
Sebuah Lamborghini Veneno Roadster, melaju kencang pada jalanan yang legang. Mobil mewah tersebut memasuki sebuah area perbukitan yang terletak di bagian barat kota Seoul. Mobil mewah itu dikendarai oleh dua orang, seorang laki-laki dan perempuan.
Tak jauh dari mobil itu. Terlihat mobil lain yang juga melaju dibelakangnya. Jaraknya cukup jauh, sekitar sepuluh meter. Namun keberadaan mobil itu, tentu saja diketahui oleh pengemudi mobil Lamborghini tersebut.
Sesekali si pengemudi Lamborghini itu melihat kebelakang melalui spion mobilnya. Laki-laki itu menyeringai sinis. Membuat perempuan disampingnya yang tak lain dan tak bukan adalah Nuwa menatapnya kebingungan
"Ada apa?" gadis itu bertanya dengan penasaran. Nuwa memang seorang Dewi, tetapi dia tidak memiliki insting yang kuat seperti Rey.
"Kita diikuti." Jawab Rey menimpali.
Kemudian Nuwa menoleh ke belakang, dan mendapati sebuah sedan hitam yang biasanya dipakai oleh Frans melaju pelan di belakang. Dan tentu saja mereka berdua tahu siapa yang mengendarai mobil tersebut.
"Hehehe...!! Sepertinya memberi sedikit pelajaran pada penguntit dan muka palsu itu ada salahnya." Ucap Nuwa seraya tersenyum misterius. Entah apa yang sedang direncanakan oleh gadis itu sebenarnya. "Kurangi kecepatan mobilnya!!"
Rey menoleh. "Untuk apa?" dia menatap istrinya itu penasaran.
"Sudah jangan banyak tanya. Pelankan saja laju mobilnya. Aku punya sebuah ide agar dia tidak membuntuti kita lagi!!" ujar Nuwa menjelaskan.
Rey pun menuruti Nuwa dan segera mengurangi kecepatan pada mobilnya. Dia penasaran dengan apa yang direncanakan oleh istrinya.
Nuwa membuka telapak tangan kirinya, dan mengarahkan jari telunjuknya pada telapak tangan itu. Puluhan paku dan kelereng tiba-tiba muncul di telapak tangannya.
Kemudian Nuwa aku paku dan kelereng-kelereng itu ke jalan. Dan tiba-tiba sedan hitam berhenti melaju, setelah pembagian depannya melindas paku yang otomatis membuat ban mobil itu bocor seketika.
Rey mendengus. Dia pikir ide apa yang dimiliki oleh perempuan itu. Ternyata oh ternyata, dan itu diluar dugaannya. Tapi ide Nuwa Oke juga. Dan berkat ide konyol gadis itu, si muka palsu itu tidak lagi mengikuti mereka. Dan sekarang Rey bisa mengemudikan mobilnya dengan tenang.
Dan sementara itu...
Frans palsu terlihat marah dan kesal sendiri karena mobilnya tiba-tiba saja berhenti. Dia tidak tahu apa yang terjadi, kemudian Frans palsu pun turun untuk memeriksa dan memastikan jika tidak ada yang salah pada mobilnya.
Setibanya dia di luar, trans palsu melihat ban depannya kempes. Tetapi dia tidak menemukan apa penyebabnya. Karena paku dan kelereng yang disebar oleh Nuwa tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Begitu pun dengan Lamborghini yang Frans palsu itu ikuti.
"Sial!! Aku kan jadi kehilangan jejak mereka. Arrkkhh...!! Dan juga begini, bagaimana aku bisa pulang!!" dia mengeram frustasi.
Entah karena bodoh atau apa, padahal dia bisa menggunakan kekuatannya untuk pulang ataupun memperbaiki Ban mobilnya yang kempes.Tetapi sayangnya tak dilakukan oleh Frans palsu tersebut. Dia hanya terus mondar-mandir tidak jelas, sambil memikirkan cara bagaimana untuk pulang sekarang.
"Aarrkkhhh!! Sial, sial, sial!! Tahu begini aku tidak akan mengikuti mereka berdua!!"
Frans palsu itu tengah dilanda kebingungan sekarang. Dia bingung harus bagaimana dan melakukan apa, jika pulang sudah terlalu jauh. Mau lanjut membuntuti Rey dan Nuwa tapi sudah kehilangan jejak mereka.
Dia benar-benar dilema. Dan yang bisa dia lakukan hanya duduk ditepi jalan menunggu ada mobil yang melintas supaya dia bisa mendapatkan tumpangan untuk pulang ke kota. Entah nasibnya yang memang buru, atau karena dia Dewi kegelapan yang bodoh?! Dan keasliannya sebagai Dewi kegelapan masih perlu untuk dipertanyakan.
.
