Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh

Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh
Datang Menjemputmu


__ADS_3

Victoria menyemburkan darah segar. Dia sungguh tidak menyangka jika akan mengalami luka dalam yang sangat parah. Pukulan Rey hari itu benar-benar membuatnya hampir mati untuk kedua kalinya.


Saat ini Victoria sedang berusaha untuk menyembuhkan luka dalamnya dan mengembalikan keadaannya seperti sedia kala. Dia masih harus membalas dendam pada, karena sudah membuatnya seperti ini.


Di sebuah gubuk tua yang terletak di tengah hutan belantara, di tempat itulah Victoria saat ini tinggal. Karena hanya itu satu-satunya tempat yang paling aman untuknya saat ini.


"Sial!! Untung aku masih bisa kabur tepat waktu. Karena jika tidak, mungkin saja aku sudah mati sekali lagi!!" ucapnya sambil memegangi dadanya yang terasa sesak.


Victoria pikir setelah dia dibangkitkan kembali. Maka bisa membalas dendamnya pada pangeran iblis tersebut, tetapi yang ada dirinya malah diajar habis-habisan oleh Rey.


"Anak muda, apa yang sedang kau lakukan di gubukku?!" tegur seorang wanita tua yang entah daripada datangnya tiba-tiba sudah ada di hadapan Victoria. Membuat wanita itu terkejut bukan main.


"Siapa kau?!"


"Seharusnya aku yang bertanya padamu. Kau ini siapa, dan apa yang sedang kau lakukan di gubuk k?!" tanya wanita tua itu sekali lagi.


Victoria memperhatikan wanita itu dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dia bisa merasakan Aura kegelapan yang begitu kuat dari wanita tua di hadapannya tersebut. Dan Victoria yakin jika wanita itu bukanlah Manusia Biasa, karena jika dia manusia biasa tidak mungkin dia berani tinggal sendirian di hutan belantara seperti ini.


"Aku sedang terluka parah, dan aku di sini untuk memulihkan kembali kondisi tubuhku yang saat ini melemah. Dan jika Nenek tidak keberatan, aku ingin tinggal di sini selama beberapa hari!!" ucap Victoria.


Jika wanita tua itu benar-benar berasal dari negeri kegelapan seperti dugaannya, maka Victoria bisa memanfaatkannya untuk kepentingannya. Dan bekerja sama dengannya, sepertinya bukan itu yang buruk.


"Baiklah, kau boleh tinggal di sini selama beberapa hari. Tapi setelah itu segera tinggalkan tempat ini dan jangan coba-coba untuk kembali lagi kemari!!"


"Baiklah, itu bukan masalah!!"


.

__ADS_1


.


Seorang lelaki tampan memasuki sebuah gedung perkantoran. Kedatangannya di sana langsung menyita perhatian banyak pasang mata. Bahkan beberapa diantaranya sampai tidak berkedip.


Meskipun ini bukan kedatangan pertamanya di Valentino Corp, tapi tetap saja kedatangannya menjadi pusat perhatian banyak pasang mata. Tak sedikit dari kau wanita yang curi-curi pandang dan saling berbisik.


Memangnya perempuan mana yang tidak akan jatuh dalam pesona seorang Rey Nero. Duda tampan yang menjadi incaran banyak wanita, bahkan ada beberapa rekan bisnis Rey yang berniat menjodohkan putri mereka dengannya. Dan tentu saja mereka semua mendapatkan penolakan dari Iblis tampan tersebut.


Membicarakan Rey adalah seorang duda. Statusnya akan segera berubah, karena dia telah memiliki tunangan dan berencana menikahinya di waktu dekat ini. Dan perempuan yang sangat beruntung itu adalah Helena, gadis cantik cucu dari pemilik Valentino Corp.


"Ya Tuhan, dia bukannya, Tuan Muda Nero?"


"Mana, mana?"


"Astaga naga. Kenapa Tuan Muda Nero semakin hari semakin tampan saja, ya."


"Meskipun dia seorang duda, tetapi dia memiliki kharisma dan pesona yang begitu luar biasa. Aku jadi mau menikah dengannya."


Duda tampan itu memasuki sebuah lift yang akan membawanya menuju lantai tiga puluh. Dan Rey tidak mengatakan apapun pada Helena maupun Tuan Valentino tentang kedatangannya ini.


.


.


"Baiklah."


Tuan Valentino menutup sambungan telfonnya begitu saja. Dia baru saja mendapatkan kabar dari salah satu karyawannya, jika Rey datang ke perusahaan. Lalu pandangan tuan Valentino bergulir pada Helena.

__ADS_1


"Rey, datang dan sedang menuju kemari,"


Sontak Helena menoleh. "Benarkah? Tetapi dia tidak mengatakan apapun padaku, apalagi memberitahu jika akan datang kemari." jawab Helena.


"Mungkin saja dia ingin memberikan kejutan padamu." Tukas Tuan Valentino.


Diam-diam Helena menarik sudut bibirnya setelah mendengar kedatangan Rey di kantor kakeknya. Dan dia sangat yakin jika kedatangannya adalah untuk menjemputnya.


Gadis itu menundukkan kepalanya sembari tersenyum malu-malu. Pipinya merona. Supaya tak dilihat oleh kakeknya, buru-buru Helena berbalik badan dan menyibukkan dirinya dengan menyemprotkan air pada mawar yang mulai berkuncup.


Decitan suara pintu di bukan dari luar mengalihkan perhatian Helena. Gadis itu menoleh dan mendapati Rey memasuki ruangan Kakeknya. Sudut bibir Rey tertarik keatas ketika menatap Helena, membuat gadis itu ikut tersenyum juga.


"Aku datang untuk menjemputmu." ucapnya setibanya Rey di depan Helena.


"Kebetulan aku juga sudah mau pulang,"jawab gadis itu.


"Tuan Muda Nero, apa tidak sebaiknya Anda duduk dulu?" usul Tuan Valentino.


Rey menoleh. "Tidak perlu seformal itu, Kakek. Kita sekarang adalah keluarga," jawab Rey.


Terus terang saja Tuan Valentino merasa tidak enak jika harus memanggil Rey dengan nama saja. Karena bagaimanapun juga, Rey adalah seorang Tuan Muda dari keluarga ternama. Itulah kenapa Tuan Valentino lebih memilih memanggilnya tuan muda dan bersikap formal padanya.


"Itu benar, Kakek. Seharusnya Kakek memanggilnya dengan nama saja, tidak perlu embel-embel, Tuan Muda." sahut Helena.


Tuan Valentino tersenyum, dengan pelan dia menganggukkan kepala. Karena Rey sendiri yang memintanya, maka Tuan Valentino menyetujuinya.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2