Janda Tak Bolong

Janda Tak Bolong
Bab 7 Janda Bersegel


__ADS_3

"Kamu pasti bisa Luk," kata dokter itu saat ia mengeluh tidak akan mungkin bisa keluar dari penyakit yang sangat memalukan seperti ini.


"Entahlah Sin, terkadang Aku merasa bahwa ini adalah kutukan buatku. Aku sudah terlalu nyaman dengan ini semua sampai tidak sadar telah melakukan dosa yang sangat besar pada Tuhan," keluh Luky dengan wajah menunduk.


"Perbanyak istighfar. Insyaallah kamu pasti bisa melewati ini semua."


"Tapi bagaimana dengan Kamila, Sin, ia pasti sangat jijik padaku. Ia membenciku."


"Jadikan itu semua sebagai cambuk untuk membuatmu merubah diri. Allah maha membolak-balikkan hati Luk. Dengan usahamu yang seperti ini insyaallah kamu bisa sembuh. Ingat ya, tidak ada sesuatu yang tidak mungkin jika Allah berkehendak. Yang terpenting adalah kamu Istiqomah untuk berubah."


"Ah iya terima banyak Sin. Kalau gitu Aku pamit pulang dulu ya Bro," ujar Luky Firmaji pada semua teman-temannya setelah melakukan banyak exercise.


"Bye semuanya!" ujarnya lagi dengan melambaikan tangannya di udara. Pria tampan itu pun keluar dari tempat olahraga milik Husein sahabat barunya itu dengan perasaan sedikit lega.


Ada banyak nasehat yang ia dapatkan dari seorang Husein yang ternyata adalah seorang psikolog. Intinya adalah ia harus mempunyai tekad untuk berubah.


Mobilnya ia kendarai untuk pulang ke Rumahnya. Satu lagi yang Husein katakan adalah, ia harus mendekati Kamila bagiamana pun caranya. Ia harus memancing hasratnya pada perempuan lewat istrinya yang memang sah untuk ia sentuh.


Drrrt


Drrrt


Pria itu menepikan mobilnya dan mengangkat telepon masuk dari Mamanya.


"Halo Ma, ada apa?" tanya Luky saat panggilan itu sudah terhubung.


"Kamu tidak perlu pulang ke Rumah mu Luk. Kamila meminta cerai dari mu 'kan?" ujar Sugiarti tanpa basa-basi terlebih dahulu.


"Ma!"


"Kamu gak usah lagi membantah. Pokoknya Kamila mau berpisah kalau ia seatap denganmu."


"Ma, dengarkan Aku dulu."


"Tidak Luk. Dua tahun kamu membuat istrimu menderita. Dan sekarang dengarkan Mama. Kamu mengindari Kamila lebih dulu. Ia sangat marah pada kita semua."


Luky meraup wajahnya kasar. Ia pun menarik nafasnya yang terasa sangat berat. Kenapa ketika ia ingin benar-benar berubah justru ini yang ia dapatkan?

__ADS_1


"Luk, kamu dengar kata-kata Mama kan nak?" panggil Sugiarti dari ujung telepon.


"Ah iya Ma. Aku mendengarmu."


"Kamila ingin meninggalkan rumah kalian saat Mama dan Papa sampai di sana tadi. Tapi Mama tidak membiarkannya pergi. Jadi kamulah yang harus keluar dari sana Luk."


"Tapi Ma,"


"Kembalilah tinggal sama Mama dan ceraikan Kamila. Mama sudah memberimu kesempatan untuk berubah tapi apa buktinya? Kamu malah mempertontonkan kesalahanmu itu di depan mata istrimu."


"Aku sudah berusaha Ma."


"Usaha yang mana? Kamu malah mengajak temanmu itu untuk ke rumahmu!"


"Ma!"


"Sudahlah. Lepaskan saja Mila, biarkan ia bebas untuk mencari kebahagiaannya sendiri." Sugiarti pun menutup panggilan telepon itu tanpa mau mendengarkan kata-kata putra semata wayangnya lagi.


Sakit. Perempuan paruh baya itu sungguh merasa sangat sakit tapi ia juga tidak punya cara lain.


"Aaargh!" Luky melempar handphonenya ke sembarang arah. Ia kesal dan marah. Pria itu bahkan memukul setirnya berkali-kali.


"Aaaargh!" Luky menjambak rambutnya sendiri dengan dada sesak. Setelah ia merasa lebih baik. Ia pun segera pergi dari tempat itu.


