
Luky Firmaji menatap bibir merah muda Kamila yang bergerak tak nyaman seakan ingin mengatakan sesuatu. Bentuknya yang sangat seksih dan tampak basah itu mengundang hasratnya untuk mencicipi rasanya.
Sejak tadi pagi, Ia sudah menginginkan daging kenyal tak bertulang itu berada dalam kuasanya. Dan sekarang ia tidak ingin lagi menyia-nyiakan kesempatan untuk merasakannya.
Tanpa mau bersabar lebih lama, pria itu langsung meraup bibir Kamila dan melumattnya sangat lembut. Ia mengulummya dengan penuh perasaan.
Kamila seakan terhipnotis. Ia tidak melawan maupun memberontak. Ia pun membuka mulutnya sedikit agar Luky bisa memperdalam ciumannya.
"Balas Aku Mil," bisik pria itu didalam mulut Kamila dengan suara bergetar. Dengan malu-malu Kamila pun membalas dengan melakukan seperti yang dilakukan oleh mantan suaminya itu padanya.
Lidah mereka saling bertaut didalam sana. Mereka berdua saling bertukar saliva dengan sangat nikmat. Hingga Kamila merasakan tubuhnya lemas. Kakinya sudah tak mampu menumpu tubuhnya sendiri.
Ia ingin melepaskan dirinya karena tak kuat. Akan tetapi tangan Luky yang besar dan kuat mampu menopangnya dan bahkan mengangkatnya ke atas ranjang tanpa melepaskan tautan bibir mereka berdua.
"Ambil nafas Mil," bisik pria itu didepan wajah Kamila. Ia tersenyum samar kemudian menyentuh bibir perempuan cantik itu dengan jari-jarinya. Sekali lagi ia ingin menyentuhkan dirinya pada bibir yang sudah nampak sangat membengkak itu tetapi tubuhnya di dorong pelan oleh Kamila.
"Kak, apa ini? Kamu yang..." Kamila tak lagi bisa melanjutkan kata-katanya karena Luky kembali membungkam mulutnya dengan mulutnya sendiri. Rupanya bibir perempuan yang sedang dibawah kungkungannya itu sudah jadi candu buatnya.
Lama mereka saling berbagi saliva hingga tangan Kamila meremas rambut pria itu karena benar-benar tak kuat dengan permainan lidahnya didalam mulutnya.
"Mil, Aku mencintaimu sayangku, Aku tidak kuat Mil menahan ini lebih lama. Aku bisa mati kalau tidak melepaskan diriku didalam dirimu sayang."
"Kamila sayangku, Aku sangat menginginkanmu." Kamila merasakan tubuhnya bergetar hebat dengan erangan dan rengekan Luky padannya. Untuk pertama kalinya ia merasakan sangat diinginkan oleh pria yang sangat ia cintai.
Perutnya seakan dipenuhi ribuan kupu-kupu yang beterbangan. Ia mabuk sampai lupa diri. Perempuan cantik itu ingin menyerahkan semuanya sampai tak sadar kalau pakaiannya sudah dibuka oleh Luky sampai batas dadanya.
Sedangkan Luky pun menampilkan pemandangan yang sama. Pria itu sudah membuka kemejanya dan menyisakan celana panjang kain yang ia gunakan tadi.
__ADS_1
"Kak, apakah kamu benar-benar menginginkan Aku?" bisik Kamila dengan sangat pelan saat bibir Luky mengecup lembut bahunya yang sudah terbuka seluruhnya.
"Sangat Mil, kamu udah lihat di video itu kan sayang, hanya dengan melihat mu memakai handuk saja junior ku sudah memberontak," balas pria itu kemudian melanjutkan menyapu keseluruhan bahu putih dan mulus Kamila.
"Aaaaaakh," Kamila menggigit bibir bawahnya seraya mencengkeramkan tangannya pada gaun bagian bawahnya. Ia sungguh malu untuk mendessah.
"Tapi Kak, aku masih meragukan kamu. Maafkan Aku. Aku takut kamu tidak benar-benar..." Kamila sengaja menggantung kalimatnya.