.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih hampir dua jam. Akhirnya mereka berdua tiba di sebuah tempat yang menjadi salah satu penghasil stroberi terbaik di Korea Selatan. Stroberi yang memiliki julukan 'aroma hujan salju' dimana buah ini tumbuh bersamaan dengan hujan musim salju di Korea.
"Apa kita sudah sampai?" Nuwa menatap Rey penasaran. Gadis itu lalu memperhatikan sekelilingnya. Tempat ini sangat asing, karena Rey belum pernah mengajaknya ke tempat ini sebelumnya.
__ADS_1
"Ayo turun, aku akan membawamu mencicipi stroberi musim dingin." Ucapnya seraya mendorong pintu disamping kirinya.
Nuwa memicingkan matanya. "Strawberry musim dingin, memangnya ada ya? Kenapa aku tidak pernah tahu, padahal aku adalah Dewi empat musim. Bahkan rasa strawberry pun aku belum pernah mencicipinya," Ujar Nuwa.
"Kalau begitu aku akan membawamu mencicipinya. Ayo,"
Rey meraih tangan Nuwa, keduanya berjalan beriringan memasuki perkebunan strawberry tersebut.
Tempat ini tampak sepi, tak satupun pengunjung terlihat ada yang datang berkunjung. Padahal biasanya sangat ramai. Dan satu alasannya, karena perkebunan ini sudah disewa oleh Rey selama satu hari penuh. Sehingga tak ada orang lain yang bisa datang kemari, selain dirinya dan Nuwa.
Seorang pria setengah baya terlihat menghampiri mereka berdua. Dia adalah pemilik perkebunan ini, dan kedatangan mereka berdua tentu saja disambut baik olehnya.
"Selamat datang, Tuan Muda, Nona Muda Qin. Saya sendiri yang akan memandu Anda berdua untuk berkeliling di kebun kami ini, disini ada beberapa jenis strawberry, dan Hampir semua terkenal. Tetapi White strawberry yang paling banyak diminati, karena tidak biasa dan unik." Ucap laki-laki itu.
Sembari berjalan, laki-laki itu sambil menjelaskan tentang tanaman-tanaman strawberry yang kebunnya miliki. "Dan inilah yang dinamakan strawberry 'aroma bulan salju' satu-satunya Strawberry yang bisa tumbuh di musim dingin dengan sangat baik. Memang banyak jenisnya, tetapi tidak berbuah. Dan yang disebelah sana adalah, white strawberry. Silahkan Anda mencobanya."
Rey meninggalkan Nuwa untuk memetik beberapa strawberry yang kemudian dia berikan pada sang istri. Sebenarnya Rey tidak menyukai strawberry sama sekali, karena buah itu terkesan asam dan manis. Dan dia tidak menyukainya.
"Cobalah," Rey menyerahkan beberapa strawberry yang dia petik pada sang istri.
Kemudian Sang Dewi menerimanya dengan senang hati, lalu mencoba Strawberry itu. "Uhhh...!! Rasanya sangat juicy, manis asam dan segar. Aku sangat menyukainya. Kau harus mencobanya juga, Rey." Pinta Nuwa seraya mengarahkan strawberry di tangannya pada Rey.
Tak ingin Nuwa sampai kecewa Jika dia menolaknya, akhirnya Rey pun mencicipinya sedikit. Berbeda dengan Nuwa yang begitu antusias setelah mencoba strawberry tersebut. Rey malah tidak menunjukkan ekspresi apapun, datar.
"Bagaimana rasanya? Enak bukan?" ucap Nuwa memastikan.
"Hn,"
Nuwa mengangguk dengan antusias. "Aku lebih menyukai yang ini, daripada yang tadi. Yang ini dagingnya lebih tebal dan lebih manis, dan asamnya hanya ada sedikit. Rey kau harus mencobanya juga," ucap Nuwa seraya mengarahkan strawberry di tangannya pada laki-laki itu.
Kali ini Rey menolaknya. Dia benar-benar tidak menyukai strawberry. Tetapi penolakannya membuat Gadis itu menjadi kecewa. "Dasar menyebalkan. Aku hanya memintamu mencicipi sedikit saja kok, tapi kenapa kau malah tidak mau?!" gadis itu melipat kedua tangannya dan membuang muka. Rey membuatnya kesal.
Laki-laki itu menghela nafas. Dengan terpaksa dia menuruti keinginan Nuwa supaya dirinya mencicipi strawberry putih tersebut. "Baiklah, aku akan mencicipinya sedikit." kemudian ia mengambil strawberry itu dari tangan Nuwa lalu memakannya. Membuat senyum di bibir gadis itu mengembang lebar.
"Nah, begitu dong. Enak bukan, aku tidak mungkin membohongimu." Ucapnya sambil tersenyum lebar.
Rey mengangguk. "Hm, lumayan." jawabnya.
Dan ketika Gadis itu melihat ke arah lain. Buru-buru Rey membuang strawbery yang ada di mulutnya. Jujur saja, Rey memang tidak suka dengan rasa strawberry. Dia mau memakannya hanya karena tidak ingin membuat Nuwa kecewa.
"Tuan Muda, tolong!!"
Degg..
Samar-samar Rey mendengar suara Frans yang begitu pelan meminta tolong padanya. Kemudian laki-laki itu menajamkan indra pendengarnya, dia berharap suara Frans kembali terdengar.
Nuwa menatap suaminya itu dengan bingung ketika melihat Rey yang seperti sedang mencari sesuatu. "Ada apa, Rey? Kenapa kau celingukan tidak jelas? Memangnya siapa yang kau cari?" tanya Nuwa penasaran.
"Aku mendengar suara, Frans. Dan kemungkinan besar dia ada di sekitar sini. Kau Tetaplah disini jangan jangan pergi kemanapun, aku akan segera kembali!!" ucap Rey namun ditolak oleh Nuwa.
__ADS_1
Gadis itu menggeleng. "Aku tidak mau ditinggal sendirian disini!! Aku ikut denganmu."
Rey menghela napas. "Baiklah," keduanya kemudian meninggalkan kebun strawberry tersebut.
Rey sangat yakin jika itu tadi adalah suara Frans. Dan Rey yakin jika asisten pribadinya itu ada di sekitar sini. Rey ingat jika ada bangunan sederhana yang terbengkalai di bagian Utara perkebunan strawberry.
.
.
"Tuan Muda, tolong!!"
Lirihan pelan keluar dari bibir seorang laki-laki yang tubuhnya terikat pada sebuah kursi kayu yang telah usang. Wajahnya terlihat pucat, dan tubuhnya tak bertenaga.
Jika dilihat dari kondisinya saat ini, sudah lebih dari dua hari laki-laki itu tidak makan dan minum. Hingga dia mengalami dehidrasi.
Dia ingin sekali kabur dari tempat pengap dan gelap ini, tetapi tidak ada yang bisa dilakukannya selain pasrah dan menunggu seseorang datang untuk menyelamatkannya. Dan dia sangat berharap, jika Tuan Mudanya mendengar suara putus asanya.
"FRANS!!! KAU DI MANA?!"
Seperti mendapatkan Oasis di tengah padang pasir yang tandus. Frans mendapatkan kembali cahaya hidupnya yang telah redup, setelah mendengar suara yang familiar itu.
Sebisa mungkin dia mengeluarkan suaranya lebih keras, agar orang itu bisa menemukannya.
"Tuan Muda, saya di sini!!" namun sayangnya suara Frans tak begitu keras, karena seluruh tenaganya telah terkuras. "Tuan Muda, Saya di sini. Saya mohon tolong saya!!"
BRAKK...
"FRANS!!"
Cairan bening mengalir dari sudut mata Frans melihat Siapa yang datang. Itu dia, Tuan Mudanya datang menyelamatkannya. "Tuan Muda, Nyonya Muda, kalian berdua menemukan saya?"
"Jangan banyak bicara!! Sebaiknya kau diam!!" ucap Rey sambil membuka ikatan pada tubuh Frans. "Aku dan Nuwa akan segera membawamu keluar dari sini. Dan akan ku balas wanita yang sudah membuatmu seperti ini. Tak akan ada ampun baginya!!"
"Terimakasih, Tuan Muda. Saya pikir, Saya akan mati disini. Saya sangat frustasi menunggu Anda datang. Tuan Muda, saya pikir saya tidak bisa menemani Anda lagi. Saya pikir, jika saya akan mati!"
"Tutup mulutmu, sebaiknya kau diam!! Kau tidak akan mati tanpa seijinku!! Dan aku tidak pernah mengijinkanmu untuk mati!!!"
Kemudian Nuwa berlutut di depan keduanya. Sang Dewi membuka telapak tangannya, beberapa buah dan makanan serta air putih kini ada di hadapan mereka bertiga. Nuwa mengambil air putih itu lalu memberikannya pada Frans.
"Minum dulu, setelah ini makan semua makanan yang telah aku siapkan!! Kau kekurangan cairan dan juga kelaparan!!" ucap Nuwa sambil menatap Frans dengan cemas.
Rey merasa lega karena akhirnya dia bisa menemukan Frans, dan untungnya masih belum terlambat. Rey tidak tahu bagaimana nasib laki-laki itu jika dia terlambat satu hari lagi. Mungkin dia akan kehilangan Frans untuk selamanya. Dan Rey tidak akan pernah rela jika harus kehilangan orang kepercayaannya tersebut.
Dan setelah kondisi Frans sudah mulai membaik, mereka berdua pun membawanya pergi dari tempat ini. Tak lupa Rey juga menciptakan Frans palsu yang dia buat dari batang kayu untuk mengelabui wanita iblis itu. Dan untuk sementara, Rey tak akan membawa Frans ke pulang ke rumahnya.
.
.
__ADS_1
Bersambung.