
Tubuh Nuwa melayang turun setelah cahaya menyilaukan itu hilang dari tubuh Sang Dewi.
Rey menggunakan kemampuan meringankan tubuhnya untuk menangkap tubuh gadis itu. Nuwa tak sadarkan diri di pelukannya.
Kemudian Rey membawa gadis itu ke tempat tidur dan membaringkannya di sana. Sekarang racun dingin itu benar-benar sudah menghilang dari tubuh Nuwa, setelah dia menelan mutiara kehidupan milik Nenek Nero.
Nenek Nero mengorbankan dirinya sendiri untuk menyelamatkan nyawa Sang Dewi, dengan menyerahkan mutiara kehidupan miliknya sebagai penghancur racun dingin yang ada di tubuhnya.
Rey beranjak dari hadapan Gadis itu, dan berjalan menuju jendela besar yang ada di sisi kanan tempat tidur.
Laki-laki itu mengangkat wajahnya, dan menatap langit malam bertabur bintang. Rey tidak menyesali apa yang baru saja terjadi.
Di satu sisi dia merasa sedih karena kehilangan Nenek Nero. Namun di sisi lain dia merasa lega, karena akhirnya Nenek Nero bisa bertemu kembali dengan mendiang kakeknya.
Berbeda dengan Nenek Nero yang seorang Dewi, suami Nenek Nero adalah manusia biasa. Yang bisa menua dan mati, dan mereka berpisah ketika suaminya berusia 80 tahun. Dan dia pergi ketika Rey masih kecil.
"Nenek, terima kasih telah memberikan kehidupan yang luar biasa padaku. Kau telah mengajariku banyak hal, dan berkat dirimu aku bisa tetap hidup sampai detik ini. Beristirahatlah dengan tenang, aku tidak akan pernah melupakan dirimu."
Rey menutup matanya. Mencoba menghalau cairan bening yang hendak menetes dari pelupuk matanya. Seperti apapun Rey mencoba untuk tidak bersedih, tetapi dia tidak bisa. Bahkan Rey tidak bisa untuk menghalau air matanya agar tidak menetes.
"Mulai sekarang, aku yang akan menggantikan Nenek untuk menjaga dan menemanimu. Apapun yang terjadi, aku tidak akan pernah meninggalkan dirimu. Kita akan selalu bersama-sama, bagaimanapun keadaannya,"
Rey menoleh saat merasakan sepasang tangan memeluknya dari belakang. Terlihat Nuwa yang sedang menyandarkan wajahnya pada punggung laki-laki itu.
Kemudian Rey melepaskan pelukan Nuwa, lalu iya terbalik dan merengkuh gadis itu ke dalam pelukannya. Dan memeluknya dengan erat. "Terimakasih telah kembali untukku. Selama kau bersamaku, semua akan baik-baik saja." Ucap Rey sambil mengeratkan pelukannya.
Hanya Nuwa yang Rey memiliki saat ini, dan dia tak akan membiarkan gadis itu meninggalkannya juga, apapun yang terjadi Rey pasti akan selalu melindunginya.
.
.
__ADS_1
Delon diam termenung disebuah taman, yang tak jauh dari perusahaan milik utama milik keluarga Nero. Dia terus memikirkan apa yang ia alami tadi, dan rasanya Delon masih tidak percaya dengan apa yang Tadi dilihat oleh matanya.
Pria itu menggigit ujung kukunya sambil memeluk lututnya sendiri. Sesekali tangannya menjambak rambut hitamnya. Delon terus menggeleng sambil terus menerus mengulangi kalimat 'Tidak mungkin!! Ini benar-benar gila. Aku pasti gila.' memang sangat mustahil dan sulit diterima oleh Nalarnya. Dimensi lain, dan itu tidak ada di dunia ini.
Beberapa orang yang melewatinya, menatapnya dengan terheran-heran. Mereka saling berbisik, saling bertanya satu sama lain, dan saling membicarakannya.
Tetapi Delon tidak peduli, masa bodoh dengan mereka semua. Toh dia juga tidak mengenal mereka, ataupun mereka mengenalnya. Jadi untuk apa menghiraukan mereka yang tak ada hubungannya dengan dirinya.
Ponsel Delon berkali-kali berbunyi, namun tak ia hiraukan sama sekali. Delon benar-benar mengabaikannya, bahkan puluhan pesan yang masuk ke ponselnya tak ada satupun yang dia sentuh.
"Tidak mungkin!! Ini benar-benar gila. Aku pasti gila." ucap Delon bergumam.
Delon mengusap wajahnya dengan kasar. Dia berharap segera bangun dari mimpi aneh, dan jelas-jelas yang dia alami bukanlah mimpi.
.
.
Nuwa berjalan mengelilingi kediaman Nero sambil memasang wajah sedih. Dia memperhatikan sekelilingnya, dan semua tampak berbeda setelah kepergian Nenek Nero.
Banyak orang di rumah ini, akan tetapi tak seorangpun yang tahu tentang kepergian wanita tua itu.
Mungkin nantinya mereka akan bertanya-tanya, kemana perginya Nenek dan kenapa dia tidak pernah terlihat lagi batang hidungnya.
"Nuwa," Rey menghampiri Gadis itu dan menyentuh pundaknya. Sontak Nuwa menoleh dan berhambur ke dalam pelukan suaminya.
"Nenek sudah tidak ada lagi, Rey. Dia meninggalkan kita," lirih Nuwa.
Rey meletakkan dagunya di atas kepala gadis itu, dan menjadikan kepala coklatnya sebagai tumpuan dagunya. Rey membalas pelukan Nuwa, dia memahami betul apa yang gadis itu rasakan.
Dia pasti sangat Kehilangan, apalagi neneknya sangat menyayangi Nuwa.
__ADS_1
"Tidak perlu ditangisi lagi, dia sudah bahagia sekarang. Dan Nenek bisa melihat kita di tempat barunya, dia pasti akan sedih jika melihatmu seperti ini. Jadi untuk itu, jangan pernah menunjukkan kesedihanmu lagi." Pinta Rey sambil mengusap punggung Nuwa.
"Tapi~"
"Stt, aku tidak mau mendengar apapun lagi. Ayo kembali ke kamar, kau belum sembuh betul."
Rey membawa Nuwa untuk kembali ke kamar, dia masih perlu istirahat. Nuwa masih belum benar-benar pulih setelah penghancuran racun dingin yang berada di tubuhnya.
Sepertinya Rey tidak memiliki pilihan lain, selain menghapus ingatan gadis itu tentang Nenek Nero. Karena jika Nuwa masih menyimpan semua memori tentang Nenek Nero, itu hanya akan membuatnya terus-terusan dilanda rasa sedih dan bersalah.
Rey mengibaskan tangannya di depan muka Nuwa, dan seketika Nuwa jatuh tak sadarkan diri. Rey segera mengangkat tubuh gadis itu dan membawanya kembali ke kamar. Dan saat bangun nanti, dia akan melupakan semua hal tentang Nenek Nero.
.
.
"Nyonya, wanita tua itu sudah mati. Dia merelakan mutiara kehidupan miliknya untuk menyembuhkan racun dingin yang bersarang di tubuh gadis itu."
Dia menoleh dan menatap pria yang sedang berlutut di belakangnya. Kemudian orang itu berlutut, orang yang dia panggil sebagai Nyonya itu dalam wujud laki-laki. Ya, dia sedang menyamar.
"Aku tidak suka mendengar kabar ini, padahal aku masih belum memberikan pelajaran apapun padanya. Sayang sekali ya, tapi ya sudahlah. Toh hidup juga dia tidak akan berguna untukku, lalu bagaimana dengan keadaan gadis itu saat ini?"
"Saat ini dia masih lemah, Nyonya. Keadaannya belum kembali stabil penyembuhan racun dingin itu. Dan jika anda ingin menghabisinya, saya rasa inilah waktunya!!"
Orang itu menggeleng. _Tidak!! Ini belum waktunya, aku tidak bisa menghabisinya sekarang. Jika aku menghabisinya sekarang, lalu bagaimana bisa aku mau mengajaknya bersenang-senang?! Aku akan menunggu waktu yang tepat, untuk melenyapkan gadis itu!! Untuk saat ini, kita biarkan saja dia."
"Baik nyonya, saya ikut apa keputusan Anda!"
Entah apa yang direncanakan oleh orang itu sebenarnya, siapa dia, seperti apa rupanya. Tidak ada yang tahu, yang jelas dia adalah orang yang sangat berbahaya.
.
__ADS_1
.
Bersambung.