Sungguh ia masih sangat tidak percaya kalau ternyata selama ini yang merayu dan menggombalnya adalah Luky Firmaji yang ia tahu adalah pria belok yang sialnya sangat menawan.
"Kamu tidak percaya kalau aku benar-benar menginginkanmu Kamila sayang?" bisik Luky seraya memainkan lidahnya dikuping Kamila.
Perempuan cantik itu mengangguk pelan dengan hasrat kembali terbakar. Luky Firmaji benar-benar membuatnya tak berkutik.
"Mil, Aku ingin memilikimu saat ini sayangku," bisik Luky dikuping perempuan cantik itu dengan tangan kearah depan dan mulai meremas dua bongkahan daging kenyal padat yang masih terbalut beha berenda berwarna hitam itu. Mila terbuai dan ikut terbakar. Apalagi ia merasakan sesuatu yang sangat mengeras menyentuh punggungnya yang terbuka.
"Apa kamu belum percaya Mil, cuma kamu perempuan yang bisa membuat juniorku bangun sayang." Kamila tersenyum. Ia sekarang yakin sekali kalau Luky sudah sembuh dan normal kembali. Penampakan polos Luky Firmaji didepan wajahnya sendiri membuktikan kalau pria itu benar-benar sangat menginginkannya.
Perempuan cantik yang sudah hampir polos itu tersenyum kemudian dengan impulsif menyentuh dan mengecup lembut junior pria itu sampai Luky mengerang nikmat.
"Mil, aaargh!"
"Nikahi Aku Kak, setelah itu kita akan bebas melakukannya."
"Kamu istriku Mil, Kamu tidak pernah aku ceraikan sayang," ujar Luky Firmaji seraya mengangkat tubuh Kamila yang sedang berlutut dihadapannya.
"Kak Luky?" Kamila semakin bingung dibuatnya. Rasanya ia butuh penjelasan yang banyak tentang ini semua.
__ADS_1
"Tak pernah sekalipun aku mengucapkan kata-kata talak atau cerai padamu Mil. Mama yang memintaku tapi itu tak pernah keluar dari mulutku sayang." Luky menjelaskan kemudian meraih Kamila ke dalam pelukannya.
"Kak, jangan membuatku bingung." Kamila tanpa sadar menitikkan airmatanya. Ia tidak tahu bagaimana takdir sedang mempermainkannya.
"Kamila, ini benar sayang. Aku bersumpah demi Allah. Aku tak pernah mengucapkan kata talak padamu. Kita tetap suami istri. Makanya Aku tidak rela jika ada orang yang berani melihatmu sayang. Karena kamu adalah milikku." Kamila berusaha melepaskan dirinya. Ia perlu penjelasan pada Papa dan Mama mantan mertuanya akan hal ini.
"Mil, gimana dengan ini sayang?" Luky memanggil istrinya seraya memperlihatkan juniornya yang masih berada pada posisi on fire. Nampak sekali kalau pria tampan itu sangat tersiksa dan frustasi.
"Kak Luky harus berpakaian sekarang juga dan kita temui Papa dan Mama. Mereka harus menjelaskan ini padaku Kak." Kamila segera memakai kembali pakaiannya dan memberikan celana dan kemeja untuk Luky Firmaji.
"Tapi Mil, ini gak bisa ditutupi sayang. Dia belum bisa tidur kalau tidak berbagi mayonaise denganmu sayang." Luky kembali merengek-rengek bagai seorang anak kecil. Nampak sekali kalau ia sangat menginginkan Kamila saat ini juga.
"Kalau begitu Kakak duduk saja disini dan Aku yang akan memanggil PaPa dan Mama ke kamar ini."
"Mil, Aku akan malu sayang, plis biarkan aku..."
Bugh
Kamila tidak mendengarkannya lagi. Perempuan itu membanting pintu dan meninggalkannya sendiri di kamar itu. Akhirnya ia memakai pakaiannya dan menutupi bagian bawahnya dengan selimut. Ia akan bersabar menunggu Kamila datang bersama dengan kedua orangtuanya.
"Ada apa Luk, kata Kamila kamu ingin berbicara dengan kami nak?"
πΊπΊπΊ
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
__ADS_1
Adakah Vote??!
Nikmati alurnya dan happy reading π