Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh

Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh
Kejutan Dari Helena!!


__ADS_3

Di sudut ruangan, di sebuah Cafe, terlihat sepasang kekasih tengah bercumbu mesra. Mereka sengaja memilih meja paling sudut, agar tak ada yang menyadari apa yang tengah mereka lakukan. Karena di sana pencahayaannya memang sedikit redup.


Si wanita duduk dipangkuan kekasihnya. Mereka sedang berciuman panas. Tak ada yang memperhatikan, bukan berarti tak ada yang melihat. Karena ada sepasang mata yang menatap mereka sedari tadi.


"Mereka benar-benar menjijikan!!"


Sebuah umpatan keluar dari bibir seorang gadis yang duduk tak jauh dari meja mereka berdua, dialah orang yang sedari tadi memperhatikan kedua orang itu. Dan dia adalah Helena, sedangkan yang sedang dia perhatikan adalah Bram dan Cindy. Tunangan dan sahabatnya.


Helena benar-benar tidak menyangka jika mereka berdua akan mengkhianatinya. janji setia yang pernah diucapkan oleh Bram, ternyata hanya omong kosong. Buktinya dia tidak bisa memegang ucapannya sendiri. Dan Cindy yang merupakan sahabat dekatnya justru menusuknya dari belakang.


Gadis itu tersenyum meremehkan. Mungkin memberikan sedikit kejutan untuk mereka berdua tidak ada salahnya. Bukankah sebuah hubungan perlu dirayakan, termasuk hubungan perselingkuhan!!


Helena melambaikan tangannya pada seorang pelayan yang kebetulan ada di dekat mejanya. Pelayan itu pun segera menghampiri Helena. "Apa cafe ini bisa membantuku? Aku akan membayar mahal untuk jasa kalian!!"


"Bantuan apa, Nona?" pelayan itu bertanya dengan bingung. "Jika yang aneh-aneh kami tidak bisa,"


"Apa kau melihat dua orang dimeja paling sudut itu? Mereka berdua adalah para pengkhianat! Laki-laki itu adalah tunanganku, dan si wanita adalah sahabatku. Dan mereka berdua bermain gila di belakangku, aku ingin memberi pelajaran pada kedua orang itu!!" Helena memberi penjelasan.


"Seorang penghianat?!" pelayan itu mengulangi kata-kata Helena, gadis itu menganggukkan kepala. "Jika itu permasalahannya, maka kami siap untuk membantu Anda, Nona. Dan kebetulan saya adalah yang memegang cafe ini, pemilik Cafe ini menunjuk saya sebagai managernya. Dan jika soal penghianatan, saya siap maju dibarisan paling depan!!" ujar pelayan tersebut yang ternyata adalah manajer Cafe


Dia berdandan seperti pelayan lainnya, jadi tidak terlihat jika perempuan itu adalah manajernya. Helena tersenyum lebar, akhirnya dia memiliki partner yang bisa diandalkan.


"Bram, Cindy, permainan baru saja dimulai. Semoga kalian bisa tahan dengan kejutan-kejutan yang akan aku berikan!!" ucapnya sambil menyeringai lebar.


"Dan bolehkah aku bergabung bersama kalian?!" sahut seorang pria yang entah dari mana tiba-tiba sudah ada di samping Helena.


Sontak Helena mengangkat kepalanya, dan dia sedikit terkejut melihat siapa pria tersebut. "Tuan Muda Nero," serunya. Dan orang itu tak lain dan tak bukan adalah Rey. Sungguh di luar dugaan Helena, jika pria itu akan muncul dengan tiba-tiba. Gadis itu tersenyum miring. "Jika memang menguntungkan, kenapa tidak!!"

__ADS_1


Dan mereka pun mulai membahas tentang rencana untuk memberi pelajaran pada Bram dan Cindy. Ternyata Rey memiliki ide yang sangat brilian, dan Helena menyetujui usul dari pria dingin tersebut.


"Deal!! Aku setuju dengan saran dan ide, Tuan Muda Nero." Ucap gadis itu dengan semangat. Keputusan pun diambil. "Baiklah, Manager Sunny Lee, mari kita mulai!!"


Manajer itu yang ternyata bernama Sunny Lee, meninggalkan Helena dan Rey. Dia kembali ke dapur untuk menyiapkan semuanya. Helena juga melibatkan pelayan cafe lainnya, karena tanpa bantuan mereka rencananya tak mungkin berjalan dengan baik.


Selang sepuluh menit, dua pelayan keluar di dapur menuju meja Bram dan Cindy. Membuat mereka berdua kebingungan, karena seingatnya, mereka tidak memesan apapun lagi, apalagi itu cake.


