Janda Tak Bolong

Janda Tak Bolong
Bab 48 Nyamuk Pengganggu


__ADS_3

"Silahkan duduk Pak Aqram," ujar Luky pada tamunya yang masih berdiri saja di tempatnya. Pria itu hanya diam dengan wajah yang tampak sangat kaget. Pandangannya masih saja betah pada seorang perempuan cantik berhijab yang nampak tidak terpengaruh akan kedatangannya.


"Ekhem, Pak Aqram. Ada apa?' Luky berusaha menyentak lamunan pria itu dengan melemparkan pertanyaan lagi.


"Ah iya Pak Luky. Terimakasih banyak." Aqram Pratama pun duduk dengan pandangan tetap tertuju pada perempuan cantik berhijab di samping Luky Firmaji.


"Ada apa Pak Aqram? Anda sudah pernah bertemu dengan istri saya kan? Kok sampai bingung begitu?" tanya sang presiden direktur dengan hati yang mulai tampak kesal. Ia benar-benar tidak suka kalau istrinya dipandangi seperti itu oleh seorang pria seperti Aqram.


"Ah iya maaf Pak. Ini bukannya ibu Kamila istrinya Pak Luky ya? Kok tambah cantik ya dengan memakai pakaian seperti ini." Tak sadar, pria itu semakin memuji kecantikan istri dari seorang Luky Firmaji.


Luky tersenyum. Tangannya kembali meraih Kamila kedalam pelukannya. Ia bahkan mencium pelipis istrinya itu kemudian berucap," Satu-satunya perempuan yang mampu membuat diriku merasakan indahnya hidup ya perempuan cantik ini Pak Aqram."


"Istriku dunia akhirat, insyaallah," sambungnya dengan perasaan bahagia yang membuncah. Aqram langsung mendengus pelan. Ia tidak suka melihat ekspresi dari dua orang dihadapannya.


"Hai Pak Aqram. Selamat siang." Kamila tersenyum dan ikut menyapa pria yang selama ini selalu saja ingin mengganggu keutuhan Rumah tangganya.


"Oh hai Ibu Kamila. Selamat siang." Aqram Pratama menjawab sapaan itu dengan hati yang mencelos tak nyaman. Ia semakin merasakan dirinya jadi tampak sangat bodoh di hadapan pemilik ruangan kerja itu.


Sungguh Ia tak pernah menyangka kalau ia akan menyaksikan keromantisan kedua pasangan itu di depan matanya sendiri. kecanggungan pun terjadi di dalam ruangan kerja itu.


Aqram merasa lidahnya tiba-tiba keluh dan tak bisa berkata-kata. Sungguh ia tidak percaya kalau Luky sudah sembuh dan bisa menyayangi Kamila seperti itu. Atau itu hanya merupakan alibi atau pencitraan saja agar gosip-gosip miring selama ini tentang kelainan seksualnya bisa tersamarkan, batinnya untuk menghibur dirinya sendiri.

__ADS_1


"Apa ada yang bisa saya bantu Pak Aqram?" tanya Luky seraya menatap wajah pria dihadapannya. Ia sangat tidak ingin berlama-lama dengan pria itu di saat ia sedang bersama dengan istrinya.


"Anda tidak keberatan 'kan kalau istri saya ada di sini?" lanjutnya.


"Hum ya, tentu saja tidak Pak. Saya suka kalau bekerja ditemani dengan yang indah dan cantik. Rasanya semakin bersemangat begitu," jawab Aqram dengan ekor mata kembali melirik Kamila. Hal itu ternyata tidak luput dari pengamatan seorang Presiden Direktur Luky Firmaji.


"Ini tentang kerjasama kita yang waktu itu tidak sempat terlaksana. bagaimana kalau kita lanjutkan kembali Pak Luky," lanjut pria itu seraya menyerahkan berkas yang sempat ditolak oleh Kamila waktu itu.


"Oh kerjasama yang itu? Kok saya sudah tidak pernah lagi memikirkan itu ya Pak Aqram. Sejak manager cantik ini menyatakan kalau ia menolak,


Itu berarti kerjasama ini sudah selesai dan tidak perlu kita bahas lagi."


"Kamu belum membacanya baik-baik Pak Luky. Keuntungan yang sangat besar akan kita dapatkan bersama."


Ia tak perlu membuka dan membacanya. Semuanya sudah sangat jelas sesuai penjelasan Kamila. Dan sikapnya yang masih sopan ini karena ia ingin menunjukkan kalau ia adalah tuan rumah yang baik.


Aqram merasakan dadanya serasa terkena tusukan senjata tajam. Ia marah dan tersinggung.


"Oh, jadi kamu menolak saya? Dimana nilai pertemanan kita selama ini? Sungguh kamu telah membuat saya tersinggung." Aqram langsung berdiri dari duduknya dengan tangan meraih berkas itu di atas meja.


"Kamu sungguh sombong Luky! Kamu tidak tahu kalau kamu itu pria yang tidak normal? Saya tahu semua rahasiamu!" Pria itu menyalak bagaikan seekor anjing.

__ADS_1


"Terimakasih banyak Pak Aqram. Semua orang juga punya rahasia di dalam hidupnya. Kalau anda tidak suka dengan penolakan saya dan ingin mengancam saya dengan membawa-bawa urusan pribadi, maka silahkan keluar dari ruangan saya!'


"Baiklah. Kamu akan menyesali ini Luky. Saya akan membuat perhitungan denganmu!" Pria itu langsung pergi dari hadapan dua orang pasangan suami istri itu. Luky dan Kamila hanya berpandangan dengan wajah tanpa ekspresi.


"Rahasia apa kak?" tanya Kamila dengan wajah penasarannya.


"Semua orang punya rahasia Mil. Dan kamu tidak usah memikirkannya sayang," jawab Luky seraya meraih istrinya itu kedalam pelukannya. Kamila menatap suaminya berharap pria itu mau menjelaskan apa yang dikatakan oleh Aqram.


"Katakan padaku Kak. Jangan bikin aku penasaran." Kamila masih terus menuntut penjelasan. Luky terdiam lama kemudian menarik nafas panjang.


"Aku seorang gay, tapi itu dulu. Kamu pun tahu Mil. Dan saat ini Aku sedang tidak ingin membahasnya sayang." Pria itu menjawab seraya melepaskan pelukannya kemudian meninggalkan istrinya.


Sungguh kata itu benar-benar menjadi momok yang sangat menakutkan untuk dirinya. Ia ingin mengubur dalam-dalam pengalaman buruk itu.


"Kak," panggil Kamila dengan berusaha mengikuti langkah suaminya keluar ruangan.


"Ibu, kata Pak Presdir. Ia sedang ingin sendiri dulu. Maaf." Vony Dona menahan agar Kamila tidak mengikuti pria itu yang sepertinya sedang ingin sendiri. Kedatangan Aqram membuatnya merasakan Dejavu.


🌺🌺🌺


*Bersambung.

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2