
Vony Dona mendatangi pria jadi-jadian itu setelah melihat Kamila keluar dari Restoran dengan tangis diwajahnya. Ia sepertinya harus turun tangan dan kaki pada orang tak jelas macam itu.
"Ada urusan apa sama Bu Mila?" tanyanya pada Andy yang sedang mengambil uang yang baru disimpan oleh Kamila beberapa saat yang lalu itu.
"Anda siapa?" tanya Andy dengan tatapan menyelidik pada gadis cantik dihadapannya.
"Kamu jawab dulu pertanyaanku!" Tantang Vony Dona dengan tangan mencengkram erat kerah kemeja Andy.
"Saya punya urusan bisnis dengannya. Kenapa? kamu juga mau?"
Bugh
Gadis itu langsung memberikan satu pukulan telak pada rahang pria yang berani membuat seorang istri Presiden Direktur menangis.
"Hey, keparat! Berani kamu memukulku hah?" Andy berteriak nyaring hingga membuat para pengunjung Restoran langsung mengarahkan pandangannya kepada mereka berdua.
"Itu untuk airmata Ibu Mila. Kalau kamu masih mau nambah Ayo katakan saja!" Gadis itu mengangkat kembali tangannya yang sudah terkepal itu ke arah wajah Andy.
"Heh! Kamu kira saya mau saja diperlakukan seperti ini gadis sialan!" Andy sepertinya mulai ingin melawan akan tetapi Vony Dona langsung meninggalkan tempat itu dan tak perduli dengan teriakan pria yang tidak ia kenali itu.
"Awas kalian! Saya akan membalas semua masalah yang sudah kalian berikan padaku!" Andy mengepalkan kedua tangannya disamping kiri kanan tubuhnya dengan sangat marah.
Keluarga Luky Firmaji akan ia hancurkan sampai titik darah penghabisan, tekadnya dalam hati.
Sementara itu Kamila yang masih sangat marah dengan kejadian yang baru saja terjadi pada pria jadi-jadian itu kini mengemudikan mobilnya kembali ke Perusahaan.
__ADS_1
Banyak hal yang ingin ia kerjakan hari ini. Luky Firmaji sebagai Presiden Direktur yang seharusnya menjadi pimpinan di Perusahaan itu benar-benar hilang bagai ditelan bumi.
Pada akhirnya ia lah yang akan menjadi perwakilan pria itu dalam menandatangani semua berkas maupun kontrak dengan beberapa investor.
Karena jarak Perusahaan dan Restoran itu tidak begitu jauh, ia pun sampai dalam waktu 10 menit. Ia ingin turun dari mobilnya tetapi rasa sedih sepertinya belum juga pergi dari hatinya.
Perlahan ia menyusut airmatanya yang mewakili perasaan sedihnya saat ini. Sungguh ia sangat menginginkan bahu untuk bersandar dan dua tangan yang memeluknya dengan perasaan sayang.
"Apa salahku hingga Engkau berikan cobaan seperti ini ya Tuhan?" Perempuan itu menaruh wajahnya di atas setir mobilnya. Ia masih melanjutkan tangisnya untuk melepaskan rasa sesak di dalam hatinya.
Tring
Sebuah bunyi notifikasi pesan masuk ke dalam handphonenya membuat perempuan itu mengangkat kepalanya. Ia menyusut airmatanya kemudian membuka layar handphonenya.
Pa kabar, Kamila Regina Putri?
Kamu adalah perempuan tangguh dan sangat istimewa. Yakinlah bahwa ada banyak orang baik di sekitarmu.
@A
Keep smile π
Tanpa membalas pesan itu, Kamila segera menghubungi kembali nomor yang baru saja mengirimkannya pesan motivasi. Tetapi nomor itu tiba-tiba saja berada di luar jangkauan.
"Apa mungkin orang ini adalah stalker? Dan dia mengikuti ku kemana-mana?" tanyanya pada diri sendiri. Ia pun melihat kanan kiri depan belakang untuk melihat siapa kira-kira yang tahu kalau ia sedang sedih saat ini.
__ADS_1
"A, siapa itu A? Andri apa Andy?" tanyanya dengan perasaan kembali kacau.
"Ah sudahlah. Mungkin hanya seorang teman yang ingin memberikan perhatian." Perempuan itu pun tidak ingin lagi memikirkan siapa pengirim pesan-pesan misterius itu. Ia hanya berharap bahwa siapa pun itu pasti sudah termasuk dalam rencana dan ketentuan Tuhan untuknya.
Akhirnya ia pun turun dari mobilnya dan masuk kembali ke Perusahaan. Lantai 4 adalah tujuannya saat ini. Ia ingin memasuki ruangan Presiden Direktur untuk mengambil beberapa berkas penting.
Amanda, sang sekretaris rupanya sudah lama menunggu kedatangannya di depan Lobi. "Maaf Bu, ada tamu yang ingin bertemu dengan Ibu di Ruangan Presiden Direktur."
"Siapa? Apakah tamu Pak Presdir?" tanyanya seraya memperbaiki dandanannya di depan kaca besar di dalam ruangan itu.
"Namanya adalah Pak Untung dan Ibu Cahaya. Katanya mereka adalah orang tua Bu manager."
Kamila langsung tersenyum bahagia. Ia sudah lama merindukan kedua orangtuanya itu. Dan sekarang mereka datang berkunjung adalah sebuah hal yang sangat istimewa buatnya.
Deg
Apakah sekarang saatnya Aku menyampaikan pada mereka kalau Aku sudah jadi janda?
Oh tidak! Begitu hancurnya perasaan mereka pastinya kalau tahu apa yang terjadi.
πΊπΊπΊ
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading π