Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh

Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh
Siapa Rey Sebenarnya?!


__ADS_3

Suasana menegangkan menyelimuti kebersamaan Rey dan Tuan Jackson di ruang keluarga. Ayah dan anak itu hanya saling menatap dengan pandangan sinis dan tak bersahabat. Membuat Frans yang berdiri di samping kursi roda Rey sedikit merinding.


Sejak awal hubungan Rey dan ayahnya memang kurang baik. Ayahnya selalu pilih kasih antara Rey dan Delon, dia selalu menyebut Rey anak setan dan pembawa sial. Hingga Rey tak pernah bersikap hormat apalagi menghargai ayahnya.


"Batalkan pernikahanmu dengan wanita tidak jelas itu!! Seharusnya yang menikah adalah Delon, bukan kau!! Sejak Selena menolak menikah denganmu, hakmu untuk menikah sudah tidak ada!!"


"Memangnya siapa kau berani memerintahku?!" jawab Rey sinis.


"Aku, Ayahmu!!"


"Sejak kapan kau menjadi, Ayahku?! Bahkan aku tidak ingat jika diriku memiliki seorang Ayah!!" ucap Rey menimpali.


"Rey, kau~!!"


"Frans, kita pergi dari sini!!" Rey melirik Frans dari ekor matanya.


Pria itu mengangguk. "Baik, Tuan Muda."


Rey mengangkat tangannya, memberi isyarat agar Frans berhenti. Rey menoleh kebelakang dan melirik Tuan Jackson dari ekor matanya yang dingin. Sorot matanya tajam dan berbahaya.


"Satu hal lagi, jangan pernah bermimpi jika putra kesayanganmu itu akan menduduki posisi tertinggi di keluarga ini. Karena dia hanya orang asing yang tiba-tiba masuk dan menjadi, Tuan Muda!!" ujar Rey. "Kita pergi!!"


.


.


"Nenek, kita harus bicara. Dan ini sangat penting!!"


Nenek Nero menautkan alisnya dan menatap gadis di depannya itu penuh tanya. Ekspresi Nuwa terlihat begitu serius membuat dia penasaran dengan apa yang akan gadis itu sampaikan.


Kemudian Nenek Nero mengajak Nuwa ke kamarnya, agar mereka bisa lebih bebas berbicara. Karena yang ingin Nuwa sampaikan adalah hal yang penting, makanya Nenek Nero tak ingin ada yang mendengarnya.


"Viona, sebenarnya ada apa? Hal penting apa yang sebenarnya ingin kau sampaikan pada, Nenek?!" tanya Nenek Nero setibanya mereka di kamarnya.

__ADS_1


"Ini tentang, Rey, Nek."


"Ada apa dengan, Rey? Apa dia berbuat yang tidak-tidak padamu, atau mungkin melakukan kekerasan?!"


Nuwa menggeleng. "Bukan itu, jika karena hal itu aku masih bisa mengatasinya tetapi karena hal lain. Aku tidak bisa membaca pikirannya, dan ketika aku menggunakan kekuatanku padanya, ternyata tidak mempan. Tetapi ketika aku menggunakannya pada, Frans. Ternyata mempan, dan hal ini benar-benar membuatku bingung setengah mati." ujar Nuwa panjang lebar.


Keterkejutan terlihat jelas dari sepasang netra Nenek Nero setelah mendengar apa yang Nuwa katakan.


Wanita tua itu menggeleng, itu adalah pertanda buruk apalagi jika Rey sampai lepas kendali dan hilang kesadaran akan dirinya sendiri, dan Nenek Nero tidak bisa membiarkannya. Apalagi sebelum meninggal, Ibu Rey berpesan supaya dia menjaga putranya itu dengan baik.


"Nenek, mungkinkah Rey juga sama seperti kita berdua? Apa di tubuhnya juga mengalir darah Dewa? Dia kan cucumu!!"


Nenek Nero menggeleng. "Lebih dari itu. Karena Rey memiliki dua sisi pada dirinya, gelap dan terang. Dan yang Nenek cemaskan adalah sisi gelapnya yang sewaktu-waktu bisa mengambil alih kewarasannya. Karena jika itu sampai terjadi, kita tidak bisa mencegah terjadinya sebuah bencana besar!!"


Nuwa menatap Nenek Nero dengan bingung. Dia benar-benar tidak mengerti apa yang dimaksud oleh wanita tua itu. "Maksud Nenek bagaimana? Aku benar-benar tidak mengerti," ucap Nuwa sedikit kebingungan.


Nenek Nero bingung bagaimana harus mengatakannya pada gadis itu. Dia rasa Nuwa masih belum waktunya mengetahui fakta sebenarnya tentang Rey.


"Untuk saat ini Nenek belum bisa mengatakan apapun padamu. Karena jika waktunya sudah tiba, tanpa Nenek memberitahumu sekalipun pasti kau akan menemukan jawabannya. Dan yang bisa Nenek lakukan sekarang adalah memastikan Rey tidak melakukan apapun yang bisa merugikan orang lain," ujar Nenek Nero sambil tersenyum pada Nuwa.


Nuwa pun semakin penasaran siapa Rey sebenarnya. Apakah dia baik, atau justru malah sebaliknya?!


Dan tugas Nuwa adalah menemukan jawaban dari semua pertanyaan-pertanyaan itu. Tentang siapa Rey yang sebenarnya. Karena Nuwa yakin jika Rey bukanlah manusia biasa.


.


.


"Frans, apa kau sudah melakukan apa yang aku perintahkan?!"


pertanyaan itu keluar dari bibir Rey. Sang Asisten pun mengangguk. Kemudian dia mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jasnya lalu menyerahkan pada Rey.


"Semua informasi yang Anda butuhkan ada disini, Tuan Muda. Mereka memang tidak berani menyelidiki, Anda. Tapi ada satu orang yang mengajukan diri untuk mengungkap semuanya!!"

__ADS_1


Rey menghisap rokoknya dalam-dalam dan menghembuskan asapnya dari sela-sela bibirnya. Kemudian Rey berbalik dan menatap benda yang Frans sodorkan padanya. Rey kemudian menerima benda tersebut lalu memasukkan ke dalam saku celananya.


"Selidiki siapa orang itu dan dapatkan semua informasi tentangnya sampai sedetail mungkin. Aku ingin tahu seperti apa orang yang berani mencari gara-gara denganku!!" ucap Rey dan menatap langsung ke dalam mata Frans.


Rey yang selama ini duduk diatas kursi rodanya telah berhasil menipu banyak pasang mata, termasuk neneknya sendiri.


Nenek Nero tidak tahu jika sebenarnya Rey tidaklah lumpuh, melainkan hanya pura-pura saja!!


Bukan maksud Rey sengaja membohongi semua orang, tetapi secara tidak langsung mereka sendirilah yang memaksa Rey melakukannya. Dan Rey hanya mengikuti permainan mereka saja.


"Baik, Tuan Muda."


"Dia sudah datang, kau boleh keluar." Ucap Rey dan dibalas anggukan oleh Frans.


Selepas kepergian Frans, terlihat Nuwa memasuki kamar Rey. Gadis itu tak merasa terkejut sama sekali melihat Rey bisa berdiri dengan kedua kakinya, dia tak terlihat lumpuh sama sekali, dia justru terlihat baik-baik saja.


Rey membuang rokoknya yang hanya tinggal setengah ketika melihat Nuwa menghampirinya. Pria itu memberikan tatapan dingin dan datar. "Sebenarnya apa tujuanmu menikahiku?!" tanya Nuwa tanpa basa-basi.


"Harta!! Jika aku tidak menikahimu, Delon berkesempatan untuk mewarisi kekayaan keluarga ini yang sejak awal sudah menjadi milikku!!" jawab Rey tanpa beban.


Nuwa menatap pria itu tak percaya. "Apa, karena harta?! Oh, jadi maksudmu kau memanfaatkanku untuk kepentingan pribadimu?! Bodoh!! Kenapa aku bisa terjebak dalam situasi yang sangat menjengkelkan seperti ini!! Batalkan pernikahan itu, karena sampai kambing beranak monyet sekalipun, aku tidak akan pernah mengakuimu sebagai suamiku!!"


"Tidak bisa!! Pernikahan yang sudah dilaksanakan tidak mungkin di batalkan begitu saja. Suka tidak suka, mau tidak mau, kau harus tetap menerimanya. Karena itu sudah menjadi takdirmu!!"


Tangan Nuwa terkepal kuat. Kemudian dia berbalik dan menatap punggung Rey yang berjalan menjauh dengan kesal.


Gadis itu mengangkat tangan kanannya, sebuah cahaya menyilaukan keluar dari telapak tangannya. Nuwa berencana untuk menyerang Rey, sesekali pria itu memang harus diberi pelajaran.


"Bagaimana mungkin?! Kekuatanku kenapa tidak mempan sama sekali padanya?!"


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2