Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh

Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh
Salju


__ADS_3

Langit malam terlihat begitu cerah. Jutaan bintik-bintik putih tampak berjatuhan dari atas sana, terlihat seperti noda yang sesekali menutupi hamparan hitam yang membentang. Lembutnya butiran salju yang melayang dari ketinggian, jatuh diatas telapak tangan seorang gadis yang begitu antusias menikmati hujan salju.


Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, bulir-bulir salju kali ini turun dari langit yang menghampar kelabu dengan begitu cepat. Seolah berlomba, tak memerlukan waktu lama baginya untuk dapat membius seluruh penjuru Korea dengan nuansa beku. Dalam sekejap saja, salah satu negara tersibuk di dunia itu telah disulap menjadi sebuah padang putih yang sunyi.


Meskipun para penduduk negeri Ginseng terkenal dengan daya tahannya terhadap dingin, tetap saja tak mampu melawan suhu udara yang hanya beberapa lebihnya di atas nol derajat celcius.


Dan dikabarkan jika salju akan semakin turun menjelang tengah malam nanti. Mereka memilih untuk mengalihkan saja seluruh aktivitas ke dalam ruangan, daripada harus berkonfrontasi dengan cuaca.


Beruntung ini adalah zaman yang serba mutakhir. Sehingga paradoks dengan kondisi di luar sana, para insan kini bisa menghadirkan kehangatan pulau tropis ke dalam rumah. Atau setidaknya itulah yang ditawarkan alat penghangat yang beberapa minggu terakhir sering menghiasi layar kaca.


Akan tetapi, tak peduli betapa pun praktisnya kehidupan modern ini, Rey tidak begitu menyukai musim dingin. Dan jika bukan karena Nuwa yang ingin menikmati Salju dan bermain dengan benda putih itu, dia lebih memilih berdiam diri di rumah.


"Apa kau sangat menyukai salju?" suara Rey yang berkaur di gendang telinga Nuwa mengakhiri keheningan antara mereka.


Gadis itu lantas menoleh, dengan mantap dia menganggukkan kepala. "Ya,"


"Memangnya apa yang membuatmu menyukai salju?" tanya Rey penasaran. "Padahal tidak ada yang istimewa dengan benda putih dan dingin itu,"


Nuwa menggelengkan kepala. "Kau salah jika berpikir begitu. Seperti dimusim Dingin, Indah namun Dinginnya bahkan bisa membekukan hati siapapun, bahkan hati seseorang yang sangat ceria. Kurasa ada banyak orang yang mempunyai sifat seperti salju, Seperti kau misalnya."


"Tapi, aku rasa kau tidak tahu. Jika musim dingin adalah musim kesukaanku. Karena ada salju di musim dingin, indah tapi membekukan. Tapi, kurasa ada banyak orang yang menyukai salju sepertiku. Meskipun salju dingin, namun terlihat sangat indah." Ujar Nuwa panjang lebar.


Rey menatap gadis di sampingnya. Dia tidak pernah lupa jika Nuwa sangat menyukai musim dingin. Di kehidupan mereka yang lalu, hampir setiap hari saat musim dingin tiba, dia selalu menemani Nuwa pergi ke dunia manusia untuk melihat salju.

__ADS_1


Melihat Rey yang tiba-tiba melamun, seketika ide jahil muncul di kepala Nuwa. Gadis itu mengambil satu genggam salju lalu dia kepal-kepal hingga keras. Nuwa mundur beberapa langkah ke belakang. Tanpa aba-aba gadis itu melemparkan salju tersebut kearah Rey.


Laki-laki itu pun tersentak kaget, saat es sekejap memberi sensasi membekukan di punggung tangan kirinya. Rey langsung sadar dari lamunannya, kemudian dia mengangkat kepalanya dan mendapati Nuwa yang tersenyum penuh kemenangan padanya.


"Hahaha, kena kau!!" seru Nuwa sambil tertawa keras.


"Berani-beraninya kau ya~" Rey menunjuk Nuwa yang mencoba untuk melarikan diri ketika dia hendak mengejarnya. "Nuwa, jangan kabar kau!!" seru Rey dan bergegas mengejar gadis itu.


