
Nuwa dan Rey menghentikan langkahnya oleh kemunculan tiga pria yang tiba-tiba menghadang langkah mereka. Mereka berdua saling bertukar pandang, baik Rey maupun Nuwa sama-sama tidak ada yang mengenali mereka bertiga.
"Benar ketua, dia adalah perempuan yang kita cari. Sebaiknya kita Jangan membuang waktu lagi,"
"Tidak perlu terburu-buru dengan secantik itu. Sangat disayangkan jika mahluk se'elok itu kita sia-siakan begitu saja. Lebih baik menghabisi dulu si cacat itu, supaya tidak ada yang menghalangiku untuk menikmati si cantik."
"Ide yang sangat brilian, Ketua. Baiklah, kita langsung mulai saja. Cacat, bersiaplah untuk pergi ke Neraka!!" teriak salah seorang dari mereka bertiga.
Rey menarik Nuwa untuk mundur dan menempatkan gadis itu dibalik punggungnya. Kebetulan tangan Rey sudah sangat gatal sejak tadi, ingin menghajar mereka bertiga. Dan sudah saatnya membungkam mulut mereka.
Perkelahian pun gak bisa terhindarkan lagi. Perkelahian itu pun berlangsung tak seimbang, Rey yang sendirian dikeroyok oleh tiga orang. Namun itu bukanlah masalah untuk Rey, jika hanya untuk menghadapi mereka bertiga, itu sangat mudah baginya.
Rey terus meliukkan tubuhnya, menghindari serangan demi serangan yang mengarah pada tubuhnya. Dia tak akan membiarkan satupun dari mereka bertiga ada yang berhasil menyentuhnya, walaupun hanya seujung kuku.
Satu persatu lawan berhasil ditumbangkan. Dan hanya dalam hitungan menit saja, Rey berhasil menjatuhkan mereka bertiga. Tak sampai membuat mereka kehilangan nyawa, Rey hanya melumpuhkan mereka saja. Dia ingin tahu siapa yang menyuruh mereka bertiga untuk menyakiti Nuwa.
Rey mendekati mereka bertiga yang kesulitan untuk berdiri lagi karena luka-luka di sekujur tubuhnya. Aku hanya akan mengatakannya sekali. Katakan dengan jujur, siapa yang memerintah kalian untuk menyakiti istriku!!" tanya Rey dengan tatapan dinginnya.
Sementara itu, rona merah muncul di kedua pipi Nuwa mendengar kata 'istriku' keluar dari bibir Rey. Ada rasa hangat menyelubungi perasaannya, mendengar laki-laki itu mengucapkan kata tersebut. Apa itu artinya Rey memang mengakuinya sebagai istrinya?!
Entah apa yang terjadi, tubuh mereka tiba-tiba menegang dan kaku. Jangankan untuk berdiri, untuk bergerak saja mereka tidak mampu. Seperti ada tali yang mengikat tubuh mereka bertiga.
Ekspresinya, menunjukkan jika mereka bertiga sangat ketakutan setelah menatap langsung ke dalam mata Rey yang sebelumnya tertutup eyepacht.
"Aku akan memberi kalian dua pilihan, berkata jujur atau mati mengenaskan?!" ucap Rey dengan tatapan yang sama.
"A.. Ampun. Tolong jangan bunuh kami. Baiklah kami akan berkata jujur. Kami bertiga disewa oleh seorang wanita bernama Selena untuk menghabisi Istri Anda, dia membayar kami dengan harga mahal."
__ADS_1
Tak ingin mati konyol akhirnya salah satu dari mereka bertiga buka suara, dan mengatakan yang sebenarnya pada Rey, siapa orang yang membayar mereka bertiga untuk menghabisi Nuwa.
"Kalian pergilah, kali ini kalian aku biarkan tetap hidup. Tapi sekali lagi kau berusaha untuk menyakitinya, aku pastikan kalian hanya tinggal nama!!" Ucap Rey dengan suara dingin dan berbahaya.
"Ba..Baik, kami akan pergi."
Ketiganya pun kapang kabut melarikan diri. Mereka tak ingin mati konyol ditangan Rey. Dan Rey tak pernah main-main dengan ancamannya. Dia tak akan segan-segan untuk menghabisi siapa pun yang berani mencari masalah dengan dirinya, terlebih-lebih itu adalah Nuwa. Orang yang paling ingin dia lindungi di dunia ini.
