
"Undangannya memang jelas kok pak. Ini untuk launching produk dari seorang designer baru yang sangat butuh dukungan dari perusahaan kita." Vony Dona menjelaskan agenda yang sedang dihadiri oleh Presiden Direktur PT. Lucky Firmaji TBK. itu.
Luky Firmaji meraup wajahnya kasar. Ia benar-benar ceroboh saat ini. Ia terlalu dimabuk cinta pada istrinya hingga ia jadi kurang fokus dan akhirnya menghadiri undangan ini.
"Kenapa Pak? Apa anda tidak nyaman dengan acara ini?" Vony Dona merasa sangat bersalah karena sepertinya pimpinan tertinggi di tempatnya bekerja itu sedang tidak menikmati acara yang sedang mereka datangi.
"Kita pulang saja Von!" Luky berdiri dari duduknya dan bersiap untuk keluar. Akan terjadi namanya tiba-tiba dipanggil dari pengeras suara.
"Sebuah kehormatan bagi kami karena bapak Luky Firmaji bisa hadir di tengah-tengah kita yang merupakan Presiden Direktur PT. Lucky Firmaji TBK."
Tepuk tangan bergemuruh di dalam ballroom hotel itu.
Akhirnya dengan sangat terpaksa Luky Firmaji yang juga terkena lampu sorot hanya bisa membungkukkan badannya sedikit dan tak lupa untuk tersenyum. Demi menghormati semua orang dan juga menjaga nama baiknya ia pun akhirnya tinggal dan berbasa-basi di tempat itu.
Luky Firmaji kembali duduk di kursinya dengan perasaan yang sangat kesal. Ia yakin kalau saat ini dirinya sedang dijebak supaya tidak bisa meninggalkan acara itu.
Alunan musik pun terdengar mengisi ruangan ballroom hotel yang sudah disulap menjadi catwalk. Beberapa pria dan wanita sedang memperagakan pakaian-pakaian yang sedang cocok di gunakan pada musim panas.
Tampilan mereka sangat sedap dipandang mata. Tubuh yang putih dengan body yang sangat menarik membuat semua mata takjub. Mereka membuka pakaian mereka dan hanya menyisakan pakaian dalam saja.
Beberapa perempuan yang hadir menelan salivanya kasar dengan aksi dan juga gaya mereka yang sangat menarik. Akan tetapi siapa sangka kalau mereka semua adalah kumpulan gay yang memang berprofesi sebagai model.
Luky Firmaji merasa sangat gelisah. Ia ingin pergi dari sana. Pengalaman buruknya yang sudah lama ia kubur seakan berusaha untuk tampil di permukaan. Teman-temannya yang sedang berada di atas sana seakan memanggilnya kembali untuk bergabung.
Kepalanya pusing. Ia pun segera meraih Handphonenya. Ia ingin mengalihkan perhatiannya dari godaan para gay itu pada Kamila saja.
__ADS_1
Hanya Kamila. Tak boleh lagi ia memikirkan hal yang tidak-tidak didalam hatinya.
Dengan tangan gemetar ia pun mengirim pesan pada istrinya. Ia berharap Kamila akan meredakan rasa gelisah nya saat ini.
Mila sayang, Aku sangat merindukanmu. Kirim fotomu sekarang juga.
Luky Firmaji tak sabar. Sampai beberapa saat pesan yang ia kirim tidak juga mendapatkan balasan. Akhirnya ia membuka galerinya. Ia mendapati banyak foto dirinya dan Kamila yang sedang bermesraan.
Ya, selama tiga hari ini mereka berdua saja di dalam kamar. Melakukan kegiatan menyenangkan dan merekamnya untuk kepentingan pribadi.
Ia jadi teringat pada seorang penasehat spiritual yang pernah ikut membantunya untuk sembuh.
Jika kamu tergoda pada sesuatu diluar sana. Maka kembalilah ke Rumahmu. Ke pasanganmu yang sah. Karena apa yang kamu pikirkan semuanya ada pada istrimu atau suamimu.
