Janda Tak Bolong

Janda Tak Bolong
Bab 50 Rocket Chicken


__ADS_3

Andri Husain yang kebetulan sedang bertugas pada saat itu benar-benar sangat terpengaruh pada pesan yang dikirimkan oleh Vony Dona. Apalagi gadis itu kemudian mengirimkan Foto-foto Selfi nya dengan Kamila yang sedang hamil. Ia tiba-tiba jadi ingin sekali membuat Vony hamil juga.


Tring


Landasan udah siap banget Mas, tinggal nunggu roket mendarat dengan sempurna.


Vony Dona semakin berani menggodanya dengan membalas pesan-pesannya yang membuat dirinya tersenyum-senyum sendiri. Ia pun membalas lagi pesan kekasihnya itu dengan sangat bersemangat.


Tunggu di sana. Kamu akan melihat roket ini akan melakukan tugasnya dengan sangat baik.


Lama ia menunggu tapi balasan dari gadis itu tidak datang-datang. Akhirnya ia menyimpan handphonenya dan berjalan menuju sebuah ruangan yang difungsikan sebagai ruang administrasi atau staf pers.


"Lapor pak Komandan!' ucapnya pada seorang pimpinan yang membawahi urusan rentang keadministrasian. Sikapnya sebagai seorang prajurit TNI selalu siap dan juga sigap.


"Siap ada apa Prada Andri!"


"Lapor! Saya ingin meminta sebuah berkas persyaratan Admistrasi pernikahan."


"Oh mau menikah?!"


"Siap! Iya komandan!"


"Baik tunggu sebentar ya,"


"Siap iya!"


Tak lama kemudian ia pun diberikan beberapa persyaratan yang harus dipenuhinya sebelum mengajukan surat permohonan. Beberapa peraturan pun ia baca dengan sangat teliti.


Dalam peraturan tersebut, prajurit TNI hanya diizinkan untuk mempunyai seorang istri atau suami.


Prajurit pun dilarang menikah saat masih dalam masa pendidikan.


Selain itu, prajurit wanita TNI dilarang menikah dengan prajurit TNI pria yang lebih rendah golongan kepangkatannya.


Mengacu pada peraturan tersebut, terdapat beberapa syarat administrasi yang harus dipenuhi oleh prajurit TNI yang ingin menikah.


Sebelum melangsungkan pernikahan, prajurit TNI harus mengajukan permohonan izin perkawinan kepada komandan atau atasan yang berwenang secara tertulis.


Permohonan tersebut harus disertai dengan lampiran sejumlah persyaratan, yakni:


Surat keterangan tentang nama, tanggal dan tempat lahir, agama, pekerjaan dan tempat tinggal calon suami/istri, apabila salah seorang atau keduanya pernah kawin agar mencantumkan nama istri atau suami terdahulu,


Surat keterangan tentang nama, agama, pekerjaan dan tempat tinggal orang tua calon suami/istri,

__ADS_1


Surat kesanggupan dari calon istri/suami untuk menjadi istri/suami prajurit dan mematuhi norma kehidupan berkeluarga di TNI,


Surat keterangan dari yang berwenang bahwa calon suami telah mencapai usia dua puluh satu tahun dan calon istri sembilan belas tahun,


Surat persetujuan dari pengadilan atau pejabat yang ditunjuk oleh kedua orang tua pihak calon suami/istri jika calon suami/istri belum mencapai usia tersebut,


Surat persetujuan ayah/wali calon istri,


Surat keterangan pejabat personalia mengenai status belum/pernah kawin, dari prajurit yang bersangkutan,


Surat keterangan status belum pernah kawin/janda/duda dari pejabat yang berwenang,


Surat keterangan cerai/kematian suami dari calon istri atau surat keterangan cerai/kematian istri dan calon suami apabila mereka sudah janda/duda,


Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari polisi setempat tentang tingkah laku calon istri/suami yang bukan prajurit,


Surat keterangan dokter TNI tentang kesehatan prajurit yang bersangkutan dan calon istri/suami,


Enam lembar pas foto ukuran 4x6 prajurit yang bersangkutan dan calon istri/suami,


Surat keterangan baptis atau sidi dari pejabat gereja yang bersangkutan bagi yang menganut Protestan dan surat permandian yang tidak lebih tua dari enam bulan bagi yang beragama Katolik dan surat keterangan sudhi wadani bagi yang beragama Hindu.


