itu tidak berguna untukku!! Kau ingin mengendalikanku dengan kekuatan yang kau pinjam dari orang lain?! Bermimpi saja!!"


Bagaimana bisa reinkarnasi dari seorang pangeran iblis kendalikan oleh manusia yang telah bersekutu dengan kaumnya. Sementara posisi mereka sangat berbeda jauh, rey adalah seorang pangeran, sementara Selena hanyalah pengabdi. Perbandingannya bagaikan langit dan bumi.


Selena menggelengkan kepala, tubuhnya terhubung ke belakang. Antara terkejut dan tidak percaya, bagaimana bisa ia tidak bisa mengendalikan Rey dengan kekuatan yang ia miliki sekarang.


Benar-benar tidak masuk akal, padahal Rey hanyalah manusia biasa. Begitulah yang Selena pikirkan. Karena dia memang tidak tahu siapa Rey sebenarnya.


"Ba..Bagaimana bisa kekuatanku tidak mempan padamu, siapa sebenarnya kau ini?!" tanya Selena penasaran.


"Siapapun diriku, itu tidaklah penting untukmu. Yang jelas kau dan aku tidaklah sama, berusaha sampai kehilangan nyawa sekalipun, kau tidak akan mampu mengimbangiku!!" ujar Rey dan melewati Selena begitu saja.


Sontak Selena mengembalikan tubuhnya, dia menatap punggung Rey yang berjalan menuruni tangga. Tangan Selena terkepal kuat. Perempuan itu mengangkat tangannya, lalu mengarahkan cahaya merah yang keluar dari telapak tangannya ke arah Rey.


"Ahhh," tubuh Selena terpental setelah Rey mengembalikan serangannya.


Detik itu juga Selena memuntahkan darah. Perempuan itu merasakan sesak yang luar biasa pada dadanya. "Selena?!" seru Renata dan segera menghampiri putrinya. Dia begitu terkejut saat melihat selena memuntahkan darah.


Rocky menghampiri Rey. "B*jingan!! Apa yang kau lakukan pada putriku?!" teriak Rocky sambil melayangkan sebuah bogem mentah ke arah Rey. Namun dia berhasil menghindarinya.


Kedua mata Rocky membulat sempurna saat tubuhnya malah hilang keseimbangan dan..."Aaahhh..." terjungkal dari tangga dengan ketinggian lebih dari lima meter.

__ADS_1


"ROCKY!!" teriak Renata histeris melihat suaminya guling-guling di tangga. Ia pun meninggalkan Selena dan mengejar Rocky yang terus menggelinding turun. "Rocky." Seru Renata untuk kedua kalinya.


Tubuh Rocky berakhir di lantai satu dengan keadaan terluka parah di bagian kepalanya. Dia mengalami benturan yang sangat keras pada kepalanya sampai berkali-kali. Dan itulah yang menyebabkan dia mengalami pendarahan.


Dengan berurai air mata, renata menghampiri suaminya yang sedang tak sadarkan diri. "Rocky, bangun. Buka matamu, jangan membuatku ketakutan." pintar Renata dengan bercucuran air mata. Lalu pandangannya bergulir pada Rey dan menata pria itu dengan tajam.


"Aku tidak akan pernah memaafkanmu, jika sampai terjadi apa-apa pada suamiku!!" teriak Renata penuh emosi.


Dan kegaduhan itu telah sampai ke telinga Nenek Nero. Nenek Nero dan Nuwa datang bersamaan. Kedua mata wanita tua itu membulat sempurna melihat Rocky yang berlumpur darah.


Nenek Nero menghampiri Rocky, sedangkan Nuwa menghampiri suaminya. "Apa yang terjadi?! Kenapa dengan selena dan ayahnya?" tanya Nuwa pada laki-laki disampingnya. Kemudian Rey menoleh dan membalas tatapan Nuwa.


Alih-alih menjawab pertanyaan istrinya. Rey meraih tangan Nuwa dan menggenggamnya. Dan detik itu juga, Nuwa melihat sebuah gambaran baru saja terjadi. Lalu pandangan Nuwa bergulir pada Selena yang masih tampak kesakitan.


Nuwa menatap Rey tak percaya. Laki-laki itu menganggukkan kepalanya. Meyakinkan pada Nuwa jika yang dia lihat itu nyata, bahwa Selena telah bersekutu dengan bangsa Iblis.


Dan sementara itu, Nenek Nero tak penasaran sedikitpun melihat apa yang baru saja terjadi. Dengan mudah dia bisa melihat, dan flashback pada kejadian beberapa saat yang lalu. Rocky celaka karena perbuatannya sendiri, begitupun dengan Selena.


Renata mengangguk. "Baiklah, Bi."


Nenek Nero memanggil dua penjaga dan meminta mereka untuk membantu Renata membawa suaminya ke rumah sakit. Sebelum pergi, Renata mengalihkan pandangannya pada Rey. Dalam hatinya dia bersumpah akan membalas perbuatan Rey, jika hal buruk sampai menimpa suaminya.


"Apa aku telah melewatkan sesuatu? Sepertinya sesuatu yang menarik baru saja terjadi di rumah ini," Monica muncul bersama Jackson. Tapi sayangnya dia telah melewatkan sesuatu yang sangat menarik, dan Monica sangat menyesalinya.


Lalu pandangan Monica bergulir pada Nuwa. Wanita itu tersenyum, kemudian dia menghampiri Sang Dewi sambil membawa sebuah jus buah segar.


"Aku ingin berdamai denganmu, selama ini sikapku padamu kurang baik. Untuk itu aku ingin berdamai, dan jus buah ini sebagai tanda permintaan maafku." Ucap Monica sambil menyerahkan jus buah itu pada Nuwa.


Nuwa mencium aroma racun yang sangat menyengat dari jus buah tersebut. Bahkan hanya dengan melihat senyum miring perempuan itu, membuat Nuwa langsung tahu jika Monica memiliki maksud yang tidak baik.


"Untuk memastikan minuman ini beracun atau tidak, bagaimana jika kau yang terlebih dulu yang meminumnya?!" usul Nuwa.

__ADS_1


Mata Monica membulat. Beberapa detik kemudian, sudut bibirnya tertarik ke atas. Sedangkan otaknya sedang berpikir keras mencari alasan untuk menolak permintaan Nuwa.


"Maaf, Viona. Sayangnya aku alergi pada strawberry. Jadi aku tidak bisa meminumnya,"


"Kalau begitu suamimu saja, tidak mungkin kan kalian berdua sama-sama alergi pada satu jenis makanan yang sama?!" Nuwa menyeringai.


Rey dan Nenek Nero saling bertukar pandang. Melihat sikap Monica pada Nuwa yang tiba-tiba berubah drastis, tentu saja membuat mereka sangat curiga. Nenek dan cucu itu yakin jika Monica memiliki maksud yang tidak baik.


Awalnya Rey Ingin turun tangan, tetapi melihat Nuwa bisa menghadapi Monica tanpa bantuan orang lain. Akhirnya ia pun mengurungkan keinginannya tersebut, seharusnya dia tahu jika Nuwa bukanlah perempuan yang mudah untuk ditindas.


Rey melipat kedua tangannya di depan dada. Dia begitu menikmati pertunjukan yang dibuat oleh istrinya, Nuwa membuat Monica tak berkutik sama sekali. Dan tentu saja Rey bangga kepada istrinya.


"Tidak berubah sama sekali, tetap saja sebar-bar dulu," ucap Rey dengan senyum yang sama.


Sementara itu, Nuwa benar-benar membuat Monica tersudut dan tak berkutik. Dia memaksa agar suaminya menggantikan dirinya mencicipi jus tersebut.


"Jackson, memang tidak alergi seperti diriku. Tetapi dia tidak menyukai strawberry. Kau tidak perlu ragu apalagi menaruh curiga padaku. Lagipula aku tidak mungkin memasukkan sesuatu ke dalam Minuman itu." ujar Monica.


Tetapi Nuwa tak kehabisan akal. Masih ada satu orang lagi. Kemudian Nuwa menghampiri Delon. "Bukankah kau sangat menyukaiku, dan pasti kau tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padaku. Bagaimana jika kau menggantikan kedua orang tuamu untuk mencicipi jus ini, karena aku yakin kau tidak alergi seperti mereka berdua."


Monica menggeleng, memberi kode supaya Delon tidak meminum Jus itu. Tetapi itu sia-sia saja, karena Delon sudah terlanjur menerimanya dan setuju untuk mencicipi jus tersebut.


"DELON, JANGAN!!"


.


.


Bersambung.


__ADS_1


__ADS_2