
Kamila menggeliat pelan dalam pelukan suaminya hingga membuat Luky mengeratkan kembali pelukannya dibawah selimut. Subuh sudah hampir lewat tapi mereka belum juga beranjak dari ranjang itu.
"Kak, ayo mandi terus sholat," ucap Kamila bagaikan gumaman. Ia mengucapkan itu tetapi tangannya masih saja melingkar diperut rata sang suami. Luky membuka matanya kemudian tersenyum.
"Kamu minta Aku mandi tapi masih meluk kayak gini sayang," ucapnya dengan nada rendah. Pagi ini ia merasa sangat bahagia. Bangun tidur dan mendapati perempuan yang sangat ia cintai berada dalam pelukannya membuatnya merasa semua kebaikan ada padanya.
"Habisnya masih dingin," jawab Kamila dengan tubuh yang semakin ia rapatkan pada tubuh suaminya. Tangannya pun tidak lagi berada di bagian perut Luky. Ia bergerak ke bawah mencari sesuatu yang sudah tegak menjulang sejak tadi.
"Hangat kak," bisik Kamila seraya mengelus lembut benda tumpul itu. Luky Firmaji tersenyum. Ia benar-benar sedang berada diatas awan sekarang. Kamila benar-benar membuatnya sangat bahagia.
"Mil, kamu tahu konsekuensinya kan sayang jika kamu melakukan itu, Hem?" Luky berusaha untuk tidak mendessah. Kamila tersenyum kemudian menatap suaminya.
"Aku tahu Kak, dan Aku sangat ingin sekarang," jawab perempuan cantik itu seraya bangun dari posisinya. Ia langsung berpindah tempat ke bagian atas suaminya dengan tatapan menggoda. Sungguh ia ingin sekali menunjukkan kalau ia bisa membuat Luky sangat puas padanya.
"Mil," panggil Luky dengan tatapan tak percaya pada apa yang sedang dilakukan Kamila. Sebuah pemandangan indah kembali terpajang sempurna dihadapannya. Kamila benar-benar sangat indah. Tangannya pun tak tinggal diam. Keduanya melakukan tugasnya dengan sangat baik sampai ia merasakan sesuatu yang sangat luar biasa. Gerakan tubuh Kamila membuatnya mengerang sangat nikmat. Kamila pun merasakan hal yang sama. Mereka berdua seakan berada kembali di atas nirwana.
"Biar Aku saja sayang, kamu masih lelah," lanjut pria itu seraya mengubah posisi istrinya menjadi dibawah kungkungannya.
"Kak, Aku..." Luky tidak mau mendengarkan kata-kata istrinya. Saat ini ia yang masih ingin memimpin kegiatan menyenangkan ini.
Kamila akhirnya pasrah. Ia pun menerima saat benda yang ia elus tadi sudah beraksi kembali di dalam istananya. Mengobrak-abriknya dengan sangat nikmat sampai Luky membuatnya merintih-rintih nikmat di subuh hari itu.
Cukup lama juga mereka saling menghangatkan tubuh dengan berbagi peluh dan juga mayonaise hangat. Sampai mereka sadar kalau belum melaksanakan sholat subuh. Cahaya matahari rupanya yang menembus tirai jendela menyadarkan mereka kalau benar-benar telah kesiangan. Luky dengan tak rela harus menyudahi apa yang istrinya mulai. Ia membawa Kamila ke dalam kamar mandi untuk mandi bersama.
"Makasih Kamilaku sayang. Hidupku rasanya sangat sempurna," ucap Luky setelah mereka berdua melaksanakan sholat berjamaah pertama selama pernikahan yang hampir 3 tahun ini.
"Sama-sama Kak. Tapi sekarang aku baru merasakan lelah banget. Mau tiduran aja." Kamila tersenyum dengan wajah meringis. Tubuhnya rasanya sangat remuk. Apalagi tadi ia yang secara impulsif ingin memimpin permainan.
"Gak apa-apa 'kan kalau Aku gak masuk kerja dulu," lanjut perempuan cantik itu seraya membuka mukena yang ia kenakan. Luky tersenyum dan langsung meraih tubuh istrinya itu dan membawanya ke atas ranjang.
"Istirahatlah sayang, jangan mikirin kerja dulu, kita akan bersama seperti ini saja seharian."
