
Luky Firmaji memarkirkan mobilnya di depan sebuah Rumah kost mewah di daerah X. Dengan langkah ringan ia pun memasuki pintu rumah itu yang tidak terkunci. Ia sudah sering ke tempat itu dan tahu betul bagaimana kondisinya.
"Kak, akhirnya kamu datang juga." Andy langsung menghampiri Luky dan langsung meraih lengannya untuk ia peluk. Akan tetapi pria itu langsung melepaskannya.
"Aku sudah bilang Ndy kalau hubungan kita sudah tidak bisa lagi kita lanjutkan."
"Tapi kenapa Kak? Apa kamu sudah mempunyai yang lain?" Andy menatap wajah Luky dengan tatapan marah.
Pria jadi-jadian itu sudah seringkali mendengar penolakan ini akan tetapi dirinya tidak ingin menerima. Siang tadi saat ia tahu kalau Luky Firmaji sudah kembali ke negara ini, ia langsung datang untuk menawarkan sebuah cinta tapi ia hanya mendapatkan penolakan.
Luky Firmaji tidak menjawab. Ia hanya mengeluarkan sejumlah uang yang sangat banyak dan menyerahkannya pada pria itu. Tapi Andy menolak. Ia menyerahkan kembali uang itu kemudian memeluk Luky.
"Aku tidak butuh uangmu kak. Aku hanya mau kita bersama lagi seperti dulu." Luky mendorong tubuh pria itu agar terlepas dari tubuhnya. Untuk pertama kalinya ia merasa sangat jijik dan geli diperlakukan seperti itu oleh partnernya selama ini.
"Ambil uangnya dan berikan semua file video atau foto yang kamu punya!" tegas pria itu dengan wajah datar tanpa ekspresi.
"Tidak akan Kak. Akan Aku jadikan koleksi pribadi." Andy menolak.
"Serahkan sekarang atau kamu akan melihat bagaimana kalau Aku marah Andy!" Luky menengadahkan telapak tangannya di depan wajah Andy. Wajahnya masih tampak tanpa ekspresi meskipun hatinya sangat marah saat ini.
"Tidak Kak. Kalau pun kita berpisah. Setidaknya kita punya kenang-kenangan yang sangat indah." Andy tetap berusaha menghindari permintaan pria itu.
"Aaargh!" tiba-tiba saja Andy merasakan tubuhnya terangkat ke udara. Luky mencengkram kuat kerah kemejanya dan mengangkatnya dengan dua tangannya.
"Serahkan sekarang juga atau kamu benar-benar melihat Aku yang sebenarnya Andy!" geram Luky dengan rahang mengeras.
Ia harus melenyapkan bukti-bukti kelakuan bejatnya itu agar ia bisa memulai hidupnya yang baru.
"Aaaargh, tidak Kak!" Andy berteriak keras saat tubuhnya di lempar oleh pria itu ke dinding. Luky pun lantas mengambil kembali amplop coklat yang berisikan uang yang banyak itu dan melemparkannya pada Andy.
"Ambil itu. Dan pergilah menikmati hidupmu. Kamu juga bisa berobat untuk sembuh dari penyakit laknat ini," ujar pria itu seraya membuka lemari dan laci-laci yang mungkin ditempati oleh pria itu menyimpan bukti yang dia punya.
"Kak, kamu tega padaku!" Andy bangkit dari posisinya kemudian menarik pakaian yang dipakai oleh Luky.
__ADS_1
"Karena Aku kasihan padamu Andy, makanya kamu harus sembuh juga. Kamu bisa memulai hidup baru dengan lawan jenis."
"Tidak kak."
Luky Firmaji tidak peduli dengan rengekan pria itu padanya. Tangannya yang sudah mendapatkan sebuah flashdisk langsung ia angkat dan perlihatkan di depan wajah Andy.
"Bukti ini yang kamu punya Andy? Kita lenyapkan bersama okey?" Pria itu pun menginjak benda kecil itu dengan sepatunya yang sangat kuat hingga hingga pecah.
"Kak Luky kamu tega!" Andy meraung dengan tangisannya yang memilukan. Luky Firmaji sekali lagi tidak peduli. Ia pun melangkahkan kakinya ke arah pintu kemudian berbalik dengan tatapan tajam kearah Andy.