"Ayo pulang," Rey meraih tangan Nuwa dan menggenggamnya. Kemudian mereka berdua berjalan beriringan menuju tempat dimana Rey memarkirkan mobilnya.
.
.
Selena tengah duduk santai sambil membaca sebuah majalah fashion dengan ditemani orange jus dan beberapa cemilan kesukaannya. Dia sedang menunggu kabar dari ketiga pria itu. Selena sudah tidak sabar, untuk menunggu kabar menggembalakan.
Ponselnya tiba-tiba berdering, dan mengalihkan perhatiannya. Nomor asing tertera di layar ponselnya yang menyala terang, dan Selena Berpikir itu adalah nomor salah satu dari ketiga pria itu. Ia pun segera menerimanya.
"Maaf, Nona. Sudah jatuh tempo untuk pelunasan hutang, mohon segera dibayarkan jika tidak mobil Anda yang akan kami sita!!"
"A..Apa?!" Selena berseru keras. "Ka..Kau, pihak b*nk?!" ucapnya memastikan.
"Benar sekali Nona, dan saya menghubungi Anda, hanya untuk sekedar mengingatkan jika hutang-hutangnya harus segera dilunasi. Bukan penunggakan Selama dua bulan, dan kami tidak bisa memberikan toleransi lagi!!"
Selena menggigit ujung kukunya, itu artinya setiap dalam masalah besar. Jika hutang-hutangnya tidak segera dilunasi, maka Selena harus siap untuk kehilangan mobil kesayangannya. Dan bukan hanya itu masalahnya, karena jika ibunya sampai tahu dirinya memiliki hutang di B*nk yang yang sangat besar, ibunya bisa menggantungnya hidup-hidup.
"Beri aku waktu lagi, dalam dua minggu aku akan melunasi semua hutang-hutangku. Tidak-tidak, tapi satu Minggu. Hanya satu Minggu," mohon Selena. Dia sangat berharap permohonannya kali ini bisa di dengarkan oleh oleh pihak B*nk.
__ADS_1
Baiklah nona, dan ini adalah kesempatan terakhir anda. Jika dalam waktu satu minggu anda tidak bisa melunasi semua hutang-hutang anda, maka kami akan mengambil mobil anda secara paksa!!"
"Oke,"
Kemudian Selena memutuskan sambungan teleponnya begitu saja, dia benar-benar malu Setengah Mati. Pihak B*nk menagih dan memintanya untuk melunasi semua hutang-hutangnya. Lalu dari mana Selena bisa mendapatkan uang sebanyak itu, dalam waktu satu Minggu. Dia benar-benar bingung dan pusing.
.
.
Monica memasuki sebuah bangunan tua yang terletak di tengah hutan belantara. Bangunan itu dikelilingi pohon-pohon besar nan rindang. Tak ada cahaya bulan maupun matahari yang bisa menembus hutan tersebut karena terlalu rapat pohon-pohon yang tumbuh.
Suasananya begitu mencekam. Namun tak tersirat sedikitpun rasa takut dari sepasang mata hitam Monica. Entah apa tujuan Monica sebenarnya mendatangi bangunan tua di hutan belantara tersebut.
"Akhirnya kau datang juga, pengikutku yang paling setia!!" kedatangannya disambut oleh seorang wanita yang berdiri di dalam kegelapan.
Tak terlihat seperti apa rupanya, karena dia berdiri di tempat yang tak bercahaya sama sekali. Meskipun selama ini Monica selalu menjadi pengikut setianya. Akan tetapi, dia tidak pernah tahu seperti apa rupanya. Yang dia tahu orang itu adalah seorang perempuan.
"Yang Mulia Ratu Kegelapan. Saya mohon berikan sedikit kekuatan untuk menyingkirkan seseorang, keberadaannya membuat saya sangat muak. Dan saya ingin, dia lenyap dari dunia ini!!"
Kemudian wanita itu menghampiri Monica. Sebagian wajahnya terlihat, tidak dengan matanya. Kedua matanya tertutup kain putih, dari telapak tangannya muncul sebuah botol kecil yang kemudian dia berikan pada pengikut setianya tersebut.
"Kau tidak membutuhkan kekuatan apapun. Sudah cukup dengan racun ini saja, berikan beberapa tetes ke dalam makanannya. Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, menit racun ini akan membunuhnya!!"
Kemudian Monica menerima botol racun itu dan menyeringai lebar. "Terimakasih, Yang Mulia Ratu Kegelapan. Viona, dengan racun ini aku pasti akan menyingkirkanmu!!"
.
__ADS_1
.
Bersambung.