"Wuih enaknya kalau suami sendiri yang jadi Presdirnya." Kamila tersenyum dan langsung mendapatkan kecupan dibibirnya.
"Aku akan bawakan sarapan untukmu. Tunggu ya," ucap pria itu kemudian berjalan keluar dari kamarnya. Ia ingin bertemu dengan asisten rumah tangga di rumahnya.
__ADS_1
"Udah bangun nak?" tegur Sugiarti pada putranya.
"Ah iya Ma. Udah sejak subuh kok." senyum Luky.
"Gak usah ngantor dulu, nikmati waktu berdua sama istri. Anggap lagi bulan madu."
"Iya Ma. Mila juga gak bisa kemana-mana. Lelah katanya," ujar Luky tanpa sadar kalau Mamanya sedang menahan diri untuk tidak tertawa.
"Kamu sih gak ngasih jeda mungkin. Kasih minum susu supaya tenaganya kembali fit."
"Ah iya. Ma. Ini mau minta dibikinin sama Bibik." Luky pun meninggalkan Mamanya dan melanjutkan langkahnya ke arah dapur.
"Bik, minta tolong bikinin sup daging ya," ucapnya pada Bibik Art di rumahnya.
"Iya Tuan. Ada lagi?"
"Susu putih dan roti pisang juga. Kamila suka sekali itu, sambil nunggu supnya masak.
"Ah iya Tuan. Akan saya bawa ke kamar yang mana ya?" tanya sang Bibik dengan wajah bingung. Yang ia tahu orang yang disebut itu mempunyai kamar sendiri. Rupanya ia adalah Asisten Rumah Tangga yang baru dan tidak tahu kalau Kamila dan dirinya adalah suami istri.
"Ah iya Tuan. Saya akan antar kesana sekarang juga." Luky tersenyum kemudian meninggalkan Dapur. Ia ingin menghubungi dan menugaskan Vony Dona untuk menghendel Perusahaan untuk sehari dua hari ini. Ia ingin mempunyai waktu berkualitas dengan istrinya.
Pria itu kembali ke kamarnya dan mendapati istrinya sudah tertidur padahal belum sarapan pagi. Ia pun duduk di tepi ranjang dan menatap wajah sang istri yang begitu damai dan tenang.
Tak berhenti ia ingin mengucapkan kata maaf pada perempuan baik hati yang dengan sabar menemaninya selama ini tanpa menuntut apapun padanya.
"Makasih sayang," ucapnya pelan kemudian mengecup lagi bibir perempuan itu.
"Kak,"
"Maaf, Aku membangunkan mu. Tidurlah lagi."
"Gak bisa tidur lagi gara-gara Kakak nih," ujar Kamila dengan manja.
"Duh, padahal kan kamu harus istirahat supaya fi lagi sayang."
__ADS_1
"Pengen dipeluk," rajuk Kamila dengan senyum menggoda.
"Eh, katanya lelah dan masih nyeri."
"Ih kamu. Cuma minta dipeluk gak usah ngapa-ngapain."
Tok
Tok
Tok
"Itu pasti Bibik bawa susu. Kamu minum dulu baru Aku peluk." Luky langsung berdiri dari duduknya untuk membuka pintu kamarnya. Dan ternyata betul. Seorang asisten rumah tangga baru berdiri di hadapannya. Ia menatap wajah Luky dengan senyum menggoda. Luky merasa sangat aneh dengan senyum seorang asisten rumah tangga yang sangat berani seperti itu.
"Saya bawa ke dalam Tuan?"
"Tidak perlu bik. Terimakasih banyak." Luky segera mengambil nampan itu dan segera menutup pintu kamarnya.
Aneh!
"Minum dulu ya sayang," ucap Luky seraya memberikan satu gelas susu putih untuk istrinya. Kamila tersenyum kemudian meminum habis susu itu.
"Wahh haus ya? sampai kuat gitu?"
"Kamu udah hisap habis tenagaku kak. Aku haus banget hehehe," ujar Kamila terkekeh.
"Dan kamu tidak menyisakan untuk aku Mil?" rajuk Luky dengan senyum diwajahnya.
"Aku masih dapat sisanya 'kan?" lanjut pria itu kemudian meraih bibir Istrinya yang nampak bekas-bekas susu putih disana. Ia mengulummya lembut dan sangat lama sampai rasa susu itu habis ia rasakan.
πΊπΊπΊ
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading ya gaess π