Video dan foto-foto mesranya bersama dengan sang istri membuatnya tanpa sadar tersenyum. Ia kembali tenang. Cintanya pada Kamila semakin tumbuh dan tumbuh memenuhi hatinya sampai tak menyisakan sedikit pun tempat untuk yang lain mengisinya.
"Kak Luky." Ia berbalik dan mendapati Andy dan beberapa pria gay lainnya tersenyum padanya. Mereka datang dan ingin memeluknya seperti kebiasaan mereka selama ini.
Luky mundur dan mengangkat tangannya dengan sopan. Akan tetapi Andy tidak menerima penolakan ia tetap maju dan memeluk pria tampan itu. Ia bahkan ingin mencium bibir Luky tetapi Luky segera memalingkan wajahnya.
"Mau kemana Kak, kita sudah lama gak ngumpul-ngumpul lho," ujar Andy dengan tangan bergelayut manja pada pria tampan dan sangat macho itu. Luky mendorong tubuh Andy menjauh dengan cepat dan segera berlalu dari tempat itu.
"Kak Luky tolong jangan pergi dulu." Beberapa pria lainnya berusaha menahan langkah seorang Luky Firmaji tetapi segera dihadapi langsung oleh Vony Dona.
"Maafkan kami. Ada acara lain yang harus dihadiri oleh Pak Presdir. Jadi kami mohon beri kami jalan." Vony Dona langsung mendorong tubuh Andy ke samping agar ia dan Luky bisa diberikan jalan.
__ADS_1
"Maafkan Aku. Kalian dengar sendiri 'kan kalau Aku ada acara lain di tempat lainnya." Luky berucap dengan berusaha untuk menahan agar bisa menjaga emosinya.
Ia adalah tamu undangan yang sudah dikenal oleh banyak khalayak. Ia sungguh tidak ingin membuat masalah di tempat itu. Reputasi dan nama baiknya akan hancur kalau ia terpancing.
"Kak Luky sombong sekarang. Gak bisa lagi diajak main. Uh payah!" ujar yang lainnya mencibir. Luky tidak perduli. Ada banyak wartawan di sana. Ia harus bisa menjaga sikap.
"Terimakasih semuanya. Bye!" Luky berucap seraya melambaikan tangannya di udara. Ia pun pergi dari sana dengan tarikan nafas lega.
Akan tetapi tidak bagi Kamila. Hatinya sakit, nyeri dan perih. Beberapa potongan gambar suaminya dengan pria jadi-jadian bernama Andy itu saat ini sedang beredar di dunia maya.
Berita itu terlalu cepat beredar secepat kecepatan cahaya. Semua orang menjadikan gambar dan potongan video itu sebagai konsumsi publik.
Luky Firmaji seorang gay. Itulah berita yang beredar. Rasa kagum semua orang berubah menjadi perasaan jijik.
"Bagaimana Mil? Kamu masih percaya pada suamimu itu?" Aqram Pratama yang sedang duduk dihadapannya menyeringai senang. Hari ini ia datang untuk mengajak Kamila untuk menjalin hubungan diam-diam dan menguntungkan.
"Aku percaya suamiku Pak Aqram. Jadi sebaiknya anda segera pergi dari hadapan Aku sekarang juga." Kamila berdiri dari tempat duduknya. Meskipun hatinya sangat sakit. Akan tetapi ia akan berusaha untuk tegar.
"Kamu itu bodoh! Berapa kali Aku bilang padamu. Penyakit seperti itu tidak akan berubah. Mereka seharusnya dikubur hidup-hidup dan tidak lagi diberi kesempatan tinggal di muka bumi ini!' Kamila tidak ingin mendengar kata-kata pria itu yang menjelek-jelekkan suaminya.
Ia tidak suka kalau ada orang lain yang menghakimi suaminya. Dengan menahan agar airmatanya tidak tumpah. Ia pun segera kembali ke ruangannya. Ia ingin menangis disana.
πΊπΊπΊ
*Bersambung.
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading π