Janda Tak Bolong

Janda Tak Bolong
Bab 10 Menikmati Hidup


__ADS_3

"Setelah ini kita kemana lagi Bu?" tanya Vony Dona pada Kamila saat mereka sudah keluar dari toko pakaian itu.


"Hem, kemana ya? Kamu masih mau nemenin Aku 'kan?"


"Iya Bu. Kemanapun yang ibu inginkan."


"Gimana kalau kita ke Salon dulu, Aku ingin mengubah sedikit penampilan rambutku dan juga ingin treatment yang lainnya."


"Dengan senang hati Bu. Mari, ada kok salon yang menyediakan semua itu di sekitar Mall ini." Vony Dona pun mengambil semua tas belanjaan sang istri presiden direktur itu dari tangannya. Ia berjalan di belakang perempuan cantik itu bagaikan seorang pengawal kepercayaan.


Sebuah salon yang cukup terkenal mereka masuki. Meskipun sangat ramai dan banyak pengunjung, tetapi mereka berdua cepat mendapatkan pelayanan.


"Aku ingin potong rambut seperti ini," ujar Kamila seraya menunjuk katalog gambar-gambar model rambut yang ditunjukkan oleh sang hairstylist.


"Siap mbak," ujar seorang gadis cantik yang bertugas menjadi hairstylist di salon itu. Tangannya pun mulai bekerja memotong dan memberikan sentuhan yang sangat indah pada rambut mantan istri seorang Presiden Direktur Perusahaan terkenal itu.


Vony Dona sepertinya Ikut bahagia karena manager cantik itu sudah mulai menunjukkan sebuah perubahan. Meskipun begitu ia sedikit resah dan khawatir kalau-kalau apa yang dilakukan oleh perempuan cantik itu adalah demi untuk Andri Husain, mantan kekasihnya dulu.


"Ah, kenapa Aku yang harus khawatir?" tanyanya pada diri sendiri.


Ya jelas khawatirlah kalau lihat wajah Ibu Kamila yang begitu antusias merubah dirinya setelah bertemu dengan mantannya itu.


Apa cinta mereka yang belum usia kembali bersemi bagaikan jamur yang baru terkena hujan?


Lalu bagaimana dengan pernikahannya dengan Pak Presdir?


Apa mungkin Bu Kamila berniat selingkuh?


Oh tidak! Ini tidak boleh dibiarkan. Aku tidak boleh tinggal diam.


Vony Dona yang duduk menunggu di dalam Salon itu terus saja memikirkan keadaan keluarga pimpinannya. Ia jadi takut dan pusing sendiri karena sungguh tidak mau melihat hal yang janggal dalam kehidupan keluarga Luki Firmaji dan juga Kamila Regina Putri.

__ADS_1


Mereka berdua sangat serasi, tampan dan juga cantik. Jangan sampai ada gangguan dari luar dalam hubungan mereka ya Tuhan. Harapnya dalam hati.


"Kamu gak ingin potong rambut juga ya Von?" Gadis itu tersentak dari lamunan panjang saat Kamila sudah berdiri dihadapannya dengan penampilan baru yang membuatnya nampak sangat berbeda.


"Wah, Bu Mila cantik banget. Pas banget potongan rambutnya. Pak Luky pasti gak bisa tidur lihat Ibu kayak gini," puji Vony Dona dengan wajah yang terlihat sangat senang.


Kamila hanya tersenyum tipis. Rasanya ia ingin menjadwalkan waktu khusus pada gadis itu dan menceritakan statusnya sekarang ini yang sudah bukan lagi istri dari Luky Firmaji.


"Kamu gak mau potong rambut juga sembari menunggu Aku waxing dulu?" tanya Kamila lagi karena Vony Dona hanya melongo saja seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Ah iya bolehlah Bu. Pokoknya hari ini apapun yang Ibu inginkan akan saya lakukan. Mumpung Pak Presdir tidak masuk bekerja, hehehe." Sekali lagi asisten itu menyebut-nyebut sang Presiden Direktur yang membuat Kamila memutar bola matanya malas.


"Oke deh. Aku masuk dulu ya." Kamila pun meninggalkan tempat itu seraya melambaikan tangannya ke arah Vony. Saat ini ia benar-benar ingin tampil cantik sempurna. Bulu-bulu halus yang menggangu penampilannya selama ini ingin ia bersihkan agar bisa tampak mulus dan menarik. Perempuan itu benar-benar ingin membahagiakan diri sendiri. Ia sungguh mempunyai harapan besar pada Andri Husain yang akan menjadi pendampingnya kelak.


Kamila menatap dirinya di cermin dengan senyum puas diwajahnya. Ia benar-benar tampil sangat menarik. Seketika ia jadi teringat pada mantan suaminya yang tidak sedikitpun tertarik padanya.


"Kamu bodoh Luky!" ujarnya dengan senyum mencibir diwajahnya.


"Kamu menjengkelkan! Seharusnya Aku yang kamu Nikmati dan bukannya batangan brengsek itu!" Sekali lagi ia mengumpat di depan kaca itu.


Ia sungguh menyayangkan mahligai rumah tangganya yang harus kandas di jalan karena sebuah hal yang sangat menjijikkan yang dilakukan oleh sang mantan suami.


Perlahan ia meraih kembali pakaiannya dan memakainya kembali.


"Mil, kamu harus bahagia. Nikmati hidupmu sayang." ujarnya lagi untuk menyemangati dirinya sendiri. Setelah itu ia keluar dari ruangan itu untuk menemui Vony Dona sang asisten kepercayaan Presiden Direktur.


"Udah selesai Bu?" tanya gadis itu dengan senyum diwajahnya.


"Udah. Sekarang lebih segar dan nyaman." jawab Kamila dengan wajah bahagianya.


"Boleh gak saya ambil gambar sama Ibu?"

__ADS_1


"Boleh. Ayok." Kamila pun mendekatkan tubuhnya pada Vony Dona yang sedang membuka layar handphonenya.


Cekrek


Cekrek


"Untuk saya bikin Story WhatsApp Bu, ini kan penampilan ibu yang baru. Bolehkan?" ujar Vony Dona seraya mengirim gambar-gambar itu sebelum Kamila mengizinkan.


"Ya boleh dong," jawab Kamila dengan perasaan yang sangat bahagia. Diakui cantik oleh gadis itu sungguh membuatnya bangga dan bersemangat. Ia yakin bisa mendapatkan kebahagiaan lain yang sudah lama ia impikan.


"Kita langsung pulang ya Von. Udah sore nih. Jam kerja juga sudah habis."


"Iya Bu. Siap. Ibu juga sudah pasti sangat lelah dan butuh istirahat." Mereka berdua pun pulang ke Rumah masing-masing setelah beberapa jam menghabiskan waktu di tempat itu.


Kamila Regina Putri memasuki rumahnya dengan perasaan yang cukup senang. Pertemuannya dengan Andri Husain beberapa jam yang lalu membuat sebuah perasaan yang pernah terkubur dalam-dalam kini menyeruak kembali ke permukaan.


Ia tidak berhenti tersenyum dan bersenandung. Mak Siti yang melihatnya seperti itu ikut bahagia. Pasalnya beberapa bulan ini perempuan cantik pemilik Rumah itu terlihat murung dan tak punya semangat hidup setelah insiden waktu itu.


"Mak jadi pangling lho lihat Nyonya cantik begini," ujar Mak Siti saat perempuan itu berjalan melewatinya untuk menuju kamar pribadinya.


"Ih Mak bisa saja, Aku kan emang selalu cantik setiap hari hehehe," jawab perempuan itu dengan terkekeh.


"Iya Nya. Sayangnya ada orang yang tidak merasakan itu semua. Nyesel pastinya dah kalau lihat Nyonya yang sekarang."


"Mak. Orang kayak gitu mana ada nyeselnya. Orang tidak normal 'kan?" ujar Kamila dengan wajah berubah kesal. Entah kenapa ia masih saja sering kesal dan marah pada pria itu meskipun mereka sudah berpisah dan tidak punya hubungan apa-apa lagi.


"Ah sudahlah Mak. Aku mau istirahat saja. Malas ngomongin orang yang tidak jelas seperti itu." Kamila pun melanjutkan langkahnya ke dalam kamar dan meninggalkan Mak Siti yang hanya tersenyum miris.


🌺🌺🌺


*Bersambung.

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2