"Dan ingat! Jangan pernah berniat untuk merusak hubunganku dengan Kamila!" Pria itu pun melanjutkan langkahnya keluar dari rumah kost itu.
πΊ
Kamila menemui Sugiarti di ruang keluarga kemudian memeluknya dengan perasaan yang masih sangat sedih.
"Mama."
"Eh, Mil. Kamu datang sayang?" tanya perempuan itu dengan wajah kaget.
"Ya tentu bolehlah. Mama kan udah bilang kalau ini adalah Rumahmu. Kamu bebas datang kapan saja."
"Iya Ma, Makasih banyak. Aku merasa sepi kalau pulang ke rumah meskipun ada Mak Siti," rajuk Kamila dengan tangan masih memeluk perempuan paruh baya itu.
"Gini nih kalau anak sama Mama lagi ketemu. Papa sampai terlupakan." Rohan Firmaji yang sejak tadi ada di ruangan itu langsung menegur karena diabaikan keberadaannya.
"Duh Maaf Pa, sampai lupa hehehe," ujar Kamila seraya melepaskan pelukannya pada Sugiarti. Ia langsung menghampiri Papa mertuanya itu dan mencium punggung tangannya.
"Gimana kabarnya Pa, sehat?"
"Alhamdulillah. Papa semakin sehat saja melihat kamu ada di Rumah ini nak." Kamila tersenyum. Hilang sudah rasa sakit hatinya pada Luky Firmaji jika ia berada ditengah-tengah keluarga yang sangat menyayanginya ini.
" Assalamualaikum. Selamat sore Pak!" Sebuah suara dari arah pintu membuat ketiga orang itu mengarahkan pandangannya ke sumber suara.
__ADS_1
"Eh, Prada Andri, kamu udah datang? sini gabung sama kita." Rohan Firmaji berdiri dari duduknya kemudian mempersilahkan pria muda berseragam tentara itu untuk duduk.
Deg
Mata Kamila membola melihat seseorang yang ia kenal ada di dalam rumah mantan mertuanya itu. Andri Husain pun merasakan hal yang sama. Tetapi demi menghormati sang tuan Rumah ia pun berusaha bersikap biasa saja.
"Maaf, saya disini saja Pak." Pria kepercayaan Rohan Firmaji itu menolak dengan sopan. Ia tidak mungkin bergabung bersama dengan orang yang sangat diseganinya itu di tempat yang khusus untuk keluarga inti saja.
"Baiklah Pak Andri. Kita akan bicara di ruang kerja saya saja." Rohan pun sangat mengerti akan sikap Andri Husain. Pria muda yang sudah lolos menjadi tentara karena jasa-jasanya itu sangatlah sopan dan juga taat.
"Ma, tolong minta sama Bibik untuk mengantar minuman ke ruangan kerja saya ya," titah Rohan Firmaji pada sang istri.
"Ah iya Pa." Sugiarti menjawab kemudian memanggil Asisten Rumah Tangga di rumahnya itu. Sedangkan Andri Husain pun melangkahkan kakinya mengikuti sang tuan Rumah. Tentu saja dengan mata mencuri-curi pandang pada Kamila yang juga sedang memandangnya.
"Kamu kayaknya kenal deh sama tentara itu ya Mil?" tanya Sugiarti pada Kamila yang bisa melihat ekspresi dari dua orang itu.
"Eh iya Ma. Kan dari kampung yang sama," jawab Kamila dengan senyum diwajahnya.
"Oh iya ya. Sekarang kamu istirahat. Mandi dan ganti pakaianmu."
"Iya Ma." Kamila pun meraih tasnya yang ia simpan di atas meja. Ia segera melangkahkan kakinya ke kamar yang khusus disediakan buatnya di dalam Rumah itu. Entah kenapa ia begitu penasaran dengan hubungan Andri Husain dengan mantan mertuanya itu.
Bugh
"Aaawwwww!" Kamila berteriak tertahan saat merasakan tubuhnya menabrak tubuh seseorang dihadapannya.
"Lagi mikirin Aku ya, sampai gak lihat jalan!" Luky Firmaji menatap wajah mantan istrinya itu dengan senyum samar diwajahnya.
"Ish! Ge Er!"
πΊπΊπΊ
*Bersambung.
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading π