
"Apakah ini untukku?!"
Seorang gadis kecil memandang anak laki-laki di depannya dengan wajah sumringah, ketika dia menyerahkan sebuah mahkota yang dibuat dari beberapa jenis bunga yang berbeda. Mahkota itu terlihat sangat cantik.
Anak laki-laki itu mengangguk. "Ya, mahkota bunga itu untukmu." jawabnya membenarkan.
"Ini cantik sekali, apa kau sendiri yang membuatnya?" tanya gadis kecil itu pada anak laki-laki di depannya.
Anak laki-laki itu mengangguk untuk kedua kalinya. "Ya," jawabnya singkat. "Viona, bagaimana jika kita pergi bermain? Bukankah kau bilang, kau ingin pergi ke taman? Ayo pergi sekarang." ucap anak laki-laki itu pada gadis kecil di depannya yang ternyata adalah Viona.
Alih-alih mengatakan iya, dan menerima ajakan anak laki-laki itu. Viona malah menundukkan kepala. "Aku ingin sekali pergi bermain denganmu, tapi pasti Mama tidak mengijinkanku!!" jawab Viona dengan lirih.
"Baiklah kalau begitu, aku bisa mengerti. Mamamu hanya tidak ingin kau kenapa-napa, makanya dia membatasi ruang geraknya. Kalau begitu aku pergi dulu," ucap anak laki-laki itu seraya beranjak dari hadapan Viona.
Jujur saja Viona merasa sedih karena tidak bisa bermain dengan Ken. Gadis kecil itu ingin sekali ikut bermain bersamanya, tetapi ibunya pasti tidak mengizinkannya.
Kemudian Viona berbalik termasuk kembali ke dalam rumahnya.
.
.
Langkah kaki Selena terhenti di depan pintu, ketika dua penjaga yang berdiri di depan pintu melarangnya untuk masuk.
Mereka berdua menjalankan tugas dari Nenek Nero, wanita tua itu berpesan agar mereka tak mengijinkan Selena untuk masuk ketika dia pulang.
__ADS_1
Selena memaksakan diri untuk tetap masuk, namun tak diijinkan oleh kedua pria itu. Bukan hanya tak diijinkan untuk masuk ke dalam rumah, tetapi semua barang-barang miliknya juga sudah dikemasi dan diserahkan padanya.
"Ini barang-barang Anda, Nona. Nyonya besar minta Anda untuk meninggalkan rumah ini!!"
"Apa kau bilang? Jadi maksudmu nenek tua itu mengusirku?! Memangnya atas dasar apa dia berani mengusirku!! Minggir kalian berdua, aku mau masuk!!" selena mendorong mereka berdua, dan memaksakan diri untuk masuk ke dalam.
Namun sayangnya dihalangi oleh kedua penjaga tersebut. "Maaf, Nona. Kami tidak bisa membiarkan Anda untuk masuk ke dalam rumah, karena ini adalah perintah langsung dari Nyonya besar!! Jadi silakan pergi!!"
Selena menggeleng. "Tidak!! Aku tidak mau pergi, dan nenek tua itu tidak bisa mengusirku begitu saja. Bagaimanapun juga aku masih bagian dari keluarga ini, dan sebentar lagi aku akan menjadi satu-satunya nyonya besar disini!!" teriak Selena emosi.
Renata dan Rocky keluar dari dalam rumah, mereka berdua menghampiri Selena yang sedang bertengkar dengan kedua penjaga tersebut. Kemudian Selena mendekati mereka berdua.
"Ma, Pa. Apa-apaan ini, apa maksudnya nenek tua itu melarangku untuk masuk dan mengusirku dari sini. Aku tidak mau pergi, wanita tua itu tidak bisa mengusirku seenak jidatnya. Kalian berdua harus bicara padanya!!"
"Ya, ini memang perbuatanku. Tetapi aku melakukannya atas ijin dari, Nenek. Dia tidak melarangku sama sekali, ketika aku mengatakan ingin mengusirmu keluar dari rumah ini!!" Jawab Rey.
Selena menata pria itu dengan marah. "Sebenarnya masalah apa yang kau miliki denganku?! Sampai-sampai kau ingin mengusirku keluar dari sini?! Bukankah selama ini kita tidak pernah terlibat masalah apapun!! Jadi kenapa hari ini kok malah membuat masalah denganku?!"
Rey menyeringai, dan menatap Selena dengan sinis. "Apa aku tidak salah dengar, kau tidak pernah memiliki masalah denganku?! Bukankah selama ini kau selalu mencari gara-gara denganku, bahkan tak jarang kau juga membuat masalah denganku. Dan dengan entengnya kau mengatakan pernah mencari memiliki denganku!!"
"Bukankah itu sudah lama berlalu, kenapa masih harus dibahas lagi?! Bagaimanapun juga kita adalah satu keluarga, seharusnya sesama keluarga kita saling mendukung bukan malah menjatuhkan seperti ini!!"
Lagi-lagi Rey memandang Selena dengan sinis. Dia begitu pandai berbicara, tanpa menyadari apa kesalahannya.
Rey mendekati perempuan itu lalu menodongkan sebuah senjata api pada keningnya. Membuat Rocky dan Renata terkejut dibuatnya.
__ADS_1
"Rey, apa-apaan kau itu?! Apa kau berniat membunuh, Selena? Cepat jauhkan senjata itu darinya!!" bentak renata emosi.
Laki-laki itu menyeringai sinis. "Jika aku tidak mau bagaimana?! Dia bisa menyewa pembunuh bayaran untuk menyakiti istriku, lalu kenapa aku tidak boleh melakukan hal yang sama padanya!!"
"Maksudmu apa?!" Rocky menatap Rey dengan bingung.
"Tanyakan saja pada putrimu itu. Apa yang telah dia perbuat pada, Viona." lalu pandangan Rey bergulir pada dua penjaga itu. "Segera usir keluar wanita itu dari sini."
"Baik, Tuan Muda!!"
Selena pun diseret keluar secara paksa. Bahkan kedua penjaga itu tak menghiraukan teriakan Selena dan makiannya.
Sementara Rocky dan Renata tidak bisa berbuat apa-apa, mereka ikut campur, nasibnya akan sama dengan Selena. Mereka tidak mau menjadi Gelandangan di luar sana.
"Selena, maafkan Mama dan Papa karena tidak bisa berbuat apa-apa."
"Kalian semua keterlaluan. Mama, Papa, kalian berdua penghianat. Tunggu dan lihat saja, aku pasti akan membalas perbuatan kalian ini. Aku membenci kalian semua!!"
Tanpa mengucapkan sepatah-kata pun, Rey berbalik dan melenggang pergi. Dia sama sekali tidak takut pada ancaman Selena, dan jika dia berani berbuat macam-macam. Maka dengan tangannya sendiri, rey akan menyingkirkannya.
.
.
Bersambung.
__ADS_1