Janda Tak Bolong

Janda Tak Bolong
Bab 30 Pelepasan Junior


__ADS_3

"Luky, kamu yakin tidak pernah mengucapkan kata itu nak?!" Rohan menatap wajah putranya itu dengan tatapan tajam. Ia sungguh sangat khawatir dengan perkataan yang sangat sakral itu. Satu kali diucapkan dalam keadaan sadar maupun tidak maka itu sudah jatuh.


"Tidak Pa, demi Allah. Aku tak pernah mengeluarkan kata itu pada Kamila. Sejak dulu Aku tak pernah mau berpisah dengannya meskipun Aku telah berbuat zolim padanya." Luky Firmaji menjawab seraya meraih tangan Kamila dan menciumnya di depan kedua orangtuanya.


"Ya, Mama yang minta maaf kalau begitu. Mama juga tidak pernah sekalipun mendengar kamu mengucapkan kata talak tapi waktu Mama menganggap kalau kamu memang sebaiknya tinggalkan istrimu karena kamu tak kunjung berubah."


"Maafkan Luky Pa Ma. Aku sudah banyak membuat kalian menderita." Luky menunduk. Ia sebenarnya sangat ingin menghampiri kedua orangtuanya untuk bersujud dan meminta maaf tapi juniornya sendiri masih berada pada posisi tegak sejak tadi.


"Ya gak apa-apa. Kamu harusnya meminta maaf pada istrimu. Hampir tiga tahun kamu menggantungnya nak. Kamu tidak pernah menafkahinya. Dan sekarang kami harap kamu sudah berubah." Rohan menjawab dengan perasaan yang sangat bahagia.


"Iya Pa. Alhamdulillah Aku sudah sangat ingin menafkahi istriku sekarang ini. Jadi bisakah kalian memberi kami waktu?" Luky memandang kedua orangtuanya dengan alis terangkat. Sedangkan Kamila hanya bisa menunduk malu.


"Ah ya, silahkan. Kami tidak akan menggangu kalian berdua. Kami sangat senang, ayo Ma. Jangan sampai ada gempa lokal di Kamar ini dan kita ikut jadi korban, hehehe," kekeh Rohan Firmaji seraya menarik tangan istrinya itu keluar dari kamar itu.


Bugh


Terdengar pintu ditutup dari luar menandakan kedua orangtua mereka sudah tidak berada di dalam kamar itu. Luky Firmaji langsung menarik Kamila dalam pelukannya. Ia sangat bahagia sekarang. Ia tidak perlu lagi menunda untuk memberikan nafkah batin untuk istri tercintanya.

__ADS_1


"Kak, Aku masih gak bisa percaya lho," ujar Kamila seraya mengalungkan tangannya pada leher kuat suaminya.


"Astaghfirullah Mil. Dari tadi kamu tidak percaya terus. Coba deh pegang ini sayang." Luky meraih satu tangan istrinya itu dan membawanya ke bagian bawahnya yang masih terbungkus selimut. Ia ingin istrinya sadar bahwa ia nyata dan benar-benar telah sembuh.


"Kak, ini kok besar dan keras banget," cicit Kamila dengan ekspresi yang sangat takjub. Luky tersenyum kemudian mengecup bibir Istrinya itu dengan lembut dan singkat.


"Itu untuk kamu saja Mil. Dan sepertinya akan semakin besar sayang kalau kamu menyentuhnya seperti itu, Hem," jawab Luky seraya menenggelamkan wajahnya di ceruk leher sang istri. Ia kembali terbakar dengan sangat cepat. Gerakan tangan Kamila yang sedang mengelus Juniornya membuatnya tak sadar menghisap leher istrinya dengan sangat keras.


"Aaaaa Kak hmmmpt." Kamila berteriak tertahan dengan sebuah rasa nikmat yang begitu menyiksanya. Tangan Luky bergerak dengan cepat membuka kancing gaun istrinya. Ia benar-benar sudah tidak sabar sekarang.


"Mil, kamu bisa membuatku gila sayang," bisik Luky saat melihat tampilan istrinya yang polos untuk pertama kalinya sejak mereka menikah.


Luky langsung merebahkan istrinya di atas ranjang dan mulai mendekatkan bibirnya pada dua buah pucuk berwarna merah muda di hadapannya. Sejak pada panggilan video waktu itu ia sudah sangat ingin mencicipi dua tombol kecil yang sangat menggodanya itu.


"Aaaaakh Kak, Aaaaaaaw." Kamila mendesis nikmat saat bibir suaminya itu benar-benar mempermainkan kedua asetnya. Tubuhnya menggelinjang nikmat seperti cacing kepanasan. Untuk pertama kalinya ia merasakan ini dari suaminya sendiri rasanya tak bisa ia lukiskan dengan kata-kata.


"Kak, aku .." Kamila terus meracau. Ia tidak berhenti mengeluarkan kata-kata yang tidak jelas saat suaminya menyentuh dan mengecup seluruh permukaan kulitnya. Luky tidak peduli. Rasanya ia ingin mengganti waktu-waktu yang telah lewat dengan memberikan kebahagiaan yang sangat sempurna pada istrinya.

__ADS_1


"Aaaaaaaaw Kak Luky..." Dan Kamila berteriak keras karena tanpa aba-aba Junior Luky Firmaji telah berhasil menyerang benteng pertahanannya. Bibirnya ia gigit karena merasakan sakit dan perih.


"Kaaaak, Sakit. Aku gak maaau." Luky tidak mendengarkan jeritan istrinya. Ia hanya mengarahkan kedua tangannya untuk meremass dua bongkahan daging kenyal putih yang ada dihadapannya agar Kamila kembali rileks dan santai.


"Aaaaaa," Kamila kembali mendesis saat ia kembali menyerang dengan menggerakkan Juniornya maju mundur cantik.


"Kamu nikmat sekali Mil, aaaaakh," bisik Luky dengan suara bergetar hebat. Ia terus memacu dirinya dengan segala kekuatannya hingga membuat Kamila tak berhenti memanggil namanya.


Suasana kamar itu berubah sangat panas. Keduanya saling memanggil nama dalam perasaan yang sangat membuncah bahagia. Tak ada lagi keraguan di dalam hubungan mereka berdua. Mereka saling melepaskan rasa cinta dan rindu yang selama ini mereka pendam.


Sampai mereka tumbang dengan peluh dan juga senyum menghiasi bibir mereka berdua. Tak ada kata lain lagi selain puji syukur pada Tuhan yang telah memberikan nikmat yang tak bertepi dan sangat diberkahi.


🌺🌺🌺


*Bersambung.


Tarik nafas dulu ah, sambil nunggu hadiah dari para readers tersayang. Kopi dan Votenya dong.

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2