🌺


Hari pun berganti, Luky hanya pulang ke Rumahnya untuk mengambil pakaiannya saja dan beberapa berkas penting untuk pekerjaan. Meskipun ia tidak mau berpisah dengan Kamila, Mamanya tetap memaksanya.


Akhirnya ia memilih untuk tinggal di apartemennya saja. Ia juga tidak ingin pulang ke Rumah kedua orangtuanya karena takut Papanya akan curiga dan berakhir sakit.


Sedangkan Kamila merasakan sesuatu yang berbeda dari kehidupannya selama dua tahun ini. Ada yang ia rasakan kurang dari rumahnya. Tak ada lagi Luky Firmaji, sosok tampan dan perfeksionis yang sering membantunya memberi saran ini dan itu dalam hal apa saja.


Ada rasa kehilangan tapi rasa jijik yang lebih mendominasi di dalam hatinya. Hingga ia berusaha untuk melupakan semuanya. Ia ingin menata kembali hidupnya meskipun sudah mempunyai status baru yaitu seorang janda dengan rasa seorang gadis. Janda tak bolong yang masih tersegel rapat.


"Mak, Aku berangkat ya," ucapnya pada Mak Siti, Asisten Rumah Tangganya yang selalu setia menemaninya di rumah mewah dan besar itu.


"Hati-hati Nyonya," balas perempuan paruh baya itu dengan senyum diwajahnya. Keduanya sudah sangat akrab hingga tidak seperti pembantu dan majikan. Mereka layaknya seperti seorang ibu dan anak.

__ADS_1


"Iya Mak. Assalamualaikum."


"Waalaikumussalam." Mak Siti memandang kepergian Kamila dengan harapan perempuan cantik itu bisa mendapatkan kebahagiaan yang sempurna. Ia pun menutup pintu rumah itu kemudian melanjutkan pekerjaannya.


Tak memakan waktu lama karena jalanan cukup sepi, Kamila pun sampai di Perusahaan milik keluarga Firmaji. Dengan langkah cepat ia memasuki gedung perusahaan itu.


Hari ini ia akan memimpin meeting penting. Beberapa saat yang lalu Luky Firmaji sang Presiden Direktur mengirimkannya email untuk menggantikannya memimpin meeting tersebut.


"Gimana sih? didadak seperti ini mana bisa maksimal, sebel!" gerutunya kesal. Bunyi heelsnya sampai menguasai ruangan-ruangan sepi di dalam Perusahaan itu.


Tak


Tak


Tak


Perempuan cantik itu mendorong pintu ruang kerja sang Presiden Direktur dengan wajah tak sabar. Ia melangkahkan kakinya masuk ke ruangan itu dengan mata mencari berkas penting sesuai pesan pria itu lewat email.


Ya, sejak kejadian itu. Ia tidak pernah lagi bertemu dengan Luky Firmaji. Pria itu bahkan tidak pernah masuk bekerja padahal ia adalah seorang Presiden Direktur. Ia hanya mengawasi Perusahaan lewat orang-orang kepercayaannya.


"Dasar brengsek kamu!" umpat Kamila dengan wajah berkeringat kesal. Ia paling tidak suka bekerja dengan terburu-buru seperti ini.


Manager cantik itu hanya mempunyai waktu 30 menit untuk mempersiapkan diri menjadi pimpinan meeting. Sedangkan materi itu ia baru cari di dalam laptop sang Presiden Direktur.


Setelah membuka file itu dan mempelajarinya dengan serius ia pun merasa ada sesuatu yang sangat ia tidak mengerti. Sedangkan semua peserta meeting sudah berada di ruangan lain di perusahaan itu.


"Maaf Bu, anda sudah ditunggu oleh semua divisi di dalam ruangan meeting," ujar Vony Dona asisten Luky Firmaji. Kamila langsung memasang wajah kesal tanpa senyum.


"Tolong beritahu pimpinan tertinggi di Perusahaan ini Von. Kalau ingin memberi perintah seperti ini harusnya jangan tiga puluh menit yang lalu tapi saat meeting sudah berlangsung biar aku langsung pingsan di depan semua orang!"


"Oh iya Bu. Nanti saya sampaikan," jawab asisten cantik itu dengan senyum samar diwajahnya. Ia yakin kalau Luky Firmaji memang sengaja membuat Kamila kesal dan marah.


🌺🌺🌺


*Bersambung.


Hai readers, kasih like dan komentar ya kalau udah dibaca biar othor merasa kalian itu ada.

__ADS_1


Kalau ada kopi juga boleh, hehehe ngarep...Bunga gak apa-apa deh.


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2