Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh

Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh
Babii Kecil


__ADS_3

"Viona,"


Langkah kakinya terhenti di ujung tangga setelah mendengar seseorang memanggil namanya. Kemudian dia menoleh dan mendapati Delon berjalan menghampirinya. Pria itu tersenyum lebar kearah gadis itu yang pastinya adalah Nuwa.


"Hari ini kau cantik sekali dengan gaun itu. Memang ya, kalau orang cantik memakai pakaian apapun pasti semakin cantik!! Dan aku jadi tidak bosan-bosan untuk menatap wajah cantikmu itu," ucapnya memberi gombalan.


Nuwa tersenyum sinis. "Aku sungguh tersanjung dengan pujianmu!! Tapi sepertinya kau salah memuji orang. Karena yang harusnya kau puji itu bukan aku, tetapi calon istrimu!! Lihat saja sorot matanya yang tajam seolah-olah ingin melahap orang!!" ucapnya sambil menunjuk Selena dengan dagunya.


Sontak Delon menoleh dan mendapati Selena tengah menatap tajam ke arahnya. Bukannya panik dan ketakutan, Delon justru bersikap biasa saja, bahkan dia terlihat tidak peduli sama sekali.


Delon menoleh dan mendapati Nuwa tak lagi berdiri di sebelahnya. Gadis itu sudah pergi entah kemana, Delon mencoba melihat kearah tangga namun tak terlihat sosoknya. Nuwa menghilang dengan cepat.


"Delon, tunggu!!" seru Selena seraya menghampiri Delon. Dia menarik tangan lelaki itu lalu berdiri di depannya. "Apa-apaan itu tadi, kenapa kau malah memujinya?! Kau sudah memiliki calon istri, tapi kenapa kau malah memuji wanita lain?!"


Delon membalas tatapan Selena tak kalah tajam, detik berikutnya sebuah seringai muncul di sudut bibirnya.


"Kau ini lucu sekali ya?! Memangnya kenapa jika aku sudah memiliki calon istri, bukankah sejak awal kau yang ngebet ingin menikah denganku?! Ingat, Selena!! Aku sama sekali tidak pernah menyukai dirimu, jadi jangan berharap lebih dariku!! Dan jika kau tidak suka, sebaiknya batalkan saja pertunangan kita!!"


"Delon, kau?!! Jika aku tidak ada artinya sama sekali bagimu, lalu apa artinya kebersamaan kita malam itu?! Aku sudah menyerahkan diriku padamu, dan Inikah balasanmu?! Kau benar-benar keterlaluan!!"


Delon mengangkat bahunya dengan acuh. Dia tidak peduli. "Memangnya kenapa jika kita sudah tidur bersama?! Lagi pula bukan aku yang menginginkannya, tapi kau sendiri yang memaksaku untuk tidur denganmu!! Sadar diri dong jadi orang, kau itu tidak lebih baik dari wanita jallang di luaran sana. Kau itu muraha*!!" ujar Delon panjang lebar.


Selena menatap Delon dengan pandangan sinis. Jadi selama ini Delon hanya memanfaatkannya saja? Selena pikir Delon benar-benar tulus padanya, tetapi ternyata dia salah. Selena mengangkat tangannya dan menampar Delon dengan keras.

__ADS_1


"Kau benar-benar bajiingan, Delon!! Lihat saja apa yang bisa aku lakukan untuk membalas dirimu, akan kupastikan tak sepeserpun harta kekayaan keluarga Nero jatuh ke tanganmu!! Ingat itu!!"


.


.


Satu bulan di bumi, namun Nuwa belum menemukan petunjuk apapun tentang orang yang menjadi alasan kenapa dia berada di bumi. Apalagi dia tidak memiliki petunjuk apapun tentang orang itu, selain tanda di lehernya.


Nuwa sendiri tidak tahu seperti apa rupanya, jenis kelaminnya apalagi usianya. Karena kakaknya tak mau memberikan petunjuk sama sekali padanya.


Dan tugas Nuwa adalah memecahkan teka-teki itu dan menemukan pemilik tanda itu dengan segera.


"Hai, Nona. Maukah kau mampir ke kedai kami? Kami sedang mengadakan sale besar-besaran untuk pelanggan pertama yang datang. Dan kebetulan Anda adalah orang pertama yang datang berkunjung."


"Dewi, jangan menatapku begitu. Ini aku, Babii kecil,"


Kedua mata Nuwa membulat sempurna. Pantas saja terlihat tidak asing, ternyata dia adalah si Babii kecil. "Apa yang sedang kau lakukan di sini?! Dan kau kenapa berpakaian seperti ini?!" tanya Nuwa meminta penjelasan.


"Panjang ceritanya, aku akan menceritakannya padamu di dalam. Ada hal penting yang harus aku sampaikan padamu, untuk itu kita harus bicara di dalam. Kau tenang saja, aku sudah menyewa tempat ini. Jadi tak ada orang lain yang akan masuk ke dalam. Kita bisa lebih leluasa berbicara."


"Tapi bagaimana jika ada orang yang tiba-tiba ingin masuk ke dalam Karena penasaran dengan apa yang kau jual?!"


Babii kecil itu menggeleng. "Tidak akan ada yang penasaran, aku akan menutup kedai ini sekarang juga!!"

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu."


Nuwa ikut Babii kecil masuk ke dalam. Dia benar-benar penasaran dengan hal penting yang ingin Babii kecil sampaikan padanya.


Sebenarnya Babii kecil bukanlah nama aslinya, adalah julukan yang diberikan oleh Nuwa.


.


.


Ketukan pada pintu ruang kerjanya mengalihkan perhatian Rey dari tumpukan dokumen di depannya. Pria itu mengangkat wajahnya dan mendapati Frans berjalan menghampirinya. Frans membungkuk terlebih dulu sebelum menyampaikan informasi penting pada Tuan Mudanya.


"Tuan Muda, Tuan Besar ada disini dan ingin bertemu dengan Anda. Beliau tidak sendirian, Nyonya Monica ikut datang bersamanya."


"Usir mereka keluar, dan katakan saja pada mereka jika aku sedang sibuk dan tidak bisa diganggu!!" pinta Rey dan dibalas anggukan oleh Frans.


Tanpa ayahnya mengatakan apapun, tentu saja Rey sudah tau apa maksud dan tujuan mereka datang menemuinya. Karena sebelumnya mereka sudah pernah membicarakan masalah itu dengannya.


Lagipula Rey bukanlah orang bodoh yang akan menyerahkan kedudukannya dengan suka rela pada orang asing seperti Delon.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2