Izin pernikahan diberikan jika pernikahan yang akan dilakukan tidak melanggar norma agama yang dianut kedua pihak.


Setelah diberikan izin, keduanya akan mendapatkan bukti tertulis berupa Surat Pendapat Pejabat Agama (SPPA) dan diwajibkan menghadap komandan/atasan dan pejabat agama di satuan masing-masing untuk mendapat bimbingan pernikahan.


Surat izin pernikahan berlaku selama enam bulan terhitung sejak tanggal dikeluarkan.


"Terimakasih banyak komandan!" ucapnya dengan sikap siap seperti biasa.


"Sama-sama Prada!"


Prajurit itu pun membawa berkas itu untuk ia pelajari. Begitu banyak persyaratan untuk menjadi seorang calon suami ataupun calon Papa, begitu pikirnya. Tapi tak apa untuk mendaratkan roketnya pada Vony dengan baik dan sesuai aturan maka hal ini bukanlah hal yang susah.


Tring


Handphonenya berbunyi menandakan sebuah pesan masuk. Ia tersenyum samar saat membaca pesan balasan dari gadis cantik itu.


Siap Komandan! Aku akan bersiap dengan segala jiwa dan ragaku.


Dengan cepat ia membalas lagi.


Kamu masih di Toko itu?

__ADS_1


Tring


Tidak. Kami sedang ada di Cafetaria dekat toko. Kami lagi makan rocket chicken. Kalau berminat kami tunggu disini.


Andri Husain tersenyum seraya melihat jam tangannya. Waktu istirahat dan juga makan siang telah tiba. Itu artinya ia bisa keluar dan meninggalkan Markasnya. Ia pun membalas lagi pesan itu.


Oke. Saya akan kesana secepatnya.


Ia pun pergi dari tempat itu seraya membawa persyaratan administrasi yang harus diperlihatkannya pada kekasihnya itu. Ia yakin pemilik landasan itu akan sangat kaget.


Hanya butuh waktu 10 menit ia sampai di Lokasi pertokoan itu. Motornya ia parkir di depan Cafetaria dan kemudian melangkahkan kakinya ke dalam tempat itu.


"Mas, sini!" teriak gadis itu dengan tangan melambai-lambai dari Mejanya. Andri Husain tersenyum kemudian melangkahkan kakinya ke tempat dimana dua perempuan dari masa lalu dan masa depannya itu sedang makan.


"Hai semuanya, lagi makan apa nih?" tanyanya seraya menarik sebuah kursi untuk ia duduki.


"Rocket chicken." Vony menjawab dengan senyum diwajahnya.


"Oh, jadi ini yang dinamakan Rocket? Chicken?" tanya Andri Husain dengan wajah tanpa ekspresi. Ia sekarang merasa sedang dipermainkan oleh seorang Vony Dona. Sedari tadi ngomong roket dia pikir adalah...


"Iya Mas. Tapi tentu saja roket ini jauh beda dengan rocketmu hihihi," Vony terkikik lucu.


"Hem, kamu ya, nakal!" ujar Andri Husain dengan senyum diwajahnya.


Vony Dona semakin merasa lucu saja. Ia tahu kalau pembicaraannya lewat wa tadi sudah dianggap serius oleh sang prajurit.


"Von, hati-hati bicara tentang roket pada seorang pria." tegur Kamila karena merasa pembicaraan dua orang yang belum menikah itu semakin menjurus ke arah lain.


"Ah iya Bu. Eh, Mas pesan makanan dulu deh. Jangan dianggap serius perkataan aku tadi." ujar gadis cantik itu dengan senyum diwajahnya.


"Eh tentu saja Aku serius. Aku akan meminta ayah dan ibu untuk datang melamar kamu. Tapi sebelumnya kamu harus membaca ini dulu kalau kamu benar-benar ingin menjadi istri seorang prajurit."


Andri Husain membuka tasnya kemudian menyerahkan pada Vony Dona sebuah persyaratan administrasi pernikahan bagi seorang prajurit sepertinya.


"Waaah!'


Hanya kata itu yang bisa keluar dari mulutnya karena terlalu kaget melihat berkas-berkas itu. Itu artinya sebentar lagi ia akan menjadi seorang istri prajurit.


🌺🌺🌺


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2