Janda Tak Bolong

Janda Tak Bolong
Bab 12 Keinginan Pelakor


__ADS_3

"Aku pikir tidak ada yang perlu kita bicarakan," ujar Kamila seraya menekan kembali tombol lift dihadapannya bermaksud untuk memasuki kembali kotak besi yang akan mengantarnya ke lantai 4 ruang kerjanya.


Ia sungguh tidak ingin bertemu dengan pria yang pernah ia lihat menjadi partner dengan mantan suaminya itu. Perutnya kembali bergejolak karena benci sekaligus jijik.


"Bu Kamila mau kalau saya bocorkan hubungan kami berdua di Perusahaan ini?" Kamila tersentak kaget. Pintu lift yang sudah terbuka di hadapannya tertutup kembali karena perempuan itu tidak jadi memasukinya.


"Baiklah. Kamu maunya bicara dimana?" Kamila mengalah. Ia akhirnya mengikuti kemauan pria cantik setengah maskulin itu dengan perasaan marah yang ia tahan.


Bagaimanapun kesalnya ia pada pria yang telah menikahinya itu ia tetap tidak mau ada orang lain lagi yang mengetahui aib dan keburukan Luky Firmaji, seorang pria yang pernah hidup bersamanya selama 2 tahun itu.


Andy terdiam kemudian memandang sekeliling ruangan itu. Ia nampak memikirkan tempat mana yang ingin ia gunakan untuk berbicara secara pribadi dengan perempuan cantik dihadapannya itu.


"Ayo cepat katakan, dimana kamu tempat yang kamu mau." Kamila menunggu jawaban pria itu dengan tak sabar.


"Di Restoran Berkah dan Lezat tak jauh dari Perusahaan ini," jawab pria cantik itu seraya melangkahkan kakinya meninggalkan Kamila. Perempuan itu pun segera menghubungi sekretarisnya kalau ia akan keluar untuk beberapa saat dan mungkin akan terlambat masuk.


"Baiklah. Pria cantik, kita lihat apa saja yang ingin kamu katakan padaku setelah kamu berhasil merusak Rumah tanggaku." ujar Kamila dengan langkah pasti mengikuti keinginan pria itu.


Vony Dona yang ternyata juga berada di sekitar tempat itu pun mengikuti mereka berdua dari jauh. Ia terlalu penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh dua orang itu di jam kerja seperti ini.


Apalagi yang ia tahu adalah tidak ada jadwal kerja yang akan dilakukan oleh Kamila diluar ruangan untuk hari ini. Tugasnya untuk mengawasi istri dari Presiden Direktur itu harus selalu ia lakukan.


Gadis asisten itu menghentikan mobilnya tak jauh dari mobil Kamila Regina Putri. Ia pun turun dari kendaraannya saat melihat manager itu memasuki Restoran.


"Nah, katakan sekarang juga apa maksudmu menemuiku," titah Kamila saat ia baru mendudukkan tubuhnya di depan meja pria yang bernama Andy itu.


"Apa Ibu Kamila tidak mau memesan makanan atau minuman terlebih dahulu? Terus terang perut saya belum juga terisi sejak pagi." Kamila menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya. Ia nampak begitu kesal pada pria cantik yang sepertinya sedang ingin bermain-main dengannya itu.


"Baiklah. Silahkan pesan makanan apa saja kemudian katakan apa yang kamu inginkan. Aku tidak punya waktu untuk hal yang tidak penting seperti ini, kamu mengerti?!"' Andy terkekeh pelan kemudian memanggil pelayan untuk mencatat pesanannya.


"Oh, jangan katakan itu Bu Kamila, ini adalah sesuatu yang sangat penting."

__ADS_1


"Terserah!"


"Bu Kamila tidak ingin memesan sup kikil di Restoran ini? Kak Luky sangat suka makanan itu. Ia suka sekali dengan makanan itu."


"Tidak! Aku sudah makan."


"Oh, baiklah. Sepertinya anda sedang tidak baik-baik saja. Kalau begitu Aku akan makan sendiri saja." Pria tak tahu malu itu pun memesan semua menu spesial di Restoran itu. Makanan yang selama bersama dengan Luky selalu ia makan dan nikmati.


