Janda Tak Bolong

Janda Tak Bolong
Bab 38 Klarifikasi Media


__ADS_3

Kamila tidak bergerak dari posisinya dan juga tidak menjawab pertanyaan suaminya. Ia hanya mencengkram kuat pegangan kopernya dengan wajah ia hadapkan ke atas sambil berkedip-kedip supaya air matanya tidak tumpah.


"Mau kemana Mil, Mak? Kok pada bawa tas?" Sekali lagi Luky Firmaji bertanya dengan tubuh masih berdiri di ambang pintu. Mak Siti langsung menundukkan kepalanya ke bawah. Sedangkan Kamila langsung mendorong tubuh pria itu setelah berhasil menguasai perasaan kagetnya.


"Minggir Kak. Aku mau pulang ke rumah ibu dan Ayah. Aku tak bisa hidup seatap lagi denganmu." Kamila menatap tajam pria tampan dihadapannya dengan tatapan marah.


Tubuh pria itu tidak juga bergerak dari hadapannya dan malah mengangkatnya ke dalam kamar. Mak Siti yang berada di sana hanya bisa terlongo tak percaya dengan penglihatannya.


"Mak tutup semua pintu di Rumah ini dan kunci!" titah Luky Firmaji dengan tatapan lurus pada wajah Kamila yang sedang berteriak-teriak minta diturunkan.


"Turunkan Aku Kak. Aku mau pergi dari Rumah ini. Aku benci padamu!" Kamila terus berteriak tetapi Luky tidak perduli. Dadanya bahkan dipukuli dengan keras oleh perempuan itu tapi ia tidak berhenti melangkah ke dalam kamar mereka.


"Kamu tetap disini dan dengarkan penjelasanku." Pria itu menurunkan tubuh istrinya ke atas ranjang dengan pelan.


"Tidak! Biarkan Aku pergi. Kamu belum berubah Kak. Aku gak mau bersama denganmu!" Kamila berteriak keras seraya bangun dan mendorong tubuh suaminya itu agar keluar dari kamarnya.


"Kamila sayangku!"


"Tidak!"


"Kamila, dengar Aku dulu. Aku tahu Aku..."


"Keluar sekarang juga!" Kamila langsung memotong perkataan suaminya itu dengan jari telunjuk menunjuk kearah pintu.


"Baiklah. Aku keluar. Tapi kamu tidak akan kemana-mana. Mengerti?" Luky pun keluar dari kamar itu karena istrinya sama sekali tidak mau mendengarkan penjelasannya.


Kamila sendiri menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia marah dan kesal karena melihat pria itu muncul lagi dihadapannya. Perasaan jijiknya kembali menumpuk.


Ia merasa sangat menyesal menyerahkan hati dan tubuhnya pada pria yang ternyata masih melakukan hal yang sama padahal mengaku kalau sudah sembuh. Ia pun membanting pintu kamarnya dengan keras.


Ia benar-benar belum bisa membujuk hatinya atas pengkhianatan yang sama yang telah dilakukan oleh suaminya.


Dan sekarang ia jadi ragu apa mungkin akan bisa pergi dari rumah itu jika suaminya ada di rumah itu. Akhirnya ia membuka pakaiannya dan berniat untuk membersihkan diri kemudian tidur.

__ADS_1


Ia memang harus tenang dan memutuskan langkah apa yang akan ia ambil selanjutnya.


Luky yang masih berdiri di depan kamarnya langsung menghampiri Mak Siti yang masih berdiri di tempatnya tadi.


"Mak, bawa kembali koper Kamila ke kamar. Dan pastikan ia tidak pergi kemanapun." Pria itu memberi perintah pada Asisten Rumah Tangganya dengan tatapan serius.


"Baik Tuan."


"Dan setelah itu berikan Nyonya makan."


"Baik Tuan."


Perempuan tua itu melaksanakan perintah sang Tuan muda Dengan patuh. Dalam hati tersenyum melihat Luky yang begitu perhatian pada istrinya meskipun ia sedang dalam keadaan bertengkar.


Luky Firmaji sendiri memasuki sebuah kamar lain di dalam rumah itu untuk menenangkan dirinya. Ia bersyukur karena datang tepat waktu dan bisa menahan istrinya untuk tidak pergi.


🌺


Pria yang berprofesi sebagai model itu tidak menjawab hingga pria yang terkenal sebagai seorang yang sangat kejam di dunia bisnis itu langsung memukul meja dihadapannya dengan keras.


Ia terjingkat kaget dan menatap Pria paruh baya dihadapannya dengan keringat yang membanjiri seluruh wajahnya. Wajahnya sangat pucat. Akan tetapi ia tidak boleh mengatakan tentang siapa dalang semua ini. Ia takut keluarganya akan ikut menjadi korban di sini.


"Saya yang punya inisiatif sendiri dan tidak ada yang menyuruh saya Tuan," jawab pria itu setelah lama terdiam. Rohan Firmaji tersenyum miring. Ia tidak percaya akan pengakuan pria itu. Akan tetapi ia tidak ingin memperpanjang urusan ini yang penting pria dihadapannya ini mau meminta maaf dan mengakui kesalahannya di media sosial dan didepan publik.


"Klarifikasi potongan video yang sudah kamu kirimkan itu ke media sosial sekarang juga. Berikan video yang asli dan minta Maaflah."


"Iya Tuan. Maafkan saya. Ini hanya keisengan semata karena Kak Luky sudah melupakan kami."


"Ah sudahlah. Jangan katakan itu lagi. Untungnya saya masih mau memaafkan kamu. Kalau tidak, kamu akan saya tuntut dengan pasal pencemaran nama baik."


"Terimakasih banyak atas kebaikan Tuan. Tapi saya mohon berikan saya pekerjaan. Saya takut kalau saya mengklarifikasi berita ini, tidak ada lagi Rumah Produksi yang akan mempekerjakan saya Tuan."


"Baguslah karena kamu tahu konsekuensi dari apa yang sudah kamu kerjakan." Rohan Firmaji tersenyum miring dengan pengakuan pria itu.

__ADS_1


"Saya mengawasi mu dan jangan pernah berpikir untuk menipu saya."


"Iya Tuan, saya mengerti."


"Nah, sekarang kamu keluar dari ruangan ini. Semua wartawan sudah menunggu kamu untuk berita yang akan kamu berikan."


"Terimakasih banyak Tuan." Ujar pria itu dengan sikap yang sangat sopan. Ia bahkan ingin mencium tangan Rohan Firmaji karena sangat bahagia tidak mendapatkan tuntutan.


"Keluarlah sekarang juga. Berita yang telah kamu kirimkan itu dalam waktu lima menit sudah berhasil menghancurkan nama baik keluarga dan juga Perusahaan. Jadi berhati-hatilah membuat satu berita."


"Iya Tuan. Saya meminta maaf."


"Sudah. Keluarlah!"


Rohan pun hanya menyaksikan pria itu mengklarifikasi berita itu di depan semua media dari dalam sebuah ruangan.


Ia tersenyum senang karena semua orang pasti akan menghapus berita yang tidak menyenangkan itu dan menggantinya dengan berita yang baru.


Memori orang-orang di seluruh Indonesia akan segera bersih dan akan berganti menjadi rasa ingin meminta maaf karena telah ikut berpikir buruk akan putranya.


Berita itu langsung viral dalam hitungan detik. Semua orang mengutuk perbuatan sang model dan nama baik keluarga Firmaji kembali bersih.


Akan tetapi tidak seperti yang dirasakan oleh keluarga Firmaji. Seorang perempuan di sebuah tempat sedang melempar semua benda yang ada di atas meja yang ada dihadapannya. Ia sangat marah karena rencananya untuk menghancurkan keluarga yang merajai bisnis di negara ini jadi gagal total.


"Brengsek!" umpatnya dengan wajah mengeras marah.


🌺🌺🌺


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2