"Halo Tuan, Nona. Cafe Kami sedang mengadakan hari cinta, dimana pelanggan yang datang berpasangan akan mendapatkan berbagai macam pelayanan istimewa. dan kebetulan kalian berdua adalah satu-satunya pelanggan yang datang berpasangan." Ujar Sunny memberikan penjelasan. Dia tau jika Bram dan Cindy sedang kebingungan.


Cindy dan Bram saling berpandangan, kemudian mereka sama-sama tersenyum lebar ke arah Sunny. "Oh, jadi begitu. Apa itu artinya, kami bisa mendapatkan berbagai hidangan istimewa secara cuma-cuma?" tanya Cindy memastikan.


Sunny tersenyum Seraya menganggukkan kepala. "Ya, Nona. Jadi jangan sia-siakan kesempatan emas ini," ucap Sunny menimpali.


"Baiklah kalau begitu, segera siapkan menu spesial untuk kami. Makanan apa saja yang enak di cafe ini, hidangkan untuk kami berdua. Jarang-jarangkan kita memiliki hoki sebagus ini." Ucap Cindy dengan begitu bersemangat.


Mendengar hal itu, membuat Cindy begitu bahagia. Jarang sekali dia mendapatkan hoki sebagus ini, sudah diberikan pelayanan gratis, lalu dilayani oleh orang penting negeri ini. Ternyata Dewi Fortuna memang selalu berpihak padanya.


Dan sementara itu, tiba-tiba Bram memiliki firasat yang buruk. Bukan hanya dia dan Cindy saja yang datang ke cafe ini sebagai pasangan, tetapi kenapa hanya mereka berdua yang mendapatkan pelayanan istimewa.


Benar-benar sangat mencurigakan, dia ingin mengatakannya pada Cindy, namun ia urungkan. Dia tak ingin membuat wanita yang dicintainya itu sampai kecewa. Dan yang perlu dia lakukan adalah bersikap waspada, karena Bram merasa ada yang tidak beres.


Selang beberapa saat setelah kepergian Sunny, seorang pria tanpa menghampiri meja Cindy dan Bram. Membuat dua mata wanita itu membulat tak percaya, karena yang berdiri di hadapannya adalah pemilik dari Nero Empire. Sementara Bram tak bisa berkata-kata.


"Tu...Tuan Muda Nero," ucap Cindy dengan mata berbinar-binar.


Tak hanya Cindy yang terkejut dengan kedatangannya, tetapi pengunjung lain juga. Bahkan beberapa wanita merasa iri pada Cindy, karena Wanita itu dilayani oleh pria sekelas Rey.

__ADS_1


"Ya Tuhan, beruntung sekali dia, karena bisa dilayani oleh pria sekeren dan sekelas, Tuan Muda Nero." ucap seorang wanita yang duduk tak jauh dari meja Cindy dan Bram.


"Aku juga ingin dilayani oleh, Tuan Muda Nero,"


Mendengar hal itu membuat Cindy tersenyum bangga. Dia merasa sebagai wanita paling beruntun karena di layani pria sehebat Rey Nero.


Lain Cindy lain Bram, dia menunjukkan sikap yang berbeda dengan perempuan itu. Bram justru terlihat tidak suka dengan keberadaan Rey, apalagi dia berhasil menarik perhatian Cindy.


"Menyebalkan sekali!! Memangnya apa bagusnya dia, sampai-sampai cindy harus memujinya?!" ucap Bram membatin.


Rey menatap sekilas pada Bram dan menyeringai sinis. Dia bisa mendengar suara hati pria itu. Rey adalah dewa kegelapan, dia memiliki kekuatan supranatural yang tak dimiliki oleh orang awam seperti mereka berdua.


"Anda, tidak perlu merasa cemburu. Karena tugas saya disini untuk melayani kalian berdua, bukan untuk menarik perhatian selingkuhan Anda!!" ucap Rey dan sontak membuat Bram mengangkat kepalanya. Dia menatap Rey dengan tajam.


"Apa maksudmu?!"


Rey mengangkat bahunya. Dia tak memberikan jawaban apa-apa. Kemudian Seseorang datang menghampiri mereka bertiga sambil membawa sebuah cake yang bertuliskan. "Kalian sungguh penghianat yang hebat!!" dan kedatangan orang itu mengejutkan Cindy dan Bram. Mata mereka berdua membulat sempurna, dengan pelan mereka berseru...


"Helena?!"


Sedangkan yang dipanggil menunjukkan senyum menyeringai. Kemudian Helena menyelamatkan kue tersebut di depan Bram dan Cindy. "Kenapa, apa kalian terkejut melihat kedatanganku?!"


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2