Kamila berusaha bersabar dengan mencari kesibukan lain saat pria itu makan dengan sangat lahap dihadapannya. Ia membuka aplikasi WhatsApp nya untuk mengecek balasan dari pria misterius berinisial A dalam handphonenya.


Tidak dibaca.


Kira-kira siapakah orang yang sedang ingin bermain-main denganku saat ini. Apakah ia tahu kalau status ku sekarang adalah seorang Janda?


Apakah orang itu diam-diam memperhatikan Aku selama ini?


"Ekhem saya sudah selesai Bu. Rasanya sangat nikmat kalau ditemani seorang perempuan cantik seperti anda." ujar pria itu seraya membersihkan ujung bibirnya dengan menggunakan selembar tissue.


"Apakah Bu Kamila tahu kalau sejak kejadian itu, Kak Luky tidak lagi menemuiku?" tanya Andy dengan balas menatap perempuan cantik itu.


"Aku tidak tahu dan tidak mau tahu." Tandas Kamila dengan wajah menantang.


"Saya yakin ini gara-gara anda hingga Kak Luky tidak bisa lagi saya hubungi. Saya menderita Bu Kamila. Saya tidak bisa lagi membiayai hidup saya. Utang saya menumpuk."


Kamila tersenyum mencibir. Ia sudah tahu sekarang apa maksud pria dihadapannya ini menemuinya.


"Tolong berikan padaku nomor Kak Luky yang bisa saya hubungi. Saya benar-benar tidak bisa hidup tanpa dirinya."


"Oh, jadi ini niatmu yang sebenarnya mendekati Kak Luky dan merusaknya sampai sejauh ini?" tanya Kamila dengan tatapan tajam pada pria cantik dihadapannya itu.


"Hey, saya tidak merusaknya. Saya cuma jadi korban di sini. Jadi jangan salahkan saya sendiri?!"

__ADS_1


"Kamu benar-benar tidak punya malu. Kamu bisa mencari pekerjaan lain yang lebih baik daripada melakukan hal yang menjijikan seperti ini!"


"Suamimu itu yang perlu kamu beritahu seperti itu Bu Kamila tersayang. Saya ini normal tapi dia tidak. Saya hanya butuh uang untuk hidup makanya saya lakukan hal ini."


"Dan satu hal lagi. Kak Luky sering menyatakan menyesal karena tidak bisa memberimu kepuasan. Jadi kalau kamu mau saya bisa melakukannya juga denganmu."


Plak


Tangan Kamila tiba-tiba saja sudah mendarat sangat cantik di pipi pria jadi-jadian itu. Hatinya begitu mendidih dengan perkataan pria cantik itu padanya. Ia benar-benar merasa sangat dilecehkan dengan sangat menyakitkan.


Ia akui kalau sangat menginginkan belaian dari seorang pria yang selama ini menikahinya dengan baik-baik tapi ia masih punya harga diri untuk melakukan hal yang sangat tak terpuji seperti itu.


"Brengsek kamu ya!" Kalaupun Aku sangat ingin belain. Aku tidak akan pernah berpikir akan mendapatkannya dari orang seperti kamu!"


"Hey. Kamu marah Bu Kamila? Saya mengatakan yang sebenarnya sayang. Saya bisa melakukan apapun yang kamu inginkan. Berikan saja apa yang selama ini Kak Luky berikan. Maka kita berdua akan mendapatkan keuntungan yang sama."


Plak


Sekali lagi ia melayangkan tangannya pada pria tidak tahu malu itu. Hatinya sangat marah dan jijik dengan penawaran pria itu padanya. Perempuan itu pun menyimpan sejumlah uang di atas meja kemudian pergi dari sana.


Bukan hanya hatinya yang sangat sakit saat ini tapi perutnya pun ia rasakan bergolak dan ingin muntah dengan kenyataan yang ia saksikan di depan matanya.


"Ya Allah, ternyata Kak Luky selama ini telah diperalat oleh pria jadi-jadian itu."


🌺🌺🌺


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2