Nuwa tertawa terbahak-bahak di tengah pelariannya. Sesekali gadis itu melemparkan kepalan salju ke arah Rey. Karena terlalu asik dengan dunianya sendiri, sampai-sampai Nuwa tak menyadari jika ada seseorang yang berjalan ke arahnya dari belakang.


Alhasil, gadis itu pun menabrak orang tersebut hingga nyaris jatuh. Beruntung orang itu yang seorang pria bisa menangkapnya tepat waktu, hingga dia tak sampai terjatuh.


Pupil pria itu membulat sempurna saat melihat wajah gadis di pelukannya ini. "Nuwa," ucapnya membatin.


Pupil mata pria itu membulat untuk kedua kalinya, saat melihat siapa pria di hadapannya. Dengan lirih dia bergumam. "Xiao Yan," meskipun sangat Lirih, tetapi ucapan pria itu masih bisa di dengar jelas oleh Rey. Sontak Rey mengangkat wajahnya. Dan kini giliran dia yang terkejut.


Tatapan Rey semakin dingin dan tak bersahabat. Aura suram menyelimuti lelaki itu. Dengan cepat dia membawa Nuwa menjauh dari pria tersebut. "Kita pulang," ucapnya seraya membawa Nuwa menjauh dari pria itu.


Mungkin Nuwa melupakan siapa dia. Tetapi Rey sangat mengingatnya, dan dia adalah rival abadi Rey dimasa lalu. Meskipun pada akhirnya dia yang memenangkan hati Nuwa, tetapi tetap saja bertemu kembali dengan pria itu dimasa sekarang sangatlah menjengkelkan.


Namun langkah mereka kembali terhenti, saat pria itu menarik pergelangan tangan kiri Nuwa. Sontak Rey menoleh dan menatapnya dengan tajam. "Lepaskan tanganmu darinya!!" pinta Rey dingin.


"Tidak!! Aku harus bicara dengannya,"

__ADS_1


"Tidak ada yang perlu dibicarakan, dia tidak mengenalmu!! Jadi jangan mengganggunya. Ayo, pergi." Rey menghempaskan tangan pria itu dari pergelangan tangan Nuwa lalu membawa gadis itu masuk ke dalam mobilnya.


Di masa lalu, Nuwa dan pria itu adalah sahabat dekat. Namun pria itu memiliki rasa pada Nuwa, dan menganggapnya Lebih dari sahabat. Dan itulah yang membuat Rey tidak suka ketika bertemu kembali dengannya dimasa sekarang. Karena tak menutup kemungkinan, jika dia akan mendekati Nuwa lagi.


Sama halnya seperti Rey yang sangat kehilangan Nuwa setelah dia mengorbankan dirinya. Akhirnya pria itu memutuskan untuk bunuh diri setelah melakukan pemberontakan kepada istana langit.


Berbeda dengan Nuwa yang kembali menjadi seorang Dewi setelah bereinkarnasi. Dia justru reinkarnasi menjadi manusia seperti Rey. Namun dengan ingatan masa lalu yang masih utuh.


"Kenapa kau dingin sekali padanya?! Kau membawaku pergi sebelum aku mengucapkan terima kasih padanya, memanggilmu kenapa dia memanggilmu Xiao Yan? Atau mungkin itu namamu dimasa lalu, dan sepertinya hubungan kalian berdua tidak baik." ucap Nuwa setibanya mereka di mobil Rey.


Rey menoleh dan menatap Nuwa dengan tatapan dingin yang membekukan. Membuat suasana yang sudah dingin semakin dingin karena tatapan Rey, begitulah yang Nuwa rasakan sekarang.


Pandangan Rey kembali ke depan. Dia meletakkan kedua tangannya diatas stir mobilnya.


"Apapun alasannya, ketika bertemu dengan pria itu kau harus menghindar. Dia bukan pria yang baik, karena sudah berani ingin merebutmu dariku!! Dan dulu kami adalah rival abadi!!" Jelas Rey.


"Jadi aku dan dia juga saling mengenal dimasa lalu? Tapi kenapa aku tidak mengingatnya?" ucap Nuwa kebingungan.


Nuwa kehilangan seluruh memori masa lalunya, setelah bereinkarnasi. Dia masih belum mengingat apapun tentang kehidupannya yang lalu, termasuk masa lalunya bersama Rey yang telah dia lupakan.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2