Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh

Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh
Aku Berbeda!!


__ADS_3

Rey menghapus satu persatu kenangan masa lalu Helena bersama Bram. Apa yang mustahil bagi orang lain, tentu tidak bagi Rey. Rey tak hanya bisa menghapus kenangan indah maupun menyakitkan seseorang, bahkan dia juga mampu menanam kenangan baru yang lebih indah dan berwarna.


Namun Rey tak pernah melakukannya apalagi menerapkan hal tersebut pada orang lain. Dan satu-satunya orang yang dia hapus kenangannya masa lalunya adalah Helena.


"Buka matamu," pinta Rey seraya menjauhkan tangannya dari mata Helena.


Gadis itu tampak bingung seperti orang linglung. Helena memperhatikan sekelilingnya, tiba-tiba dia merasa telah kehilangan sesuatu dari ingatannya, tetapi Helena tak tau ingatan seperti apa yang menghilang dari memorinya.


"Apakah sesuatu telah terjadi padaku?" dia menatap Rey dengan bingung. Aku merasa telah kehilangan beberapa kenangan dalam memoriku. Tapi sayangnya aku tidak tau kenangan seperti apa yang telah ku lupakan. Aku benar-benar merasa seperti orang linglung," ujar Helena menjelaskan.


Rey menepuk bahu gadis itu, dan mencoba untuk menenangkannya. "Kenapa harus, mungkin saja yang kau lupakan bukanlah sebuah kenangan penting yang perlu untuk di kenang. Bisa jadi itu adalah kenangan bersama mantan,"


Helena menggelengkan kepala. "Aku sendiri tidak tau. Ya, mungkin saja. Dan aku justru berharap itu benar-benar kenangan bersama orang yang tidak penting yang hilang,"


Dan sementara itu, tanpa mereka berdua sadari jika ada seseorang yang sedang mengintai mereka sedari tadi. Orang itu bersembunyi di balik pohon yang tak jauh dari tempat mereka berada saat ini.


Seorang pria yang rambutnya sudah banyak ditumbuhi uban, hampir saja berteriak setelah melihat siapa pria yang bersama cucunya.


Dan orang itu tak lain dan tak bukan adalah Tuan Valentino. Yang datang untuk memastikan apakah orang yang bersama Helena benar-benar Tuan Muda Nero atau bukan.


"Ya Tuhan, dia benar-benar Tuan Muda Nero. Yang bersama Helena adalah dia," ucap Tuan Valentino dengan hebohnya. Kakek Valentino tak mampu menahan rasa bahagianya setelah melihat siapa orang yang sedang bersama cucunya. "Itu benar-benar, Tuan Muda Nero. gadis nakal ini, kenapa dia tidak memberitahu kakeknya jika memiliki hubungan yang sangat baik dengan Tuan Muda Nero?!"


Tak ada yang melihat bukan berarti dia aman, karena keberadaannya sebenarnya bisa dari oleh Rey. Hampir saja Rey memberikan pelajaran pada orang itu, tetapi disebut segera ia urungkan setelah melihat siapa yang tengah mengintainya tersebut. Dia adalah Tuan Valentino, yang tak lain dan tak bukan adalah Kakek Helena.

__ADS_1


"Ada apa? Apa yang kau lihat?" tanya gadis itu penasaran.


Dia kemudian menoleh dan mengikuti arah pandang Rey, tapi sayangnya Helena tak menemukan siapapun di sana. Yang ada hanyalah sebuah pohon besar, dengan daun yang rindang. Lalu siapa yang sedang Rey perhatikan tadi?!


Rey menggeleng. "Tidak ada," jawabnya singkat. "Sudah tiba waktunya makan malam, bagaimana kalau kita makan malam sama-sama?" tawar Rey memberi usul.


"Aku rasa bukan ide yang buruk, karena aku sendiri juga sangat lapar. Ngomong-ngomong kita mau makan malam dimana? Bagaimana jika di tempat langgananku saja? Aku jamin kau tidak akan menyesal ikut aku makan malam di sana."


"Hm, boleh juga."


.


.


Rey menghentikan langkahnya dan membuat Helena ikut berhenti juga. Gadis itu menatap Rey dengan bingung. "Kenapa berhenti? Ayo masuk, atau mungkin kau tidak berselera karena harus makan di tempat seperti ini? Atau mungkin kau berpikir jika tempat yang ku maksud adalah restoran mewah?" tebak Helena. Rey menggeleng. "Lantas?"


"Aku hanya bingung, bagaimana bisa seorang Nona Besar sepertimu justru memilih kedai kecil seperti ini sebagai tempat makan malam. Karena setahuku, gadis-gadis muda seusia kalian akan sangat gengsi makan malam di tempat seperti ini!!"


"Sayangnya aku bukan mereka, meskipun aku terlahir sebagai Nona Besar di keluarga Valentino. Tapi jangan samakan aku dengan para Nona Besar di luaran sana, dan dibandingkan harus pergi ke restoran mewah dan hotel berbintang lima, aku justru lebih suka makan di kedai kecil seperti ini." Ujar Helena .


Rey tersenyum tipis mendengar penuturan gadis itu. Nuwa bereinkarnasi sebagai gadis yang sederhana, meskipun dia terlahir sebagai seorang Nona Besar, tetapi Helena tak merasa malu sedikit pun meskipun harus makan di tempat sederhana seperti ini.


"Memangnya kenapa kau lebih memilih kedai sederhana dari pada makanan bintang lima? Bukankah makanan di restoran dan hotel berbintang merupakan yang terbaik di kelasnya?" Rey menatap Helena dengan penasaran.

__ADS_1


"Terbaik di kelasnya apanya? Bagaimana bisa kau menyebut jika makanan di restoran mewah, atau makanan di hotel bintang lima sebagai makanan terbaik di kelasnya?! Jelas-jelas makanan di tempat semacam itu tidak masuk akal sama sekali. Sudah tidak mengenyangkan, tapi harganya bisa menghabiskan isi kantong untuk satu menu saja!!"


"Jadi kalau aku sih, lebih memilih makan di tempat sederhana seperti ini. Rasa oke dan harga bersahabat. Toh yang kita butuhkan adalah rasa kenyang, bukan hanya rasa nikmatnya saja." Celoteh Helena panjang lebar.


Gadis ini benar-benar membuat rim merasa kagum, di saat kebanyakan gadis seusianya sangat suka menghambur-hamburkan uang milik orang tuanya untuk hal-hal yang tidak penting, Helena justru memilih untuk hidup sederhana, padahal dia adalah seorang Nona Besar.


"Sudahlah, jangan membahas hal yang tidak penting lagi. Ayo cepat masuk, aku sudah sangat-sangat kelaparan." Ucap Helena sambil mengusap perutnya. Kemudian dia menarik Rey untuk masuk ke dalam.


Di kedai ini tak ada pelayan yang berjalan silih berganti melayani para tamu-tamunya. Dan jika ingin memesan makanan, makan harus datang sendiri kepada Bibi dan Paman pemilik kedai. Dan begitu pula yang dilakukan oleh Helena. Sementara itu, Rey memilih duduk dan menunggu Helena yang sedang memesan makanan untuk menu makan malam mereka hari ini.


Selang beberapa saat Helena datang dengan membawa sebuah nampan yang bersisi makan-makan pesanannya. Memang tidak akan yang mahal dan mewah, tetapi makanan-makanan yang Helena bawa terlihat lezat dan menggugah selera.


"Jangan hanya dipandangi saja, kau harus mencicipinya. Dan aku jamin, kau akan langsung ketagihan setelah mencobanya sekali. Makanan di kedai ini sangat enak, dan aku berani menjaminnya!!"


"Baiklah, mari kita makan." Ucap Rey menimpali.


Helena tersenyum lebar. Dan selanjutnya, makan malam mereka lewati dengan tenang. Tak ada lagi obrolan di antara mereka berdua, setelah obrolan singkat tadi. Mereka berdua sama-sama menyantap makan malamnya dengan tenang.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2