Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh

Istri Supranatural Tuan Muda Lumpuh
Kembalinya Selena


__ADS_3

Sesaat keheningan menyelimuti kebersamaan mereka berdua. Kemudian Rey mendekati Nuwa. "Biar aku lihat lukanya!!" ucap Rey lalu membuka pakaian yang Nuwa pakai. Membuat gadis itu memekik keras.


"Yakk!! Apa yang kau lakukan?!" pekik Nuwa sambil merapatkan gaun tidur yang melekat di tubuhnya.


Rey mendengus berat. Sepertinya Nuwa sudah salah paham padanya, dan berpikir jika ia akan melakukan sesuatu padanya. "Jangan salah paham!! Aku tidak akan melakukan apapun padamu, aku hanya ingin melihat lukamu. Mungkin aku bisa membantumu menyembuhkannya." Rey mencoba memberikan penjelasan.


Dengan ragu dan tak yakin, Nuwa membuka pakaiannya dan memperlihatkan luka bekas pukulan yang ada di dada kirinya. Dan bekas pukulan itu masih terlihat jelas disana, berbentuk telapak tangan.


Pukulan itu mengandung racun yang sangat mematikan. "Memang efeknya tidak langsung terasa, namun jika dibiarkan dan tidak segera dikeluarkan. Kau bisa kehilangan nyawa dalam waktu kurang dari satu tahun!!" jelas Rey.


Nuwa tidak merasa heran karena Rey bisa tahu tentang luka itu dan cara mengobatinya. Karena sebenarnya dia juga berasal dari kata yang sama dengan perempuan yang pernah bertarung dengan, hanya saja dilahirkan kembali dalam wujud manusia, bukan Iblis berparas tampan seperti yang ia lihat dalam gambaran hari itu.


Dan tanpa menunggu persetujuan dari gadis itu, Rey pun membantu Nuwa untuk mengeluarkan racun itu dari tubuhnya. Nuwa mengeluarkan racun itu melalui darah yang dimuntahkan dari mulutnya. Dan saat itu juga, dia tak lagi merasakan sesak pada dadanya.


"Bagaimana?" tanya Rey memastikan.


"Sudah tidak sesak lagi," jawab gadis itu seraya menerima tisu yang Rey serahkan padanya. "Terima kasih untuk bantuannya, maaf sudah sempat salah paham padamu." ucap Nuwa penuh sesal.


"Hn, lupakan saja. Ini sudah larut malam, sebaiknya kita tidur sekarang."


Nuwa menganggukkan kepalanya. "Baiklah." ucapnya lalu beranjak. Kebetulan sekali Nuwa juga sudah sangat mengantuk. Kedua matanya sudah tidak bisa lagi untuk diajak kompromi, dan Nuwa ingin tidur dengan cepat.

__ADS_1


.


.


Aura berbeda terpancar dari Selena. Kembali ia menginjakkan kakinya di kediaman Nero.


Dan kedatangannya mengejutkan semua orang yang ada di sana, dia telah diusir keluar, tetapi masih memiliki muka untuk kembali lagi.


Renata dan Rocky menghampiri putrinya tersebut. Namun ketika menatap matanya, mereka berdua merasakan sesuatu yang berbeda. Seingatnya selena tak memiliki tatapan sedingin itu.


"Selena, apalagi yang kau lakukan disini? Bukankah semalam Rey sudah mengusirmu, bagaimana jika dia sampai melihatmu disini?! Dia bisa sangat marah, sebaiknya kau segera pergi, mama tidak ingin kau berada dalam masalah!!"


Selena menyentak tangan Renata dan menatapnya dingin. "Jangan pernah menyentuhku lagi dengan tanganmu itu!! Tanganmu terlalu kotor untuk bersentuhan dengan kulitku!!" kemudian Selena mengusap lengannya yang baru saja dipegang oleh ibunya.


"Stt!! Diamlah, Papa. Kau tidak perlu bicara, aku tidak ingin mendengarkannya!! Dan sebaiknya kalian tidak perlu mengkhawatirkan apapun tentang diriku, sebaiknya khawatirkan saja diri kalian masing-masing. Karena aku masih bisa melindungi diriku sendiri." ujar Selena panjang lebar.


Renata dan Rocky saling bertukar pandang. Mereka berdua sama-sama kebingungan melihat tingkah dan sikap putrinya itu. Selena berubah dalam waktu yang begitu singkat, hanya Satu malam. Dan sekarang dia telah menjadi sosok yang berbeda, bukan lagi seperti Selena yang mereka kenal.


.


.

__ADS_1


Derap langkah kaki seseorang yang datang, mengalihkan perhatian Nenek Nero.


Terlihat Selena berjalan menghampirinya, seringai tipis terukir di sudut bibir merahnya.


Selena berhenti tepat di depan Nenek Nero. "Aku kembali, Nenek. Tapi kenapa kau terlihat tidak suka, apa kau tidak ingin menyambutku?!"


Nenek Nero menatap langsung ke dalam mata Selena. Seketika Nenek Nero menemukan keanehan pada perempuan itu. Warna matanya berubah, dan itu adalah warna mata para penganut iblis.


Dan sudah bisa dipastikan, jika Selena telah melakukan perjanjian darah dengan makhluk Durj*na tersebut.


"Kenapa kau begitu bangga dengan dirimu yang sekarang, Selena. Kau pikir aku tidak tahu, apa yang sebenarnya kau rencanakan?! Dan apa yang ada di dalam dirimu saat ini, itu sama sekali tak berpengaruh padaku, Rey dan Viona. Usahamu sia-sia saja," ujar Nenek Nero panjang lebar.


Selena menunjuk Nenek Nero. "Kau~" menggantung kalimatnya. Itu menurunkan kembali tangannya lalu beranjak dari hadapan Nenek Nero dan pergi begitu saja. Perempuan itu berjalan ke kamarnya.


Nenek Nero berbalik badan dan menatap kepergian Selena dengan tatapan tajam."Sekarang ada dua penganut iblis di rumah ini, aku harus lebih berhati-hati dan mengawasi mereka dengan seksama!!"


Nenek Nero tak akan membiarkan Selena melakukan apapun pada keluarganya. Nenek Nero tak tinggal diam.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2