Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh

Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh
Penyesalan Rey!!


__ADS_3

Rey mengusap wajahnya dengan kasar. Dia sungguh-sungguh merutuki kebodohannya. Apa yang telah dia lakukan pada Nuwa, adalah sebuah kesalahan yang tak bisa termaafkan.


Dan Rey sungguh-sungguh menyesalinya.


Tidak seharusnya dia melakukan hal itu, pasti Sekarang Nuwa berpikir dua kali untuk dekat-dekat dengannya. Dan Rey sungguh-sungguh menyesali tindakannya tadi.


"Tuan Muda, kenapa Anda masih terjaga di waktu selarut ini?!" Frans menghampiri Tuan Mudanya.


"Duduklah dan temani aku minum!!" alih-alih menjawab pertanyaan Frans, rey malah meminta pria itu untuk menemaninya minum. Dan Frans pun menyetujuinya.


Terus terang Frans sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Tuan Mudanya. Belum pernah dia melihat Rey kacau ini, dan jika Frans boleh menebak, pasti hal itu ada hubungannya dengan Sang Dewi. Karena hanya dia satu-satunya orang yang mampu membuat Rey jungkir balik tak karuan.


Frans menatap Rey yang sedang meneguk minumannya. Dan Frans pun memberanikan diri untuk bertanya. "Tuan Muda, apakah Anda sedang bertengkar dengan, Nyonya Muda?" tanya Frans memastikan.


Rey menggeleng. Karena dia dan Sang Dewi memang tidak bertengkar. "Kami baik-baik saja!!" jawabnya.


"Lalu apa yang membuat Anda terjaga disini sampai selarut ini?" tanya Frans lagi. Dia sangat penasaran.


"Bukan apa-apa. Aku memang ingin disini." Jawabnya menimpali.


Apa yang baru saja terjadi antara dirinya dan Nuwa bersifat pribadi. Jadi tidak mungkin Jika Rey sampai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Frans. Hingga dia sekacau ini. Bisa-bisa Dia kehilangan harga diri di depan anak buahnya.


Sedangkan Frans tidak berani bertanya apapun lagi. Dia takut salah bicara.


Rey menuangkan minuman ke dalam gelas yang kosong lalu memberikannya pada Frans. Frans pun menerimanya dengan senang hati, karena jarang-jarang Tuan Mudanya sampai menuangkan minuman untuknya.


"Oya, Frans. Kemana dua pemuda itu pergi? Apakah dia sudah meninggalkan rumah ini?"


"Maksudnya Chen dan Felix?" Rey mengangguk. "Mereka berdua telah pergi, Tuan Muda. Nyonya bilang cinta adiknya harus kembali ke tempat mereka berasal." Jelas Frans.


"Hn, begitu ya."


Pantas saja Rey sudah tidak pernah melihat mereka selama beberapa hari ini, jadi itu alasannya. Dan tentu saja Rey tahu ke mana mereka pergi, mereka kembali ke Lianera. Tempat mereka berasal.


"Frans, Aku lelah!! Aku pergi ke kamar dulu, sebaiknya kau suka sekali tidur. Ini hampir lewat tengah malam!!" Ucap Rey dan dibalas anggukan oleh Frans.


"Baik, Tuan Muda."


Rey bangkit dari duduknya dan melenggang pergi. Dia menaiki satu persatu tanpa menuju lantai dua, dimana kamarnya berada.


Dan Setibanya di sana, Rey mendapati istrinya yang sudah tertidur pulas. Rey tersenyum tipis melihat wajah polos Nuwa.


Kemudian Rey mendekatinya, lalu duduk di samping Nuwa. Diraihnya tangan perempuan itu dan menciumnya dengan lembut. "Maafkan aku, Nuwa. Karena telah melakukan kebodohan, dan aku berjanji tidak akan melakukannya lagi!!" ucap Rey sambil menggenggam tangan gadis itu.

__ADS_1


Untuk saat ini Rey memang harus mendatangkan diri, tidak boleh bertindak yang membuat Nuwa merasa tidak nyaman. Apalagi Gadis itu selalu berpikir, jika dirinya akan menghilang jika Menjalin cinta dengan manusia. Meskipun Nuwa sebenarnya tahu jika dirinya bukanlah manusia.


Tanpa melepaskan genggaman tangannya, Rey mencium kening Nuwa dan membiarkan bibirnya menempel cukup lama di sana. Sebelum akhirnya dia beranjak dan berbaring disamping gadis itu dengan posisi memunggungi.


Dan ketika Rei hendak menutup mata. Dia merasakan pergerakan dari penghuni disampingnya, sampai ia merasakan sebuah tangan memeluknya dari belakang dan seseorang menenggelamkan wajahnya pada punggung lebarnya.


"Jangan mengatakan omong kosong lagi!! Kenapa kau harus menyesali apa yang telah terjadi? Lagipula tidak ada yang salah dengan apa yang kau lakukan," ujar Nuwa menuturkan.


"Nuwa," lirih Rey setengah bergumam.


"Apakah aku masih gadismu yang dulu?! Apa seperti ini diriku yang dulu?! Jika memang kau ingin aku kembali, maka bantu aku mengingat semuanya. Dan yakinkan jika aku bahagia, saat bersamamu dulu,"


Rey melepaskan tangan Nuwa yang memeluknya, kemudian dia berbalik dan langsung menyergap bibir gadis itu.


Pria itu mencium dan mellumat bibir Nuwa dengan ganas, namun penuh perasaan. Membuat gadis itu sedikit terkejut karena Rey melakukannya dengan sangat tiba-tiba, namun beberapa detik berikutnya Nuwa menerima ciuman tersebut dengan senang hati.


Gadis itu mengangkat kedua tangannya dan memeluk leher Rey, kelopak matanya tertutup perlahan, menyembunyikan sepasang mutiara indah dengan juntaian lembut bulu matanya yang lentik.


Rey membuka matanya dan terus menatap wajah Nuwa. Pria itu tersenyum tipis di tengah ciuman mereka, ternyata tidak berubah sama sekali cantik, Nuwa masih sangatlah payah dalam hal berciuman. Dan Hal itu membuat Rey sangat yakin, jika Gadis itu belum pernah berpacaran sebelumnya.


Itu tak kurang dari satu menit, kemudian Rey mengakhiri ciumannya saat menyadari jika Nuwa telah kehabisan nafas.


Ternyata Gadis itu benar-benar payah, Rey terkekeh dan membuat Nuwa menatapnya dengan bingung.


Rey menggeleng. Tidak ada, memangnya siapa yang menertawakanmu. Aku hanya mengukir senyum tipis, karena terlalu bahagia. Akhirnya kau bisa terbuka padaku, dan mulai mempercayaiku. Aku sangat bahagia, Nuwa." Ucap Rey sambil mengunci manik ungunya.


"Rey," gumam gadis itu.


Rey menarik kepala Nuwa dengan lembut dan membawa Gadis itu ke pelukannya, mendekap tubuhnya dengan erat dan hangat. Sekali Rey mencium keningnya dengan lembut.


"Kali ini aku tidak akan membiarkan takdir mengalihkan kita lagi. Tidak akan aku biarkan takdir kejam memisahkan kita lagi, aku tak akan membiarkan dirimu menghilang lagidariku untuk kedua kalinya."


Rey tidak Sudi jika harus dipermainkan oleh takdir untuk kedua kalinya. Dan Rey akan membuat takdir bertekuk lutut padanya.


Tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan dirinya dan Nuwa. Dan dia akan menyingkirkan siapa pun yang berani melakukannya, bahkan itu Raja Dewa sekalipun. Karena Rey yakin, tak ada kekuatan yang lebih besar daripada kekuatan cinta!!


.


.


Kematian Renata telah sampai ke telinga Nenek Nero. Wanita tua itu begitu terkejut saat mengetahui jika Renata meninggal dengan cara yang begitu tragis dan mengenaskan. Dia menghabisi dirinya sendiri, dengan cara ganttung diri.


Saat ini Nenek Nero dalam perjalanan menuju rumah sakit. Rumah sakit juga memberitahunya, jika putri Renata yang tak lain dan tak bukan adalah Selena mengalami gangguan jiwa akibat kematian ibunya.

__ADS_1


Selena sendiri Langsung dibawa ke rumah sakit jiiwa untuk mendapatkan perawatan yang tepat.


Sementara mayatt Renata langsung di makamkan malam ini juga. Dan Nenek Nero yang mengurus pemakamannya.


"Nyonya, sisanya serahkan saja pada mereka. Sebaiknya kita pulang sekarang, diperkirakan badai salju akan turun pada pukul 01.00 dini hari nanti. Jika kita tidak pulang sekarang, dikawatirkan kita akan terjebak dan tidak bisa pulang." ucap seorang pria yang berdiri di belakang Nenek Nero.


Wanita tua itu menoleh belakang dan menatap pria itu dari ekor matanya. Nenek Nero mengangguk. "Baiklah," di sisi lain, Nenek Nero juga sangat lelah dan ingin segera beristirahat. Tubuhnya sudah tua, dan tak mudah lagi seperti dulu. Itulah yang membuat fisiknya menjadi cepat lelah sekarang.


Bersama asisten pribadinya, Nenek Nero meninggalkan pemakaman. Dia menyerahkan semuanya pada anak buah cucunya. Karena mereka memang bisa diandalkan.


.


.


Delon menutup matanya dan menghela nafas panjang. Dia merasa lega karena pada akhirnya selena tak lagi merecoki hidupnya, dia berpikir Kenapa tidak dari dulu saja wanita itu menjadi gila, kenapa baru sekarang?!


Kini Delon bisa menjalani hari-harinya dengan lebih tenang, tanpa harus disulitkan dengan keberadaan wanita itu. Selama ini selena selalu menyusahkannya, dan itu membuatnya kesal Setengah Mati.


"Akhirnya, aku bisa menghirup udara dengan bebas. Kenapa dia tidak giila dari dulu saja, kenapa baru sekarang?! Kan begini lebih enak," ucapnya entah pada siapa. Karena di dalam ruangan, tidak ada orang lain selain Delon sendiri.


Suara decitan pada pintu mengalihkan perhatiannya. Delon menoleh pada asal suara dan mendapati Ibunya berjalan menghampirinya. Alis kanan Delon terangkat melihat wajah ibunya yang dipenuhi keriput, padahal seingatnya, wajah Monica sangatlah sehat dan kencang.


"Ma. Ada apa dengan wajahmu itu?! Kenapa kau jadi terlihat sangat tua, bahkan kau memiliki banyak kerutan di wajahmu!! Apa kau salah memakai krim kecantikan?" tanya Delon penasaran.


Monica menggeleng. "Ini semua karena laki-laki kurang ajar itu. Rey, yang membuat wajah Mama menjadi seperti ini. Dan ini permanen, Mama tidak bisa mengembalikan kecantikan Mama lagi seperti dulu!!"


"Memangnya apa yang telah dia lakukan pada Mama?! Sampai-sampai membuat wajah Mama menjadi setua ini. Ini tidak bisa dibiarkan, Ma. Dia harus diberi pelajaran, aku akan memberi pelajaran padanya!!"


Monica menahan tangan Delon ketika putranya itu hendak memberikan pelajaran pada Rey. Monica tidak bisa membiarkannya, karena Rey bisa menghabisi Delon dengan sangat mudah.


"Tidak usah, Delon!! Tidak perlu melakukan apapun untuk membalasnya. Mama tidak ingin kau celaka di tangannya, dia adalah orang yang berbahaya. Jadi mulai saat ini kau harus lebih berhati-hati padanya, Mama tidak ingin nasibmu berakhir mengenaskan di tangan iblis seperti dia!!" ujar Monica.


Delon menaikkan alisnya. "Maksud Mama apa? Aku tidak mengerti sama sekali," seketika Delon menjadi sangat penasaran.


"Iya, Rey adalah orang yang sangat berbahaya. Dia itu tidak memiliki hati nurani, dia saja tidak sungkan pada Mama, apalagi padamu. Untuk itu sebaiknya kau tidak mencari masalah dengannya. Sebaiknya cepat tidur, Mama mau istirahat." Monica menyentuh wajah putranya, dan pergi begitu saja.


Delon menghela napas panjang. Dia benar-benar tidak bisa menerima apa yang telah Rey lakukan pada ibunya. Dan Delon akan membalasnya, bagaimanapun caranya!!


Dia tidak mau kalah dari Rey, memangnya seberbahaya apa dia, sampai-sampai ibunya begitu ketakutan. Dan Delon akan membuktikan pada ibunya, jika dia bisa menghabisi Rey dengan mudah.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2