
Helena membuka aplikasi camera dan mengambil beberapa gambar yang menurutnya sangat menarik. Termasuk dua laki-laki tampan didepannya. Bagi Rey itu adalah hal yang sangat biasa. Tetapi tidak bagi Chen. Chen sangat asing dan ia tampak sangat kebingungan.
Baik Chen maupun Rey tidak melakukan perlawanan ketika Helena mengajak keduanya untuk berfoto bersama. Padahal Rey adalah orang yang anti dengan camera Dan Chen sempat terkejut sampai-sampai berteriak histeris saat melihat dirinya berada didalam layar ponsel Jessica.
"Dewi, sebenarnya benda apa ini? Kenapa aneh sekali??" Chen membolak-balik ponsel milik Helena dan menatapnya penuh kebingungan.
Penasaran bagaimana fungsinya. Jari-jarinya menekan acak apa pun yang ada di dalam ponsel itu. "Huaaaa, hantu!" reflek Chen membuang ponsel yang semula ada ditangannya ketika tanpa sengaja Ia menekan aplikasi musik dan memplay-nya. Untungnya saja Helena bisa segera menangkapnya.
"Omo..!" Helena mengusap layar ponselnya yang sedikit kotor karna ulah Chen. "Yaakk, Jelek. Apa-apaan kau ini, eo?! Apa kau ingin merusak ponselku!" amuk Helena tidak terima Chen yang nyaris saja merusak ponsel pintarnya.
"Maaf, bukan begitu. Aku terkejut karena tiba-tiba muncul suara dari benda aneh itu!" jelas Chen membela diri.
Helena memutar matanya jengah, berbicara dengan Chen lama-lama membuatnya gila. Tapi dia mencoba untuk memakluminya."Dasar bodoh. Ini bukan suara hantu, tapi music! Music, kau paham??" Chen menggeleng "Terserahlah!"
Rey tidak memberikan tanggapan apa-apa pada perdebatan mereka berdua. Diam-diam pangeran termuda negeri Iblis itu mengurai senyum setipis kertas. Sikap Helena yang sedikit bar-bar benar-benar replika dari Nuwa di masa lalu.
__ADS_1
Sifat dan kepribadian mereka berdua pun tidak jauh berbeda. Sama-sama ceria dan sedikit kekanakan. Bahkan ketika kesal pun, ekspresi yang Helena tunjukkan sama seperti Nuwa. Dan Rey sangat berterimakasih pada Tuhan karena telah memberinya satu kesempatan lagi untuk bertemu dan bersama cinta sejatinya.
Pandangan Helena bergulir pada Rey. "Bisa kita disini lebih lama lagi? Aku belum ingin pergi dari sini. Tempat ini sangat luar biasa dan begitu mengagumkan. Aku ingin berjalan-jalan sebentar disini!" ucap Helena dengan tatapan polosnya.
Rey membalas tatapan Helena lalu mengangguk mengiyakan. Melihat respon suaminya membuat Helena bersorak senang. Tanpa sungkan sedikit pun, Helena menarik lengan Rey dan Chen ikut berjalan bersamanya. Lagi-lagi Rey menggelengkan kepalanya melihat tingkah Helena yang begitu kekanakan.
Sejauh mata memandang. Sepasang mutiara Hazel milik Helena dimanjakan oleh berbagai jenis bunga dan tumbuhan yang tidak pernah ia temui di jaman modern. Perempuan itu kemudian melepaskan pegangan tangannya pada lengan kedua laki-laki tampan itu dan berlari menghampiri puluhan kupu-kupu yang hinggap dari bunga yang satu menuju bunga yang lain.
Tak ingin kehilangan moment selangka ini. Helena pun segera mengabadikan dalam bidikan kamera pada ponselnya. Karena di dunia modern dia tak akan menemukan pemandangan yang sama. Gadis itu tersenyum puas melihat hasil bidikannya yang begitu sempurna.
"Omo!!"
"Hei, jelek. Ngomong-ngomong apa bangunan itu sebuah istana?" Chen kemudian mengikuti arah tunjuk Helena dan Chen mengangguk cepat.
"Kau benar sekali Dewi, dan apa kau tau. Jika pria tampan yang saat ini berdiri di depanmu ini adalah seorang pangeran dari kerajaan itu. Tapi jangan tertipu oleh keindahan bangunan itu. Karena di sana adalah sarang parah iblis." ujar Chen panjang lebar.
__ADS_1
Helena mengerutkan dahinya dan menatap Chen penuh selidik "Benarkah?" ucapnya memastikan. "Jadi kau seorang Pangeran?" Helena menatap Chen penuh keraguan.
Alih-alih menjawab. Tao justru tertawa terbahak-bahak, dan hal itu membuat Helena semakin bingung. "Bukan aku, Dewi. Tapi, Tuan Muda!" raut wajah Helena menjadi datar
"Sudah kuduga, karena tidak mungkin jika kau ini adalah seorang Pangeran!" ujar Helena.
Chen pun mengerutkan dahinya dan menatap Helena penuh tanda tanya. "Kenapa, Dewi? Apa tampang sepertiku ini tidak pantas untuk menjadi seorang Pangeran??" tanya Chen memastikan.
"Tidak, it's just that you do not look like a prince at all!" jawabnya.
Dahi Chen berkerut mendengar bahasa Helena yang menurutnya aneh. "Sebenarnya apa yang kau katakan, Dewi? Kenapa bahasamu aneh sekali!" Helena mendengus kesal.
"Kenapa kau cerewet sekali!!"
.
__ADS_1
.
Bersambung.